SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    May 2010
    M T W T F S S
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    24252627282930
    31  
  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 5,029 other followers

Archive for May, 2010

Calon Juara Masa Depan

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on May 31, 2010


Bandung – PB Djarum memang hanya meraih empat gelar juara di Djarum Sirkuit Nasional (Djarum Sirnas) Jawa Barat yang digelar di Kota Kembang. Empat gelar tersebut dipersembahkan oleh Febby Angguni, Yeni Asmarani, Syafitri Nur Azizah, dan pasangan peraih dua Djarum Sirnas, Rangga Yave Rianto/Praveen Jordan.

Tak ada nama Kevin/Arya yang biasanya tampil sebagai juara di nomor Ganda Remaja Putra. Tidak juga Riyanto yang mendominasi nomor Tunggal Taruna Putra. Demikian pula teriakan kemenangan Jones Ralfy Jansen/Dandi Prabudita di Ganda Taruna Putra. Ini terjadi bukan karena mereka tak berprestasi, tapi mereka dicoba untuk bermain di level yang lebih tinggi.

Catatan gemilang pun ditorehkan para pebulutangkis muda ini. Jones/Dandi berhasil melaju hingga semifinal dengan menumbangkan dua pasangan pelatnas, Rizky Yanu Kresnayandi/Albert Saputra dan Andrei Adistia/Rachmat Ardianto. Walaupun akhirnya kandas di tangan Jones/ Dandi  kalah dari pasangan senior Markis Kido/Hendra Setiawan tetapi mereka sempat memberikan perlawanan pada awal-awal set kepada juara dunia dan Olimpiade tersebut. Riyanto pun melangkah mulus ke semifinal setelah menumbangkan atlet Pelatnas, Ari Trisnanto. Kevin/Arya pun menembus semifinal dengan mengalahkan unggulan pertama Hardianto/Ivandi Danang, dan membabat Christian Gosai/Alapacino Koto.

Riyanto sendiri menanggapi kekalahannya dari Alamsyah di semi final dengan santai. Ia mengungkapkan bahwa memang permainannya belum satu level dengan Alamsyah. “Tingkat permainannya beda, tapi mungkin nanti saya akan bisa lebih baik,” ungkap Riyanto. Riyanto kandas di tangan Alamsyah dengan 9-21 dan 14-21.

Catatan prestasi mereka di kelasnya memang sudah tak perlu dipertanyakan. Dengan hasil yang ditoreh mereka di Djarum Sirnas bandung, kiprah mereka di level diatasnya pun menjanjikan. Inilah mereka, atlet muda yang siap untuk menjadi penerus tongkat estafet supremasi bulutangkis Indonesia. Jika mereka terus konsisten dan terus berlatih, maka bukan suatu hal yang mustahil mereka akan diperhitungkan atlet dunia dimasa yang akan datang.

Dengan lebih awalnya mereka memasuki kelas barunya, maka diharapkan mereka akan lebih cepat matang dan menjadi atlet muda terbaik yang bisa dimiliki Indonesia. (IR/HK)

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Simon Unggulan 6, Sony ke 7

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on May 29, 2010


JAKARTA, Kompas.com – Dua tunggal putera pelatnas, Simon Santoso dan Sony Dwi Kuncoro diunggulkan di tempat 6 dan 7 turnamen bulu tangkis Super Series Singapura.

Di peringkat BWF pekan ini, Simon Santoso menempati peringkat 11, satu tingkat dia atsa rekannya, Sony Dwi Kuncoro. Di atas mereka terdapayt pemian senior Taufik HIdayat yang berada di peringkat 5. Namun di turnamen Singapura kali ini, Tauifik absen.

Turnamen Super Series Singapura ini akan berlangsung 15-20 Juni mendatang. Dalam turnamen ini, pertingkat utama dunia asal Malaysia, Lee Chong Wei menempati unggulan utama. Pebulu tangkis peringkat dua dunia, Lin Dan absen setelah memperkuat China mempertahankan Piala Thomas di Malaysia, dua pekan lalu.

Pemain Indonesia lainnya, Nova Widianto/Liliyana Natsir menempati unggulan pertama nomor ganda campuran. Meski telah memutuskan akan berpisah tahun ini, Nova/Butet sampai saat ini masih menempati peringkat utama dunia.

Sementara peraih medali emas olimpiade Beijing 2008, Markis Kido/Hendra Setiawan menempati unggulan kedua ganda putera, di bawah pasangan Malaysia, Koo Kien Keat/Tan Boon Heong.

Berikut daftar Unggulan

Tunggal Putra

1. Lee Chong Wei [MAS]

2. Peter Hoeg Gade [DEN]

3. Nguyen Tien Minh [VIE]

4. Boonsak Ponsana [THA]

5. Jan O Jorgensen [DEN]

6. Simon Santsoso [INA]

7. Sony Dwi Kuncoro [INA]

8. Kenichi Tago [JPN]

Tunggal Putri

1. Saina Nehwal [IND]

2. Tine Rasmussen [DEN]

3. Zhou Mi [HKG]

4. Lu Lan [CHN]

5. Eriko Hirose [JPN]

6. Yao Jie [NED]

7. Bae Seung Hee [KOR]

8. Yip Pui Yin [HKG]

Ganda Putra

1. Koo Kien Keat/Tan Boon Heong [MAS]

2. Markis Kido/Hendra Setiawan [INA]

3. Mathias Boe/Carsten Mogensen [DEN]

4. Lars Paaske/Jonas Rasmussen [DEN]

5. Hendra Aprida Gunawan/Alvent Yulianto Chandra [INA]

6. Lin Yu Lang/Chen Hung Ling [TPE]

7. Lee Wan Wah/Choong Tan Fook [MAS]

8. Howard Bach/Tony Gunawan [USA]

Ganda Putri

1. Satoko Suetsuna/Miyuki Maeda [JPN]

2. Mizuki Fujii/Reika Kakiiwa [JPN]

3. Anastasia Russkikh [RUS]/Petya Nedelcheva [BUL]

4. Cheng Wen Hsing/Chien Yu Chin [TPE]

5. Lee Hyo Jung/Kim Min Jung [KOR]

6. Savitree Amitapai/Vacharaporn Munkit [THA]

7. Ha Jung Eun/Jung Kyung Eun [KOR]

8. Laura Choinet/Weny Rasidi [FRA]

Ganda Campuran

1. Nova Widianto/Liliyana Natsir [INA]

2. Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl [DEN]

3. Hendra Aprida Gunawan/Vita Marissa [INA]

4. Robert Mateusiak/Nadiezda Zieba [POL]

5. Songphon Anugritayawon/Kunchala Voravichitchaikul [THA]

6. Diju Valiyaveetil/Jwala Gutta [IND]

7. Shin Baek Cheol/Lee Hyo Jung [KOR]

8. Ko Sung Hyun/Ha Jung Eun [KOR]

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | 1 Comment »

Pekan Olahraga Nasional 2012 Riau : Hayom dan Febe Pimpin Jateng di PON

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on May 29, 2010


SEMARANG, Kompas.com – Atlet bulu tangkis pelatnas, Dionysius Hayom Rumbaka dan Maria Febe Kusumastuti, bakal memimpin tim Jawa Tengah pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII/2012 di Riau.

Ketua Umum Pengprov PBSI Jawa Tengah HM Anwari mengatakan, kedua atlet tersebut memenuhi persyaratan dari sisi umur untuk tampil pada pesta olahraga multievent empat tahunan mendatang.

“Pada saat PON di Riau mendatang, usia kedua pebulu tangkis masih di bawah 25 tahun, mengingat syarat untuk bisa tampil di PON maksimal usianya 25 tahun,” katanya, Sabtu (29/5/10).

Di samping kedua pebulu tangkis di nomor tunggal putra dan putri tersebut, kata dia, Jateng juga akan diperkuat pebulu tangkis ganda putra pelatnas, Mohammad Ahsan.

Ketiga pebulu tangkis Jawa Tengah ini memperkuat Indonesia pada perebutan Piala Thomas dan Uber di Kuala Lumpur, Malaysia, Mei 2010. Maria Febe menjadi tunggal pertama karena peringkat dunianya lebih baik dibandingkan pebulu tangkis yang lainnya.

Kemudian Hayom menjadi tunggal keempat setelah Taufik Hidayat, Sony Dwi Kuncoro, dan Simon Santoso. Tetapi Hayom justru sering dimainkan setelah Sony mengalami cedera saat melawan tim Thomas India, sedangkan M Ahsan juga beberapa kali tampil berpasangan dengan Alvent Yulianto.

Menurut dia, kalau Maria Kristin, Ryan Sukmawan, Jonathan Suryatama, Andre Kurniawan tidak bisa membela Jateng karena usia pada PON mendatang sudah lebih dari 25 tahun. Bahkan, Maria Kristin juga pernah meraih medali perunggu pada Olimpiade.

Sebelumnya Sekjen PB PBSI Jacob Rusdianto mengatakan, atlet pelatnas bisa tampil pada PON mendatang dengan syarat usianya di bawah 25 tahun dan belum pernah meraih medali emas, perak, dan perunggu Olimpiade serta emas pada Asian Games.

Anwari mengatakan, pembatasan usia bagi atlet yang tampil pada PON mendatang tidak menjadi persoalan bagi Jawa Tengah karena kekuatan atletnya sudah merata di semua nomor.

Ia menambahkan, pada PON mendatang selain diperkuat ketiga pebulu tangkis tersebut, juga akan diperkuat pebulu tangkis lain yang kini menghuni pelatnas di Cipayung Jakarta.

Di samping itu, katanya, prestasi pebulu tangkis kelompok taruna juga cukup bagus seperti tunggal putri Feby Angguni yang menjadi juara pada Sirkuit Bulu Tangkis Nasional di Jakarta beberapa waktu lalu. Bahkan, pada kejurnas di Surabaya akhir Januari 2010, dari lima nomor taruna, Jateng berhasil memenangi empat nomor.

“Saya kira tidak masalah dan justru peluang Jateng lebih besar untuk meraih prestasi di PON mendatang,” katanya.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Djarum Sirnas Bulutangkis Regional II Bandung : Kido/Hendra Dipaksa Bermain Rubber Game

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on May 29, 2010


Bulutangkis.com – Partai puncak Djarum Sirkuit Nasional (Djarum Sirnas) Bulutangkis Regional II di Bandung dimulai tepat pukul 13.00 WIB. Nomor ganda dewasa putra, menjadi nomor paling ditunggu setiap pecinta bulutangkis di GOR KONI di Jl. Jakarta ini. Ribuan penonton telah memadati GOR yang memiliki lima lapangan pertandingan ini, hingga tak ada lagi tempat yang tersisa untuk mereka duduk, sebagian besar penonton pun rela untuk berdiri.

Partai final mempertemukan juara Olimpiade Beijing, Markis Kido/Hendra Setiawan melawan atlet penuh pengalaman Flandy Limpele yang kali ini berpasangan dengan Hendra AG. Di game pertama, Kido/Hendra bermain diatas angin, mereka menang mudah 21-9.

Memasuki game kedua, Kido/Hendra terus tertekan, bola-bola smash yang mereka lancarkan selalu berhasil dikembalikan dengan sempurna oleh Flandy/Hendra AG, mereka tertinggal 6-11 di interval. Setelah interval pun permainan tetap sama Kido/Hendra tetap tertinggal 9-17, meskipun sempat memperkecil ketinggalan 14-18, tetapi smash Kido yang beberapa kali malah menyangkut di net membuat mereka kehilangan game kedua dengan 17-21.

“Tadi memang agak silau,” jelas Kido.

Di awal game penentuan, Kido/Hendra kembali tertinggal 6-8, namun mereka berhasil mengunci lawannya diangka tersebut untuk kemudian memimpin 11-8 di pergantian lapangan. Permainan tingkat dunia ini mengundang decak kagum para pecinta bulutangkis GOR KONI, penonton kembali bersorak saat rally-rally panjang berhasil dituntaskan pasangan andalan Indonesia tersebut, 15-15. Kembali, GOR pun riuh saat Kido berhasil menancapkan smashnya untuk unggul 19-16, dan kemudian menutup game ketiga ini dengan 21-18.

“Pertandingan yang melelahkan,” ungkap Kido usai pertandingan.

Kido dan Hendra sendiri mengakui bahwa keadaan lapangan cukup mempengaruhi permainan mereka hari ini, apalagi ditambah jadwal pertandingan yang ketat membuat mereka harus ekstra mengatur stamina.

Usai pertandingan, Kido/Hendra masing-masing melemparkan dua buah kaos dan satu buah raket, yang sontak membuat para pengunjung histeris dan berebut untuk bisa mendapatkan hadiah cuma-Cuma dari pasangan juara dunia tahun 2007 ini.

“Itu memang inisiatif kami untuk sedikit menghibur penonton,” ungkap Hendra. (Contribute: Image Dynamics)

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Djarum Sirnas Bulutangkis Regional II Bandung : Kejutan Jones/Dandi dan Kevin/Arya

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on May 29, 2010


Bulutangkis.com – Djarum Sirkuit Nasional (Djarum Sirnas) Bulutangkis Regional II di Bandung memasuki babak semi final pagi hari ini (Sabtu, 29/05/10) dan dilanjutkan babak final siang harinya. Ada dua kejutan fenomenal kali ini yang kami catat diraih atlit-atlit klub Djarum Kudus khususnya di ganda dewasa putra Jones Ralfi Jansen/ Dandi Prabudita dan ganda taruna putra Kevin Sanjaya/ Arya Maulana.

Jones Ralfi Jansen/ Dandi Prabudita yang kini bertarung di kelompok ganda dewasa putra berhasil menembus babak semi final walau masih berada di kelompok taruna. Jones/ Dandi unggulan (5/8) berhasil memupus harapan dua wakil pelatnas Rahmat Ardianto/ Andre Adistia unggulan (3/4) dan Risky Yanu Kresnayandi/ Albert Saputra. Jones/ Dandi di babak perempat final kemarin sore (Jumat, 28/05/10) menaklukkan Rahmat/ Andre yang sebelumnya merupakan seniornya di klub Djarum dua set langsug dengan skor 21-12, 21-19. Sebelumnya di babak ketiga Jones/ Dandi menaklukkan Kresnayandi/ Albert 21-19, 22-20 yang juga merupakan senior mereka saat di klub Djarum Kudus.

“Nothing to lose,’’ Jones mengungkapkan rahasia kemenangannya kepada Bulutangkis.com pagi tadi. ‘’Kita berdua optimis aja, pokoknya main sebaik mungkin, main maksimal, ngelawan terus dan gak gampang nyerah,’’ Jones menambahi.

Pagi ini Jones/ Dandi di babak semi final akan menghadapi pasangan ganda putra nasional Markis Kido/ Hendra Setiawan juara Olimpiade Beijing 2008 yang kini menjadi bintang peralatan bulutangkis Flypower. Markis Kido/ Hendra Setiawan melangkah ke semi final setelah di perempat final kemarin menaklukkan I Komang Sandy/ Tri Kusumawardhana unggulan (5/8) 21-9, 21-15.

Menarik unggkapan Jones saat ditanya peluangnya menghadapi Markis Kido/ Hendra Setiawan yang merupakan unggulan satu. ‘’Kita anggap aja ‘sparingin’ juara olimpiade di kejuaraan resmi. Lawan juara olimpiade ya anggap aja pertandingan olimpiade,’’ ungkap Jones optimis.

Langkah fenomenal Kevin Sanjaya/Arya Maulana

Pasangan ganda taruna putra Kevin Sanjaya/ Arya Maulana yang merupakan juara ganda remaja putra pada Sirnas Jakarta Open 2010 yang berlangsung minggu lalu di Jakarta kini turun di nomor ganda taruna putra berhasil menembus babak semi final.

Pada babak semi final pagi ini Kevin/ Arya yang menjadi unggulan (9/16) akan menghadapi rekannya satu klub di Djarum Kudus Sigit Sudrajad/ Kenas Adi H yang melaju ke babak semi final setelah menaklukkan rekannya dari klub Djarum Kudus Edi Subaktiar/ Felix Kinalsal 21-18, 21-13 yang merupakan juara di Sirnas Jakarta Open minggu lalu.

Langkah Kevin/ Arya cukup menarik perhatian, sebelum melangkah ke babak semi final pagi ini Kevin/ Arya secara mengejutkan menaklukkan unggulan satu dari Mutiara Bandung Hardianto/ Ivandi Danang lewat pertaruangan ketat tiga set dengan skor 15-21, 21-16, 21-17 di babak keempat. Pada babak perempat final kemarin Kevin Sanjaya/ Arya Maulana kembali bermain gemilang dengan menyingkirkan unggulan (9/16) Christian Gosai/ Alpacino Koto dari CBN Batam dua set langsung 21-19, 21-10. (fk)

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Djarum Sirnas Regional II Bandung : Markis Kido/Hendra Setiawan Ditunggu Publik Bandung

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on May 29, 2010


Bulutangkis.com – Kemeriahan Djarum Sirkuit Nasional (Djarum Sirnas) Regional II di Bandung semakin terasa kental, GOR KONI menjadi saksi kesemarakan gelaran akbar bulutangkis nasional ini. Seribu lebih peserta, kini hanya tinggal menyisakan para pebulutangkis terbaik di babak 16 besar.

Kehadiran Ketua Umum PBSI, Djoko Santoso di sambut oleh publik GOR KONI. Penonton pun kian semarak, setelah Taufik Hidayat, yang merupakan pebulutangkis asli Kota Kembang turut hadir di lapangan.

GOR yang memiliki dua tribun untuk penonton ini, semakin padat. Para pebulutangkis muda di kelas taruna membuka pertandingan setelah jeda Shalat Jum’at. Fikri Ihsandi Hatmadi dari PB Tangkas Alfamart, kali ini turun di kelas taruna. Fikri yang sudah kian tak terkalahkan di kelas remaja, akhirnya diputuskan untuk beruji coba di kelas taruna. Fikri pun menjawabnya dengan bermain cantik, ia berhasil lolos ke babak delapan besar. Setelah di babak 16 besar ia berhasil mengalahkan Leonardy Harlen, ia menang mudah 21-6 di game pertama, dan menutup game kedua dengan 22-20.

Partai yang paling ditunggu hari ini adalah nomor ganda dewasa putra, dimana bintang Djarum Sirnas, Markis Kido/ Hendra Setiawan bertanding melawan Darmiko/ Ferdian Fascal dari PB Djarum. Pertandingan ini menyedot perhatian para penonton yang hadir. Sontak mereka pun bergeser ke tribun yang tepat berada di belakang lapangan 2.

Sorakan dan tepuk tangan terus mengiringi pertandingan yang sudah dapat dipastikan siapa pemenangnya ini. Kendati demikian, pasangan Darmiko/Ferdian melakukan perlawanan yang patut diacungi jempol. Tak jarang Darmiko/ Ferdian melancarkan smash bertubi-tubi meskipun selalu berhasil dikembalikan dengan sempurna oleh pemegang medali emas Olimpiade Beijing ini.

Di game pertama, Kido/Hendra menang 21-15. Tetapi di game kedua, Kido/Hendra sempat tertinggal 3-4, penampilan Darmiko/ Ferdian lebih lepas, kejar mengejar angka pun lebih seru di game kedua ini. 11-10 Kido/ Hendra memimpin di interval.

Setelah interval, pukulan-pukulan atraktif dari Kido maupun Hendra mengundang sorak sorai dan decak kagum para pecinta bulutangkis di GOR KONI ini, mereka memimpin 18-16. Pasangan muda asal PB Djarum ini menyamakan kedudukan di 18-18, GOR pun bersorak setelah Kido/Hendra berhasil meraih tiga angka berturut-turut dan menang 21-18.

“Sebenarnya beban untuk menang di sirnas ini lebih berat, apalagi tagline yang dipasang kan “akankah mereka terkalahkan” jadi diharuskan menang,” ungkap Hendra.

Kido/Hendra sendiri langsung dikelilingi para penggemarnya usai pertandingan, sekedar untuk meminta tanda tangan ataupun foto bersama.

Darmiko/ Ferdian sendiri merasa sangat beruntung bisa bermain melawan pemain kaliber dunia. “Suatu kehormatan bagi kami bisa bertanding melawan atlet yang sarat prestasi seperti mereka, mereka juga merupakan idola kami,” ungkap Darmiko usai pertandingan. (Contribute: Image. Dynamics)

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Yongbo : Pro league a threat to national team

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on May 29, 2010


BEIJING: China’s badminton coach says a new professional league will threaten the national team’s success.

The Chinese Badminton Super League, from May 22-Aug. 9, was established by the national federation this year to better market the sport domestically.

However, coach Li Yongbo said the league’s season coincides with a number of international tournaments, causing his players to miss crucial warmups for major competitions.

Players will also exhaust themselves flying to and from their club and national commitments, and would have just 10 days to prepare between the season end and August’s World Championships in Paris, Yongbo was quoted as saying in yesterday’s China Daily newspaper.

“The national team players have to sacrifice a lot in order to play” in the league, said Yongbo, who coached the Chinese men to a fourth-straight victory earlier this month in the Thomas Cup. “I’m really worried about that.”

Badminton is popular in China and the state-run sports system has produced a steady stream of champions, including 2008 Olympic men’s and women’s gold medallists Lin Dan and Zhang Ning.

China’s women currently occupy the top five spots in the world rankings, while Chinese men hold the second and third spots. — AP

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Djarum Sirnas Bulutangkis Regional II Bandung Fajar Sidiq Ingin Masuk Pelatnas Tahun Depan

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on May 29, 2010


Bulutangkis.com – Jum’at (28/5) ini adalah hari libur nasional, dimana para penganut agama Budha, merayakan Hari Raya Waisak 2554, Bandung pun yang dikenal sebagai salah satu kota tujuan rekreasi dan wisata kuliner mulai dipadati para pelancong yang memanfaatkan hari libur ini. Tetapi, di GOR KONI di Jl. Jakarta, hari ini bukanlah hari libur, tetapi hari keempat penyelenggaraan Djarum Sirkuit Nasional (Djarum Sirnas) Regional II di Bandung.

Mendekati babak-babak akhir, GOR KONI semakin dipadati para penikmat bulutangkis. Dan semakin ketatnya persaingan membuat para penonton ikut hanyut dalam pertandingan-pertandingan yang digelar di lima lapangan ini.

Gemuruh penonton menyoraki pertandingan di lapangan satu, saat pemain tuan rumah asal PB SGS Elektrik, Fajar Sidiq melakoni babak 16 besar tunggal taruna putra. Fajar yang kini berada di tahun keduanya di kelompok umur taruna, melakoni pertandingan yang harus ia selesaikan dalam tiga game. Ia menantang runner up Djarum Sirnas Regional I Jakarta, Thomi Azizan Mahbub asal PB Djarum.

Fajar yang lahir di Bandung pada 14 Januari 1993 silam ini berhasil membalas kekalahannya atas Thomi di Djarum Sirnas Bandung tahun lalu. Bertanding dirumah sendiri, Fajar tak mau menyia-nyiakan dukungan publik GOR KONI. Meski sempat terseok di game pertama dengan tertinggal cukup jauh 10-21. Di game kedua pun, para pecinta bulutangkis sempat dibuat sangat tegang, saat ia malah tertinggal 8-11 di game kedua, tetapi kemudian ia berhasil mengejar ketertinggalannya dengan menyamakan angka di angka 15-15, jajaka Bandung ini membungkus 21-18 di game kedua.

Memasuki game ketiga, sorakan penonton membuatnya semakin bersemangat, kendati staminanya sudah terkuras habis, ia unggul jauh 15-8, sempat ia kehilangan irama dan kehilangan empat angka berturut-turut 18-14. Tetapi ia hanya memberi Thomi satu angka lagi sebelum menutup game ketiga dengan 21-15.

“Ini balasan kekalahan saya tahun lalu,” ungkapnya.

Fajar juga menjelaskan kekalahan di game pertama karena ia masih beradaptasi dengan lapangan, dan memang sudah tertinggal terlalu jauh. Sulit baginya untuk mengejar ketertinggalannya di game pertama, apalagi dengan selisih lebih dari tujuh poin,

“Mending ngotot di dua game berikutnya,” lanjutnya.

Fajar mengawali karier di dunia bulutangkis setelah ia selalu di ajak sang ayah Hendriyana untuk bermain bulutangkis. Ia pun mengaku bahwa di masa kecilnya, ia lebih sering bermain bola sebelum mengenal bulutangkis, tetapi setelah dikenalkan dengan bulutangkis ia malah mencintai olah raga ini.

“Dulu memang rumah deket lapangan bulutangkis, asalnya ga suka, tapi karena terus diajak akhirnya saya lebih milih bulutangkis,” kenangnya.

Perjalanan karier Fajar tidak seperti membalikkan telapak tangan. Ia sempat berganti klub sebelum akhirnya berlabuh di PB SGS Elektrik. Di awal kariernya ia bergabung bersama PB Kotab, setelah tiga tahun menempa kemampuannya di bulutangkis bersama klub pertamanya itu, akhirnya Fajar memutuskan untuk bergabung bersama PB SGS Elektrik di awal tahun 2009.

“Setiap pemain pasti ingin menang, dan saya pun tentu saja ingin menang, apalagi tahun ini saya sudah menjadi juara di Djarum Arena Cirebon,” papar atlet yang juga menggemari olah raga billiard ini.

Fajar pun mendapat dukungan penuh dari sang ibu, Widaningsih. Dukungan keluarga selalu menjadi motivasi tersendiri baginya, terlebih lagi kejuaraan berhadiah total Rp 190.000.000 ini digelar di kota asalnya. “Ingin membuat kedua orang tua saya bangga,” ungkap atlet asuhan Iie Sumirat ini.

Sebagai seorang pebulutangkis, tentu saja pasti ingin bercita-cita bisa masuk ke kawah candradimuka pelatihan nasional (Pelatnas) di Cipayung, Fajar pun tak segan-segan untuk menggantungkan cita-citanya dengan berlatih keras dan melawan rasa jenuhnya kegiatan latihan setiap hari. Ia dengan pasti menyebut 2011 sebagai tahun baginya untuk bisa bergabung bersama Pelatnas.

“Tahun depan saya ingin masuk Pelatnas,” pungkas jajaka yang memiliki tinggi badan 173 cm ini. (Contribute: Image Dynamics)

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Jateng ke PON 2012 Tanpa Kualifikasi

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on May 28, 2010


SEMARANG, Kompas.com – Tim bulu tangkis Jawa Tengah lolos ke Pekan Olahraga Nasional XVIII/2012 Riau tanpa harus melalui babak kualifikasi. Mereka dinilai merupakan tim yang kuat dan penyumbang atlet terbanyak di pelatnas.

Ketua Umum Pengprov PBSI Jawa Tengah, HM Anwari, mengatakan, selain Jateng yang lolos tanpa harus mengikuti babak kualifikasi adalah Jawa Barat, Jawa Timur, DKI Jakarta, ditambah tuan rumah Riau.

Lima provinsi yang langsung tampil pada babak utama di Riau mendatang, kata dia, tambahan lima lagi akan diambilkan dari daerah-daerah yang lolos dari babak kualifikasi.

Ketika ditanya kuota atlet kelima provinsi yang langsung lolos ke Riau, dia mengatakan, sampai kini masih dirapatkan di Jakarta dan belum ada keputusan dari Panitia Besar (PB) Pekan Olahraga Nasional (PON).

Ia menyebutkan, induk organisasi olahraga bulu tangkis di Tanah Air ini mengusulkan 16 atlet yang terdiri dari delapan putra dan delapan putri mengingat pada SEA Games maupun Asian Games, setiap negara juga diberi kuota sebanyak 16 atlet.

“Saya belum tahu apakah usulan PB PBSI itu disetujui PB PON atau tidak karena sampai kini masih ada rapat antara PB PON dengan pengurus besar cabang olahraga,” katanya, Kamis (27/5/10).

Pada PON-PON sebelumnya, kata dia, setiap provinsi hanya diberi kuota 13 atlet yang terdiri dari delapan putra dan lima putri. “Padahal pebulu tangkis putri juga cukup banyak,” katanya.

Anwari, yang juga Ketua Sub Bidang (Kasubid) Pengembangan Daerah PB PBSI, mengatakan, berdasarkan keputusan PB PBSI, pebulu tangkis yang bisa tampil pada pesta olahraga multievent empat tahunan di Riau mendatang adalah mereka yang usianya di bawah 25 tahun atau kelahiran 1987.

Jadi, kata dia, pebulu tangkis seperti Maria Kristin, Ryan Sukmawan, Jonathan Suryatama, Andre Kurniawan (Jateng), Sony Dwi Kuncoro (Jatim), Taufik Hidayat (Jabar), tidak bisa membela daerahnya pada PON mendatang karena usianya juga sudah lebih dari 25 tahun.

Peraturan lain berkaitan dengan pebulu tangkis yang bisa tampil di PON mendatang adalah mereka yang menghuni pelatnas tetap bisa turun membela daerahnya masing-masing dengan catatan usia tidak lebih dari 25 tahun.

Kemudian, pebulu tangkis pelatnas yang pernah meraih medali emas, perak, dan perunggu di Olimpiade, serta emas di Asian Games tidak boleh turun.

Anwari menambahkan, saat ini jumlah pebulu tangkis Jateng yang masuk program PPOP sebanyak sembilan atlet ditambah seorang pelatih. Kesembilan pebulu tangkis yang masuk PPOP Jateng di antaranya adalah Maria Febe Kusumastyuti, M Akhsan, Tantowi Ahmad, Nugroho Andi Saputra, Dionysius Hayom Rumbaka (pelatnas), Feby Angguni, Debby Susanto (pelatnas), Anisa Wahyuni, dengan pelatih Christian Hadinata.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Semoga Piala Thomas dan Uber Kembali

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on May 28, 2010


DEMAK, KOMPAS.com — Tiga mantan pebulu tangkis Indonesia, Alan Budi Kusumah, Susy Susanti, dan Haryanto Arbi, mengaku cukup geregetan dengan kegagalan tim bulu tangkis Indonesia yang mengikuti Thomas dan Uber Cup 2010 di Malaysia.

Menurut ketiganya, kegagalan tim Thomas dan Uber Indonesia tak lepas dari lambannya pembinaan atlet muda bulu tangkis.

“Ini tidak hanya peran klub bulu tangkis saja, tetapi pemerintah juga harus ambil bagian dalam pembinaan atlet-atlet muda agar bisa jadi kelas dunia,” kata Susy saat ditemui di kawasan Desa Wonosalam, Kecamatan Gajah, Demak, Jawa Tengah, Kamis (27/5/2010).

Sama seperti Susy, sang suami pun yang merupakan peraih medali emas Olimpiade 1992, Alan Budi Kusumah, juga menaruh harapan agar pembinaan atlet muda terus dikembangkan.

“Ya, tentunya kami berharap pada atlet muda kita yang berpotensi, pembinaan harus terus dikembangkan,” kata Alan.

Dengan pembinaan yang terus dikembangkan semenjak kegagalan di Malaysia, Haryanto optimistis Piala Thomas dan Uber akan kembali ke Tanah Air.

“Mudah-mudahan dua tahun lagi, apalagi Indonesia mencalonkan untuk menjadi tuan rumah Thomas dan Uber Cup, semoga. Kalau dikasih kesempatan, pemain muda kita pasti bisa,” tutup Haryanto.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

 
%d bloggers like this: