SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

  • BADMINTON GAME

  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 2,700 other followers

Rendy Sugiarto : Sang Juara Asia Yunior

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on January 6, 2010


Dengan arahan orang tuanya, Iman Sugiarto dan Herrawati Koesoemo untuk menggeluti dunia bulutangkis memang tidak salah. Rendy Sugiarto, pemuda kelahiran Banyumas, 16 Agustus 1991 ini tercatat mencetak prestasi yang patut dibanggakan di tahun 2009. Menjuarai Badminton Asia Youth Under 19 Malaysia 2009 menjadi bukti bahwa Rendy adalah salah satu atlet potensial yang dapat menjadi tonggak prestasi Indonesia di bulutangkis internasional masa depan. Rendy Sugiarto yang berpasangan dengan Angga Pratama mengalahkan unggulan pertama Yew Hong Keng/ Yao Han Ow (Malaysia) difinal 21-15, 21-16. Kemenangan Rendy/Angga menjadi non-china satu-satunya yang meraih gelar, setelah China menjuarai empat nomor lainnya.

Pemuda bertinggi 180cm ini kembali berpasangan dengan Angga pada Kejuaraan Dunia Yunior 2009. Sayang mereka terhenti dibabak semifinal oleh pasangan Malaysia, yang kemudian menjadi juara Kah Ming Choi/Yao Han Ow 21-13, 15-21 dan 18-21.

Menggeluti bulutangkis dari usianya yang ke lima, Rendy diarahkan orang tuanya untuk bergabung dengan PB Kartika di Purwokerto hingga tahun 2002, Rendy berhasil bergabung dengan PB Djarum, namun ia hanya bertahan satu tahun. “Dulu waktu saya awal di Djarum itu, saya masih kecil jadi sering ingat orang tua” ungkapnya melalui salah satu fasilitas ngobrol online.

Anak ketiga dari tiga bersaudara ini memang tak main-main dengan bulutangkis. Setelah tidak lagi berlatih di PB Djarum pada saat itu, Rendy kembali ke klub lamanya yaitu PB Kartika hingga tahun 2007, kemudian ia berhijrah ke PB Ratih sebelum akhirnya kembali bergabung dengan PB Djarum pada awal tahun 2009. Keseriusannya berlatih pun terbayar sudah, impian untuk bisa masuk ke tim nasional dan memperkuat negara seperti yang selalu di idamkan hampir semua atlet menjadi kenyataan, April 2009 pun Rendy resmi menjadi squad merah putih dan menjadi penghuni pelatnas pratama (saat itu di Magelang)

Dengan catatan yang cukup gemilang sepanjang 2009, Rendy pun memasang target untuk bisa lebih baik di tahun 2010, “target saya tahun 2010, bisa mengikuti kejuaraan challenge, grand prix,syukur kalau bisa superseries” ungkapnya.

Jadwal latihan yang padat dan rutinitas yang hampir sama setiap hari, Ucil, begitu ia akrab disapa rekan-rekannya, selalu menyempatkan diri untuk berjalan-jalan ke mall “yah, kalau lagi jenuh paling cuma ke mall aja, terus maen play station deh”. (IR/hk/ yew)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,700 other followers

%d bloggers like this: