SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    December 2009
    M T W T F S S
    « Nov   Jan »
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    28293031  
  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 5,029 other followers

Archive for December 27th, 2009

Kido/Hendra Tampil di Copenhagen Masters

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on December 27, 2009


JAKARTA, KOMPAS.com — Ganda putra juara Olimpiade Beijing 2008, Markis Kido/Hendra Setiawan, akan tampil dalam turnamen Copenhagen Masters di ibu kota Denmark, Kopenhagen, 27-29 Desember.

“Ya berangkat,” kata Markis, Rabu (9/12/09), saat dikonfirmasi mengenai keikutsertaannya dalam turnamen tahunan berhadiah 310.000 krone Denmark (sekitar Rp 579,876 juta) tersebut.

Selain pasangan peringkat tiga dunia itu, dalam turnamen invitasi yang tidak mempertandingkan ganda putri tersebut, Indonesia juga akan diwakili Simon Santoso dan ganda campuran Nova Widianto/Liliyana Natsir.

Simon akan bersaing dengan dua pemain tuan rumah, Peter Gade dan Jan O Jorgensen, serta Marc Zwiebler dari Jerman. Sedangkan Kido/Hendra adalah satu dari empat ganda putra yang ambil bagian, termasuk di dalamnya adalah pasangan Denmark, Mathias Boe/Carsten Mogensen, dan Lars Paaske/Jonas Rasmussen, serta pasangan Mak Hee Chun/Tan Wee Kiong dari Malaysia.

“Lawannya berat-berat juga, terutama dua pasangan Denmark itu ditambah pasangan Malaysia yang masih muda,” kata Kido soal calon pesaingnya.

Adapun Nova/Liliyana akan bersaing dengan pasangan-pasangan tangguh, di antaranya, juara Final Super Series 2009 Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen (Denmark) dan juara dunia Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl (Denmark). Selain itu, masih ada pasangan Polandia Robert Mateusiak/Nadiezda Kostiuczyk.

Berikut ini nama-nama peserta Copenhagen Masters 2009:

*Tunggal putra:

*Peter Gade, Denmark

*Jan Jorgensen, Denmark

*Chong Wei Feng, Malaysia

*Simon Santoso, Indonesia

*Marc Zwiebler, Jerman

*Tunggal putri:

*Tine Rasmussen, Denmark

*Lydia Cheah, Malaysia

*Yao Jie, Belanda

*Ganda putra:

*Mathias Boe/Carsten Mogensen, Denmark

*Lars Paaske/Jonas Rasmussen, Denmark

*Mak Hee Chun/Tan Wee Kiong, Malaysia

*Markis Kido/Hendra Setiawan, Indonesia

*Ganda campuran:

*Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen, Denmark

*Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl, Denmark

*Nova Widianto/Lilyana Natsir, Indonesia

*Robert Mateusiak/Nadiezda Kostiuczyk, Polandia

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Sony-Alvent Gabung setelah Tahun Baru

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on December 27, 2009


SURABAYA – Jatim terus mempersiapkan diri jelang turun di Kejurnas Bulu Tangkis 2009. Even itu seharusnya dilangsungkan bulan ini. Tapi, karena bersamaan dengan pelaksanaan SEA Games XXV di Laos awal bulan lalu, kejuaraan itu pun ditunda pada 26-30 Januari mendatang. Sebagaimana perencanaan awal, even tersebut tetap dihelat di Surabaya dan mempertandingan sederet nomor di kategori taruna dan dewasa.

Aji Santoso, koordinator pelatih tim Jatim, menyatakan, para pebulu tangkis Jatim mempersiapkan diri sejak dua pekan terakhir. Mereka tergabung dalam tim bayangan, yang berjumlah 47 atlet. Anggota tim tersebut diambil dari atlet-atlet yang memiliki peringkat nasional tinggi serta para juara di kejurda bulu tangkis Jatim bulan lalu.

”Pertengahan Januari nanti, mereka disusutkan menjadi 40 pemain saja,” papar Aji. ”Pria dan wanita, masing-masing 20 orang,” lanjut pria yang juga pelatih Jaya Raya Suryanaga (JRSN) tersebut.

Dia menambahkan, di antara jumlah itu, dialokasikan empat tunggal (pria dan wanita), tiga ganda (pria dan wanita), dan dua ganda campuran. ”Konfigurasi tersebut sesuai dengan kuota yang diberikan PB PBSI kepada Jatim,” jelasnya.

Dalam kejuaraan tersebut, dipastikan bakal terjadi bentrokan sengit antardaerah. Selain mengandalkan pemain yang berdomisili di daerah masing-masing, para pebulu tangkis berkaliber internasional diizinkan untuk kembali membela daerahnya.

”Kami mengandalkan Sony (Dwi Kuncoro), Alvent (Yulianto), dan anak-anak pelatnas pratama, seperti Siswanto dan Tike (Tike Arieda Ningrum),” ucap pria yang menjadi manajer JRSN saat menjuarai Piala KONI Surabaya pekan lalu.

Para pemain top itu bakal bergabung dengan anggota tim lain setelah tahun baru dan langsung berlatih bersama.

Menurut Aji, dalam kejuaraan yang akan dihelat di GOR Sudirman, Surabaya, tersebut, DKI Jakarta, Jabar, dan Jateng menjadi pesaing berat. DKI bakal mengandalkan atlet-atlet dari PB Tangkas dan PB Jaya Raya.

Di Jabar, ada para pebulu tangkis PB Mutiara dan PB SGS. Jateng akan ditopang para pebulu tangkis PB Djarum. (nar/diq)

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Fokus Utama Benahi Sektor Wanita

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on December 27, 2009


JAKARTA – Tantangan superberat akan dihadapi PB PBSI pada tahun depan. Selain gelaran super series, pada 2010 terdapat dua even besar. Yakni, Piala Thomas-Uber dan Asian Games XVI.

PBSI jelas butuh kerja ekstra untuk menghadapi tantangan berat tersebut. Apalagi, kondisi mereka saat ini cukup mengkhawatirkan.

Dengan apa yang ada saat ini, Indonesia terancam nihil prestasi di even bulu tangkis internasional tahun depan. PBSI memiliki pekerjaan rumah yang cukup besar tidak hanya di sektor wanita. Mereka juga harus segera mengurai problem di sektor ganda pria seiring dengan keputusan mundur Markis Kido/Hendra Setiawan dari pelatnas.

”Situasi tahun depan memang akan lebih sulit. Kami menyadari itu. Karena itu, kami segera melakukan pembenahan,” kata I Gusti Made Oka, wakil ketua umum II PBSI.

Pembenahan tersebut akan dilakukan di semua sektor. Sebab, secara keseluruhan, pencapaian pebulu tangkis Indonesia di semua sektor menurun pada 2009 ini. Baik di tunggal pria, ganda pria, tunggal wanita, ganda wanita, maupun ganda campuran.

Kendati semua disentuh, tidak bisa dimungkiri fokus utama pembenahan adalah kelompok wanita. Pada 2009 ini, tidak ada prestasi membanggakan yang mampu dicetak pebulu tangkis wanita Indonesia, baik di nomor tunggal maupun ganda. Satu-satu hasil yang bisa menjadi pelipur lara adalah medali perak SEA Games XXV pada nomor beregu.

“Ini (sektor wanita) adalah pekerjaan utama yang harus segera dikerjakan. Bukan hanya hal teknis yang menjadi perhatian, namun juga soal mental. Jika ini tidak dilakukan, kita akan sulit bersaing di Piala Uber,” tutur Oka.

Pembenahan sektor itu memang terkesan rumit. Apalagi, persediaan pebulu tangkis berkualitas di sektor wanita cukup terbatas.

“Kami belum melihat ada yang menonjol di luar pelatnas. Karena itu, kami akan serius membenahi mental pemain yang ada di pelatnas,” papar Oka.

Bagaimana sektor pria? Menurut Oka, kondisinya pun tidak jauh berbeda. Lebih-lebih di sektor ganda pria, pelatnas bakal kehilangan ganda terbaiknya, Kido/Hendra.

Mau tidak mau, PBSI harus segera mengambil keputusan untuk mempertahankan Kido/Hendra atau sebaliknya, melepas dan menunjuk pebulu tangkis yang promosi. “Kami segera mengambil sikap. Awal tahun kami akan melakukan pembicaraan. Bukan hanya di ganda, tapi juga tunggal. Mungkin akan ada promosi di dua sektor tersebut,” sebut Oka.

Pintu promosi memang harus dibuka PBSI di sektor pria. Apalagi, di ganda pria, Sigit Pamungkas yang menangani sektor tersebut sudah membuka pintu bagi ganda muda, Angga Pratama/Yohanes Rendy Sugiarto. Di sektor tunggal, nama Dionysius Hayom Rumbaka dari PB Djarum pun bisa diberi kesempatan. (fim/diq)

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Siapa Penerus Markis Kido/Hendra Setiawan ?

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on December 27, 2009


Bulutangkis.com – PBSI kembali mendapat cobaan yang berat. Satu persatu pelatih dan pemain hengkang dari pelatnas. Berawal dari Vita Marissa, pemain spesialis ganda ini membuat kejutan di awal tahun 2009 dengan mengundurkan diri dari hiruk pikuk pelatnas.

Kemudian diikuti oleh pemain senior Alvent Yulianto. Selanjutnnya, Hendrawan, pelatih tunggal, mantan juara dunia tunggal putra memutuskan untuk berkarya di negeri tetangga, Malaysia. Akhir tahun 2009, dunia bulutangkis Indonesia kembali terhenyak. Peraih medali emas Beijing 2008, Markis Kido/ Hendra Setiawan melayangkan surat pengunduran dirinya dari pelatnas.

Jika Vita Marissa keluar dari pelatnas beralasan dengan masalah kontrak, Markis Kido/ Hendra Setiawan memutuskan keluar dengan alasan ingin mencoba bermain secara profesional. Surat pengunduran Juara Dunia ganda putra 2007 ini telah dilayangkan ke PBSI sebelum pelaksanaan Sea Games Laos 2009 dimulai.

Meski menyatakan siap membela tim nasional, namun dengan mundurnya Markis Kido/ Hendra Setiawan membuat kekuatan Indonesia di ganda putra semakin melemah. Pemain lapis kedua ganda putra Indonesia belum masih belum siap menerima tongkat estafet dari sang peraih medali emas Sea Games 20009.

Ganda putra nomor dua Indonesia, Mohamad Ahsan/ Bona Septano meski pernah menjadi juara pada turnamen Bingo Bonanza Philippine Open Grand Prix Gold 2009, penampilan mereka berdua di ajang Super Series masih labil. Meski pernah mengalahkan pemain top macam Lars Paske/ Jonas Rasmusen, Ahsan/ Bona belum bisa menjaga konsistensi permainan. Kalah di babak awal turnamen kerap terjadi. Penampilan terbaik mereka di ajang turnamen kategori Super series baru hanya baru bisa sampai babak perempat final, yakni di Korea Super Series 2009, All England 2009 serta Prancis Open Super Series 2009.

Finalis Japan Super Series 2009, Yonathan Suryatama Dasuki/ Rian Sukmawan juga sama. Nasib kurang beruntung di tahun 2009 dialami bagi pasangan yang tahun ini baru bergabung dengan pelatnas. Berulang kali Yoke (pang%@!#$&n akrab Yonathan)/ Rian bertemu dengan pemain-pemain dari Malaysia, Koo Kean Keat/ Tan Boon Heong atau Mohd Zakry Abdul Latif/ Mod Fairuzizuan Mod Tazar di babak-babak awal turnamen super series. Yoke/ Rian di tahun ini hanya baru bisa sekali mengalahkan Pasangan nomor dua Malaysia, Mohd Zakry Abdul Latif/ Mod Fairuzizuan Mod Tazar. Sedangkan dengan pasangan utama Malaysia Koo Kean Keat/ Tan Boon Heong, Yoke/ Rian belum pernah menang sekalipun.

Di lapis berikutnya lebih memprihatinkan lagi. Setelah pemain senior macam Alvent Yulianto, Luluk Hadiyanto, Hendra Aprida Gunawan, Joko Riyadi tak lagi menghuni pelatnas, stok pemain ganda putra belum memperlihatkan regenerasi yang mulus.

Fernando Kurniawan/ Lingga Lie, Afiat Yuris Wirawan/ Wiqi Windarto belum juga memperlihatkan prestasi yang menggembiarakan. Di sepanjang tahun ini, Fernando Kurniawan/ Lingga Lie belum mampu meraih satu gelarpun. Jangankan di kelas Grand Prix, dikelas Challenge pun kedua pasangan ini selalu gagal. Bahkan di turnamen Astec Ultra Milk Open Indonesia International Challenge 2009 Fernando/ Lingga kalah dari pemain pratama Angga Pratama/ Rian Agung Saputra. Prestasi terbaik kedua pasangan ini hanya sekali sebagai semifinalis di Vietnam International Challenge 2009. Peringkat mereka pun melorot dari 24 per tanggal 30 Juli 2009 menjadi 36 per tanggal 17 Desember 2009.

Minimnya pertandingan yang diikuti oleh Afiat Yuris Wirawan/ Wifqi Windarto menjadi salah satu penyebab mandegnya prestasi pasangan ini. Meski prestasi mereka berdua sedikit lebih baik dibandingkan dengan Fernando Kurniawan/ Lingga Lie, namun peringkat mereka per 17 Desember 2009 hanya berada di posisi 45. Dua kali pasangan ini sempat menjadi semifinalis di Vietnam International Challenge 2009 dan Macau Grand Prix Gold 2009.

PBSI harus mengambil langkah yang tepat untuk mengantisipasi masalah ini. Regenerasi menjadi kata kunci dan menjadi satu keharusan, jika Indonesia tidak ingin ketinggalan dari negara lain.

Dua even besar di tahun depan sudah menanti di depan mata. Putaran Thomas-Uber bulan Mei di Malaysia serta Asian Games bulan November 2010 di Guangzhou, China. Mulai dari sekarang PBSI mengatur pandai strategi, apalagi dengan minimnya stok pemain yang dimiliki PBSI. (Arief Rachman).

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

 
%d bloggers like this: