SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    December 2009
    M T W T F S S
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    28293031  
  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 5,029 other followers

Archive for December 24th, 2009

SUPERKID CHAMPION

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on December 24, 2009


SUPERKID CHAMPION

Panduan ini merupakan ketentuan yang mengikat untuk Peserta dan Kridha Laksana (Panitia) SUPERKID CHAMPION sehingga event dapat berlangsung dengan tertib, fair dan baik sejak awal sampai akhir pelaksanaan. Karena itu Buku Panduan ini menjadi pedoman pelaksanaan event yang wajib dipatuhi oleh semua Peserta dan Official Team.

Ketentuan Umum

  1. Nama Kegiatan : SUPERKID CHAMPION
  2. Sifat : Kejuaraan Bulutangkis Terbuka
  3. Tempat : GOR PB Ready, Kananga, Kenari dan GOR Angel di Rajapolah Tasikmalaya
  4. Waktu : Minggu – Selasa, 3 – 5 Jan 2010
  5. Pelaksana : Kridha Laksana dengan penanggungjawab Pengurus PBSI Tasikmalaya
  6. Alamat : Sekretariat Kridha Laksana adalah,
    – Perum Margasari Blok H/15, Rajapolah, Tasikmalaya.
    – GOR Kenari, Nagrog – Rajapolah,Tasikmalaya.
    – Telp. 0265-420233 Handphone: 0813 2024 8111, 0852 2304 9383
    – E-mail: superkid_c@yahoo.co.id
    http://www.superkidchampion.blogspot.com

Kelompok Pertandingan

  1. Kelompok usia dini 9 tahun (U-9), peserta maksimum kelahiran 2000 atau sesudahnya; kategori yang dipertandingan Tunggal Putra/Putri
  2. Kelompok anak usia 11 tahun (U-11), peserta maksimum kelahiran 1998 atau sesudahnya; kategori yang dipertandingan Tunggal Putra/Putri.
  3. Kelompok anak usia 13 tahun (U-13), peserta maksimum kelahiran 1996 atau sesudahnya; kategori yang dipertandingan Tunggal Putra/Putri
  4. Kelompok Remaja usia 15 tahun (U-15), peserta maksimum kelahiran 1994 atau sesudahnya; kategori yang dipertandingan Tunggal dan Ganda Putra/Putri.
  5. Kelompok Dewasa, kategori yang dipertandingkan adalah Ganda Putra.

Pendaftaran

  1. Pendaftaran dibuka sejak surat undangan diedarkan dan ditutup pada tanggal 30 Desember 2009 pukul 13.00 WIB dan Drawing dilaksanakan pkl. 15.00 WIB.
  2. Jika peserta sudah mencapai jumlah maksimum, Kridha Laksana dapat menutup pendaftaran sebelum waktu yang ditentukan sebagaimana disebut pada C.1.
  3. Biaya kontribusi pendaftaran Peserta adalah sebagai berikut:
    U-9 Tunggal Putra/Putri Rp 50.000,-/orang
    U-11 Tunggal Putra/Putri Rp 50.000,-/orang
    U-13 Tunggal Putra/Putri Rp 50.000,-/orang
    U-15 Tunggal Putra/Putri Rp 50.000,-/orang
    U-15 Ganda Putra/Putri Rp 60.000,-/pasang
    Ganda Putra Kelompok Dewasa Rp 75.000,-/pasang

Peserta

  1. Peserta dari event ini terbuka yang telah terdaftar pada Kridha Laksana, baik secara perseorangan ataupun kolektif melalui club masing masing.
  2. Pendaftaran dapat dilakukan secara langsung atau via email, faksimil dan konfirmasi melalui short massage service (SMS).
  3. Pendaftar dianggap syah sebagai Peserta jika telah mengisi formulir yang disediakan Kridha Laksana dan melunasi kontribusi pendaftaran sesuai dengan kelompok kejuaraan yang diikutinya.
  4. Setiap Peserta wajib menyerahkan foto copy (dan memperlihatkan aslinya) salah satu bukti usia yang syah kepada Kridha Laksana, berupa: STTB/Ijazah SD, Raport dan atau Akte Kelahiran/Kenal Lahir.
  5. Pemalsuan atas data/bukti usia akan menyebabkan hilangnya hak Peserta (Diskualifikasi) dan Sanksi Organisasi sesuai dengan peraturan PB PBSI. Apabila diketahui setelah yang bersangkutan meraih gelar, maka gelarnya dibatalkan dan atribut yang telah diterima akan ditarik kembali.
  6. Setiap peserta wajib mengikuti technical meeting yang dilaksanakan pada tanggal 2 Januari 2010 Pukul 14.00 WIB di GOR Kenari.
  7. Jika peserta melebihi jumlah maksimum sehingga menyebabkan berlangsungnya event melebihi jadwal yang telah ditentukan, maka Kridha Laksana memiliki hak untuk memperpanjang waktu pelaksanaan event dan berkewajiban memberitahukannya kepada seluruh Peserta paling lambat pada saat technical meeting.
  8. Peserta yang mengundurkan diri tidak dapat meminta kembali biaya kontribusi pendafataran yang telah dibayarkan kepada Kridha Laksana.
  9. Segala pembiayaan yang timbul sebagai konsekuensi mengikuti event ini sepenuhnya menjadi tanggungjawab masing-masing Peserta.

Sistem Pertandingan
Sistem pertandingan mempergunakan Sistem Gugur.

Peraturan Pertandingan

  1. Perarturan pertandingan yang dipergunakan adalah peraturanm pertandingan PBSI/WBF. Para Peserta, Pelatih dan Pembina dianggap telah mengetahui benar tentang peraturan tersebut.
  2. eorang pemain diperkenankan untuk bermain Tunggal dan Ganda, tidak diperkenankan untuk bermain pada dua jenis kelompok usia berbeda. Apabila diketahui setelah pertandingan berlangsung, maka jenis kelompok yang belum dipertandingkan akan didiskualifikasi.
  3. Apabila seorang peserta memiliki 2 (dua) data yang berbeda akan didiskualifikasi.
  4. Peserta yang tiba gilirannya untuk bertanding setelah dipanggil 3 (tiga) kali berturut-turut ternyata tidak tampil, maka Peserta dimaksud akan dinyatakan kalah.
  5. Selain Peserta yang dipanggil untuk bertanding tidak diperkenankan untuk memasuki lapangan.
  6. Apabila official team akan memberikan perlengkapan tambahan kepada Peserta yang sedang bertanding maka harus melalui referee.
  7. Apabila terjadi gangguan, referee berhak menunda/memindahkan pertandingan dengan melanjutkan score yang telah dicapai.
  8. Peserta diwajibkan hadir minimal 30 (tiga puluh) menit sebelum jadwal pertandingan dan melaporkan diri kepada Kridha Laksana.
  9. Jadwal yang tertera di dalam Buku Panduan ini merupakan pedoman bagi dilaksanakannya pertandingan, namun jadwal akan dimajukan, dimundurkan atau ditambah dikarenakan suatu sebab tertentu yang mengaharuskan jadwal dimundurkan/dipajukan atau ditambah.

Cidera
Peserta yang mengalami cedera sewaktu bertanding tidak akan diberikan waktu khusus untuk memulihklan cideranya, apabila tidak dapat melanjutkan pertandingan akan dinyatakan kalah (retired).

Scoring System dan Interval

  1. Pertandingan mempergunakan score 3 x 21 ‘Rally Point’ dengan prinsip ‘the best of three games.’
  2. Apabila telah mencapai point 11, Peserta berhak meminta istirahat selama tidak lebih dari 60 detik, Pelatih boleh mendatangi Peserta untuk memberikan instruksi-instruksi.
  3. Antara games pertama dan games kedua dan games ketiga (bila ada), Peserta berhak istirahat tidak lebih dari 5 menit dan Pelatih boleh mendatangi Peserta untuk memberikan instruksi-instruksi. Pelatih boleh memberikan instruksi-instruksi dengan kata-kata atau isyarat pada saat shuttle not in play.

Substitusi/Penggantian Peserta

  1. Penggantian Peserta diperbolehkan bila pertandingan pertamanya belum dilaksanakan karena Peserta sakit, cidera atau karena alasan lain yang tidak bisa dihindari dan dengan menyertakan Surat Keterangan.
  2. Peserta pengganti harus berasal dari club yang sama, tidak terdaftar pada partai lainnya serta ranking Peserta pengganti tidak lebih tinggi dari Peserta yang digantikannya.

Referee
Referee adalah yang ditunjuk oleh Krida Laksana dan mendapat persetujuan Pengcab PBSI Kabupaten Tasikmalaya.

Shuttle Cock
Shuttle cock untuk setiap pertandingan disediakan oleh Kridha Laksana atau sponsor yang ditunjuk.

Hadiah Kejuaraan

  1. Pemenang setiap kelompok usia yang dipertandingkan adalah Juara (Champion), Runner Up 1 dan Runner Up 2 (bersama).
  2. Champion dari semua Kelompok Usia dini dan Remaja yang dipertandingkan akan mendapat Piala Bergilir Superkid Champion dari Alan Budikusuma dan Susi Susanti, Medali (gold plate), Piagam Penghargaan dan Beasiswa (sesuai ketentuan BSM).
  3. Pada penyelenggaraan SUPERKID CHAMPION berikutnya, Piala Bergilir harus diserahkan kembali kepada Kridha Laksana dan yang bersangkutan akan mendapat duplikatnya.
  4. Runner Up akan mendapatkan Piala Tetap, Medali (Silver/bronze plate), Piagam Penghargaan dan Hadiah Hiburan.
  5. Champion dan Runner Up Kelompok Dewasa masing-masing akan mendapatkan Piala Tetap, Medali (gold/silver/bronze plate), Piagam Penghargaan dan Hadiah hiburan.

Juara Umum

  1. Juara Umum dipilih 1 (satu) club yang mendapatkan point kejuaraan paling banyak. Jika ada club yang mendapat point kejuaraan sama banyak, maka untuk menentukan Juara Umum akan dihitung selisih games sampai selisih score.
  2. Juara Umum berhak mendapatkan hadiah berupa uang pembinaan sebesar Rp 1.500.000,- (Satu juta lima ratus ribu rupiah)

Ketentuan Pakaian Iklan

  1. Peserta diperbolehkan memakai pakaian yang menterakan brand promo (advertensi) dengan sepengetahuan Kridha Laksana.
  2. Brand promo hanya boleh dipasang di lengan kiri dan kanan, di leher kiri dan kanan serta di bagian depan.
  3. Pada sepatu dan kaos kaki boleh mencantumkan 1 brand promo
  4. Ukuran brand promo dimaksud maksimum 30 cm2
  5. Official/Pelatih yang mendampingi Peserta dilapangan harus berpakaian yang pantas dan bersepatu. Bebas menterakan brand promo pada pakaiannya.

Usulan, Protes dan Keberatan

  1. Segala bentuk usulan, protes dan keberatan disampaikan secara tertulis kepada Krida Laksana.
  2. Setiap protes harus disertai lampiran data lengkap yang melakukan protes dan membayar biaya administrasi sebesar Rp 200.000,- (Dua ratus ribu rupiah)

Ketentuan Tambahan
Hal-hal lain yang dianggap perlu dan tidak tercantum dalam Ketentuan Umum dan Ketentuan Khusus akan diberikan pada saat technical meeting sebagai tambahan yang memiliki kekuatan sama.

Rajapolah-Tasikmalaya, Desember 2009
Kridha Laksana SUPERKID CHAMPION

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | 1 Comment »

Riyanto Subagja : Juara Turnamen Senior di Usia Belia

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on December 24, 2009


Untuk pemuda seusia Riyanto (16 tahun), posturnya memang tergolong jangkung dan prestasinya pun tak kalah kinclong dengan mereka yang lebih senior daripadanya. Di Auckland International, Selandia Baru Juni silam, sebagai pemain termuda di sektor tunggal putra turnamen tersebut, ia mampu menjadi juara!. Bahkan situs turnamen memberikan perhqtian khusus kepada Riyanto yang di final mengalahkan pemain senior terbaik yang dimiliki tuan rumah Selandia Baru, Joe Wu.

Siapakah Riyanto Subagja?

Lahir di Jakarta pada 28 April 1993, Riyanto yang tipe permainannya agresif ini mulai menepok bulu karena ingin bersenang-senang. “Tapi karena sering menang (kejuaraan) akhirnya ingin jadi atlet betulan,” tukasnya. Kejuaraan-kejuaraan masa kecil tersebut ia lakoni pada saat bergabung dengan PB Bina Pratama saat ia masih berusia tujuh tahun. Dua tahun setelah bergabung di klub tersebut, Riyanto kecil pun mantap hidup sebagai atlet bulutangkis.

Pada akhir tahun 2006, ia bergabung dengan klub bulutangkis PB Djarum di kota Kudus, Jawa Tengah dan mulai mengecap pengalaman bertanding di luar negeri mulai dari Asia hingga Selandia Baru (New Zealand). Puncaknya adalah kemenangannya di Auckland International dengan mengalahkan beberapa pemain unggulan.

Di dalam negeri, kiprahnya terlihat menjanjikan. Ia berada di puncak peringkat nasional untuk kategori Tunggal Putra Taruna per 15/12/09. Selain itu, ia juga mengoleksi gelar-gelar dalam negeri seperti Tangkas Alfamart Junior International Challenge 2009, Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) Bali 2009, dan Sirnas Kalimantan tahun 2007 dan 2009.

Dengan sederet prestasinya itu, tentunya banyak yang bertanya padanya mengapa tidak masuk Pelatnas. Riyanto menjawab bahwa ia menunggu usianya cukup untuk masuk Pelatnas dewasa dan ia masih ingin mengenyam lebih banyak lagi pengalaman di klub PB Djarum

Tahun depan, Riyanto berharap mampu menjadi wakil Indonesia diajang kejuaraan Asia Yunior (Maret 2010) , Dunia Yunior (April 2010) dan Youth Olympic I di Singapura, pada Agustus 2010.

Ditanya mengenai harapan ke depannya, ia ingin menjadi juara Olimpiade. “Mungkin Olimpiade 2016, tapi siapa tahu juga sudah bisa di Olimpiade 2012,” ujarnya sambil tersenyum. (DC/hk/yew)

Sumber : http://www.pbdjarum.com/

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis, Tokoh | Leave a Comment »

Li-Ning Singapore Youth International 2009 : Jaya Raya Berjaya Di Singapura

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on December 24, 2009


Bulutangkis.com – Klub Jaya Raya menuai sukses saat mengikuti kejuaraan bulutangkis kelompok junior Li-Ning Singapore Youth International 2009 yang berlangsung di Singapura dari tanggal 14 Desember hingga 20 Desember 2009 lalu.

Setelah menyelesaikan Sirkuit Nasional yang terakhir di Makassar dari tanggal 10 November hingga 14 November 2009lalu, klub Jaya Raya berpartisipasi mengikuti kejuaraan di luar Indonesia untuk menambah jam tanding bagi atlit-atlitnya. Sebuah langkah maju untuk menambah pengalaman bertanding atlit-atlitnya menghadapi lawan dari luar negeri.

Jaya Raya berhasil meraih 5 gelar juara dan 2 runner-up. Berikut hasil lengkap atlit Jaya Raya,

Kelompok BDU19 :

Subhan Hasan/ Agrippina Prima R.P. vs Robin Gonansa/ Chao Huang (SIN) 21-19, 21-14.

Kelompok GDU19 :

Eri Octaviani/ Dian Fitriani vs Fang Yu Lee/ Yu Lun Wu (TPE) 21-18, 21-15.

Kelompok GSU17 :

Dian Fitriani vs Rawinda Prajongjai (THA) 21-12, 13-21, 21-11.

Kelompok GDU17 :

Shella Devi Aulia/ Anggia Shita Awanda vs Pacharakamol Arkornsakul/ Rawinda Prajongjai (THA) 21-10, 21-15.

Kelompok GSU13 :

Wun Yan Huan (HKG) vs Lya Ersalita 21-16, 23-21.

Kelompok GDU 13 :

Lya Ersalita/ Ruselli Hartawan vs Pui Yeng Eng/ Thinaah Muralitharan (MAS) 21-10, 21-17.

Kelompok GSU11 :

Jia Min Yeo (SIN) vs Nalinica Rahardja 21-13, 21-7.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Sigit Relakan Kido/Hendra; Genjot Pelapis untuk Songsong Piala Thomas

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on December 24, 2009


JAKARTA – Sigit Pamungkas hanya bisa pasrah dengan keputusan mundurnya Markis Kido/Hendra Setiawan dari Pelatnas PB PBSI di Cipayung. Pelatih ganda pria itu tidak bisa berbuat apa-apa karena sebelumnya sudah berjanji mengizinkan mereka untuk mandiri di akhir tahun.

Bagi Sigit, Kido/Hendra adalah bekal utama untuk sukses menjadi pelatih. Siapa yang tidak suka melatih pemain terbaik pelatnas seperti mereka. Bahkan, sampai saat ini mereka masih yang terbaik di bulu tangkis dunia.

“Tapi, saya sudah berjanji dengan mereka. Saya harus penuhi janji tersebut dengan tidak menahan mereka mundur dari pelatnas,” ucap Sigit kepada Jawa Pos kemarin (22/12).

Menurut Sigit, Kido/Hendra sebenarnya sudah mengungkapkan niat untuk mengundurkan diri sejak Agustus lalu. Keinginan itu muncul setelah PB PBSI tidak mengirim Kido/Hendra ke Kejuaraan Dunia di Hyderabad, India, karena Kido mengalami masalah hipertensi.

“Saat itu saya berusaha menahannya. Saya minta mereka bertahan hingga akhir tahun. Sebab, waktunya nanggung kalau mundur saat itu. Pada waktu itu, saya janji merelakan mereka mundur pada akhir tahun ini,” kata Sigit.

Menurut Sigit, menahan Kido/Hendra tetap di Cipayung juga tidak akan membuahkan hasil maksimal. Sebab, semangat Kido sudah banyak menurun dalam latihan sejak dia divonis sakit hipertensi. “Saya semakin mantap melepas mereka, karena mereka berjanji bersedia masuk timnas jika dipanggil,” beber Sigit.

Mundurnya pasangan terbaik itu tentu saja membuat Sigit harus bekerja ekstra untuk meningkatkan kemampuan para pelapis. Target paling dekat adalah tampil di Piala Thomas di Malaysia, 9-16 Mei tahun depan. Pasangan yang digadang-gadang Sigit bisa menjadi penerus Kido/Hendra adalah Bona Septano/Muhammad Ahsan dan Rian Sukmawan/Yonathan Suryatama Dasuki.

Untuk program jangka panjang, Sigit berencana memasangkan Ahsan dengan Yoke (sapaan Yonathan). Sementara itu, Bona akan diduetkan dengan Rian. Selain itu, Sigit mempromosikan ganda pratama Angga Pratama/Yohanes Rendy Sugiarto.

“Saya sudah menyiapkan rancangan itu. Saat ini, saya tinggal menunggu keputusan pengurus terkait rencana saya memanggil Angga/Rendy,” sebut Sigit.

Terpisah, Hendra membenarkan keputusannya bersama Kido untuk mundur dari Cipayung. Hendra tidak memungkiri bahwa yang mengalami kendala sebenarnya adalah Kido. Tapi, sebagai partnernya, Hendra merasa berat kalau harus berpisah dengan Kido.

“Saya sudah bersama Kido sejak junior. Kalau saya tidak ikut mundur, sangat sulit bagi saya untuk mencari pasangan. Saya harus mulai dari nol, karena harus mencocok permainan, karakter, persepsi, dan banyak hal lain,” tutur Hendra.

Karena itu, pebulu tangkis 25 tahun tersebut memutuskan tetap bersama Kido. Meski, konsekuensinya adalah harus mundur dari pelatnas. “Kami sudah memikirkan itu matang-matang. Saya rasa, ini keputusan yang terbaik. Apalagi, meski di luar pelatnas, kami tetap bisa membela tim nasional,” ungkap Hendra. (fim/ang)

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

 
%d bloggers like this: