SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    June 2010
    M T W T F S S
    « May   Jul »
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    282930  
  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 5,029 other followers

Archive for June 3rd, 2010

Preview India Open Grand Prix Gold 2010

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on June 3, 2010


Walaupun tidak dengan kekuatan penuh, Indonesia mengirimkan pasukan ke Chennai untuk berlaga di India Open Grand Prix Gold 2010 yang akan berlangsung 8-13 Juni pekan depan. Dari peta persaingan yang ada, Indonesia berharap membawa pulang gelar dari pemain-pemain lapis kedua Indonesia tersebut..

Muhammad Rijal/Debby Susanto sebagai unggulan keempat di partai ganda campuran yang hanya diramaikan oleh 19 pasangan nampaknya lebih berpeluang merebut gelar juara. Pasangan lulusan PB Djarum yang sekarang menghuni Pelatnas ini telah dipasangkan selama setahun belakangan dan berhasil melaju ke babak semifinal di Philippine Grand Prix Gold tahun lalu. Pasangan yang perlu mereka cermati dengan sangat hati-hati adalah unggulan pertama asal tuan rumah, Jwala Gutta/Diju Valiyanti yang diharapkan akan bertemu Rijal/Debby di semifinal –tentunya tanpa mengurangi kewaspadaan terhadap lawan-lawan lainnya.

Berry  Angriawan - Mohammad UlinnuhaPartai ganda putra juga tampak sangat menjanjikan dengan putra-putra PB Djarum yang telah terbukti kepiawaiannya. Sebutlah Berry Angriawan/Muhammad Ulinnuha yang menjuarai semua turnamen internasional yang mereka ikuti tahun lalu: Auckland International, Lao International Challenge, dan XI Giraldilla Internacional. Kemudian ada pula Afiat Yuris Wirawan yang biasanya berpasangan dengan Wifqi Windarto, sekarang dicoba dipasangkan dengan Rendy Sugiarto yang sama-sama putra PB Djarum. Dan Rijal tentunya tak lupa ikut menjajali partai ganda putra; kali ini bersama Muhammad Rizki Delynugraha.

Hambatan di ganda putra yang terlihat adalah unggulan pertama asal Malaysia, Fairuzizuan Tazari/Zakry Abdul Latif yang kemungkinan akan berpapasan dengan Berry/Ulinnuha di semifinal dan unggulan kedua asal tuan rumah berperingkat 19 dunia, Thomas Sanave/Rupesh Kumar. Fairuz/Zakry berada di peringkat 14 dunia dengan catatan terbaik menjadi semifinalis Kejuaraan Dunia tahun lalu. Sedangkan Thomas/Rupesh adalah jawara New Zealand Grand Prix Open dan Bitburger Open tahun lalu.

Bagaimana dengan ganda putri? Dengan empat perwakilan merah-putih di kolam berisikan 16 pasangan saja, tentu saja mereka sangat berpeluang merebut gelar. Emblem unggulan keempat tersanding di bahu Komala Dewi/Keshya Nurvita Hanadia, semifinalis Vietnam International Challenge 2010. Ikut berjuang bersama mereka adalah Jenna Gozali/Variella Aprilsasi Putri Lejarsari, Debby Susanto/Puspita Richi Dili, dan Della Destiara Haris/Suci Rizki Andini yang diharapkan juga dapat menyuguhkan kejutan-kejutan menarik.

Kita tunggu kabar baik dari Chennai. (DC)

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Vita Marissa : Tidak Cukup Kata Maaf

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on June 3, 2010


Bulutangkis.com – “Melalui pertemuan ini kami tidak bermaksud ribut dengan PBSI, kami hanya ingin ada perbaikan pada bulutangkis Indonesia di kemudian hari,’’ ungkap Vita Marissa tersendat menahan rasa haru saat mengawali acara jumpa pers yang berlangsung di Kafe Pride, Senopati, Jakarta Selatan kemarin sore (Rabu, 01 Juni 2010). Vita Marissa ditemani oleh Hendra A. Gunawan sementara Alvent Yulianto Chandra berhalangan hadir karena masih berada di Jepang mengikuti kejuraan liga Jepang.

Vita Marissa, Alvent Yulianto Chandra dan Hendra A. Gunawan tidak terdaftar pada kejuaraan Indonesia Open Super Series 2010 yang akan berlangsung di Jakarta pada 22-27 Juni 2010. Tiga atlit utama bulutangkis Indonesia yang kini berkiprah di jalur professional tidak bisa bermain yaitu pasangan ganda campuran Vita Marissa/ Hendra A. Gunawan peringkat 4 dunia dan pasangan ganda putra Alvent Yulianto Chandra/ Hendra Aprida Gunawan yang merupakan peringkat 7 dunia.

‘’Kami mengetahui saat sirnas di Bandung,’’ ungkap Hendra. “Lagi luang waktu saya mencoba lihat entry list pada Singapura Open ada, sementara yang Indonesia Open ternyata kami tidak terdaftar,’’ Hendra menjelaskan. Yang menarik adalah bahwa nama Vita Marissa terdaftar pada nomor ganda putri berpasangan dengan atlit Thailand Saralee Thoungthongkam.

Vita menjelaskan bahwa mereka telah melakukan pendaftaran jauh hari pada tanggal 4 Mei. Permohonan pendaftaran sekaligus untuk dua kejuaraan yaitu Singapura Terbuka dan Indonesia Terbuka. Proses pendaftaran juga mengikuti aturan yang ditetapkan PBSI yaitu bahwa permohonan pendaftaran atlit-atlit non pelatnas harus dari klub yang bersangkutan diajukan ke Pengprov (Pengurus Provinsi) yang diteruskan ke PB. PBSI.

“Saya kecewa berat,’’ ungkap Vita. ‘’Kejadian ini sangat berpengaruh, peluang kami tampil di publik sendiri hilang, poin kami pasti terpengaruh, juga untuk akan berpengaruh dalam menghadapi final super series akhir tahun. Juga ada penalti yang kemungkinan dilakukan dari sponsor,’’ lanjut Vita. ”Saya bisa dikenakan penalti sebesar USD 2.000,” jelas Vita mengacu isi kontraknya dengan sponsor. Sementara Hendra mengungkapkan dirinya mungkin akan dikenakan penalti sebesar 5%, begitu juga dengan Alvent.

Vita dan Hendra berharap agar kiranya PBSI bisa terbuka untuk menjelaskan apa sebenarnya yang terjadi. ‘’Saat ini kami baru menerima permintaan maaf melalui sms dari pegawai PBSI yang keliru melakukan pendaftaran,’’ jelas Vita. Vita juga menilai sikap PBSI sementara ini terkesan meremehkan mereka. ‘’Tidak cukup kata maaf. Kami masih menunggu langkah yang akan diambil PBSI.’’ tambah Vita.

Sehari sebelumnya saat Bulutangkis.com mengontak Yacob Rusdianto, Sekjen PB PBSI berusaha menanyakan kenapa hal ini bisa terjadi, Yakob berjanji akan memberikan penjelasan besok (red. kemarin). Namun saat dikonfirmasi kembali kemarin kepada Yakob, kami belum mendapatkan jawaban. (fk)

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | 4 Comments »

Fransiska Ratnasari, Ramah dan Bersahaja

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on June 3, 2010


Bulutangkis.com – ‘’Dik, gak pada ikut kejuaraan di Bandung?’’ tegur saya kepada sekolompok anak-anak remaja yang mengenakan kaos Djarum Trees for Life pada acara penanaman Pohon Trembesi oleh legendaris musik Indonesia Iwan Fals dan legedaris bulutangkis Indonesia Alan Budi Kusuma, Susy Susanti dan Hariyanto Arbi di Demak minggu lalu (Kamis, 27/05/10). Mereka sepertinya atlit-atlit Djarum Kudus yang ikut meramaikan acara sambil melihat Iwan Fals manggung.

‘’Gak pak,’’ jawab seorang gadis yang juga berpakaian kaos Djarum Trees for Life yang berdiri di sebelahnya. ‘’Kebetulan dia baru datang dari Kanada lagi berlatih di Djarum pak.’’ Ia melanjutkan penjelasan kepada saya mengenai remaja putri yang saya tegur semula. Wajah yang gak asing sepertinya, ‘’Kamu Nana ya? Fransiska kan?’’ saya meyakinkan diri agar tidak salah tegur.

‘’Benar pak,’’ jawabnya tersenyum ramah.

‘’Saya dari Bulutangkis.com,’’ saya memperkenalkan diri. “E, kemarin rame ya di forum, kamu ikut baca ya?’’ melanjutkan obrolan sambil melihat reaksinya. ‘’Iya ngikutin, seru juga.’’ ujarnya tanpa merasa kecil hati.

Postingan di forum diskusi Bulutangkis.com yang berjudul ‘‘Fransiska Ratnasari ‘Miss Persahabatan’ atlet bulutangkis’’ yang dicreate Omarossa sempat menimbulkan suasana panas. ‘’two thumb up buat nana, saya perhatikan dari fb nya nana itu atlet yg atitudenya baik, menyenangkan, pantang menyerah dan yg bikin saya kagum itu dia care bgt sama atlet lainnya. sampe ngucapin selamat ultah buat silvinna kurniawan. silvi ini kan atlet terlupakan. dekat sama yuniornya pula,’’ demikian penggalan postingan dari Omarossa.

Beberapa anggota forum berdiskusi dengan hati panas dan sempat menyinggung privasi Nana. Menimbulkan suasana pro dan kontra di forum diskusi.

‘’Nana jangan jadi jadi kecewa ya,’’ saya mengingatkan bahwa forum memang kadang diskusinya kelewat batas. Nana membalas tertawa sambil mengangguk. Beberapa anggota forum diskusi mencoba bersahabat dengan Nana lewat Facebook tetap dilayani Nana dengan senang hati dan bersahabat.

‘’Ok Nana, kita mau balik, ntr kita lanjut obrolan di FB. Ntar saya request ya di FB,’’ saya pamit seraya memberi kartu nama karena rombongan kita mau balik ke Jakarta. ‘’Iya pak,’’ balas Nana.

Setelah enam tahun berkiprah di pelatnas dari tahun 2003 hingga tahun 2009, kini Nana meneruskan karir bulutangkisnya di PB. Djarum. Tiga kali memperkuat tim Uber Indonesia pada tahun 2004, 2006 dan 2008. Beberapa juara yang diraihnya selama tahun 2009 adalah Juara I Vietnam Open Grand Prix 2009, Juara I Indonesia International Challenge 2009, Juara III Sirnas DKI Jakarta 2009.

Untuk prestasinya di tahun 2009 tersebut Nana mendapatkan apresiasi dari PB Djarum berupa uang sebesar Rp. 30 juta karena mencapai Ranking ke-36 BWF Tunggal Putri per 31 Des 2009. Saat ini Nana berada di peringkat 29 dunia menurut rilis yang dikeluarkan BWF per 27 Mei 2010 . Nana kini merupakan tunggal terbaik ketiga Indonesia setelah Maria Febe Kusumastuti di peringkat 19 dan Adriyanti Firdasari di peringkat 23 dunia.

Dalam waktu dekat Nana akan berpartisipasi pada Kejuaraan Bulutangkis Singapura Terbuka Super Series yang berlangsung tanggal 15-20 Juni 2010. Dan akan dilanjutkan dengan Kejuaraan Bulutangkis Indonesia Terbuka Super Series yang berlangsung di Jakarta tanggal 22-27 Juni 2010. Pada kedua kejuaraan ini Nana akan bertanding atas biaya klubnya PB. Djarum bersama rekannya di tunggal putra Andre Kurniawan Tedjono.

Keramahan Nana dan senang bergaul memang terbukti. Saat saya tiba di Bogor malam hari, saya menyempatkan diri membuka FB. Terlihat ada satu request ternyata datang dari Nana. Lengkapnya dari seorang Fransiska Ratnasari Hari Saputra. Saya accept dan ucapkan terima kasih karena mau berteman. Sambil saya tanyakan juga, ‘’Suka buka Bulutangkis.com juga ya? Kira-kira apa penilaian Nana dengan forum diskusi di Bulutangkis.com? Apakah ada nilai positifnya?’’

Tak menunggu lama, Nana memberi balasan, ‘’Untuk forum diskusi, sebenarnya bagus buat masukan atlit n pengurus, tapi kadang bahasa yg dipake terlalu kasar atau terlalu malah bikin down atlitnya.’’

Ternyata Fransiska ‘Nana’ Ratnasari ramah dan bersahaja. Nana bertekad bahwa tahun ini akan lebih berprestasi lagi. Ayo Nana! (fk)

Profil Diri :

Nama : Fransiska Ratnasari

Tanggal Lahir : 2 Oktober 1986

Alamat : Jl. P. Purbaya 06 Rt 03 Rw 09 Warak Sumber Adi Melati Sleman.

Nama orang tua : Petrus Haryanta dan Maria Magdalena Kasiyem

Tinggi Badan : 167 sentimeter

Berat Badan : 55 kilogram.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | 1 Comment »

Djarum Ingin Sapu Bersih

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on June 3, 2010


SEMARANG, Kompas.com – Tim bulu tangkis PB Djarum Kudus berharap bisa menyapu bersih gelar pada Kejuaraan Bulu Tangkis Terbuka Tangkas Alfamart Junior Challenge di lapangan indoor tenis Gelora Bung Karno, 7-12 Juni 2010.

Ketua PB Djarum Kudus, Yopi Rosimin ketika dihubungi dari Semarang, Rabu, mengatakan timnya memiliki potensi di lima nomor yang dipertandingkan pada event tersebut, yaitu tunggal putra-putri, ganda putra-putri, serta ganda campuran.

“Kita berharap para atlet bisa meraih gelar di lima nomor tersebut karena potensi atlet untuk nomor-nomor tersebut cukup bagus. Yang penting, kita jangan meremehkan kekuatan pebulu tangkis klub lain,” katanya.

Ketika ditanya lawan yang bakal menjadi pesaing atletnya pada kejuaraan yang juga diikuti pebulu tangkis luar negeri tersebut, dia menyebutkan, kalau dari luar tentunya pebulu tangkis Thailand, Malaysia, dan Jepang bakal menjadi pesaing bagi atletnya.

Kemudian, kata dia, pebulu tangkis dari klub-klub ternama seperti Tangkas Alfamart, Jayaraya (Jakarta), Suryanaga (Surabaya), Mutiara (Bandung) bakal menjadi pesaing berat para atletnya. “Tetapi kami harus memiliki perasaan optimisme yang tinggi bahwa kita mampu mengatasi mereka, tetapi yang terpenting jangan meremehkan setiap lawan yang akan kita hadapi,” katanya menegaskan.

Pada event yang sama 2009, PB Djarum Kudus berhasil meraih dua gelar dari lima nomor yang diperebutkan, bahkan untuk nomor ganda campuran terjadi “All Djarum Final” kemudian dari nomor tunggal putra.

Ia menambahkan, meskipun hanya meraih dua gelar, klubnya menempatkan pemainnya pada semua nomor final. “Kita harapkan prestasi tahun ini bisa lebih dari tahun sebelumnya,” katanya.

Menurut dia, kejuaraan bulu tangkis Tangkas Alfamart ini ibaratnya adalah kejuaraan nasional (kejurnas) junior ditambah peserta dari negara-negara di Asia, Eropa, Amerika, dan Afrika. “Hadiah bagi pemenangnya juga cukup besar yaitu total 30 ribu dolar Amerika Serikat,” katanya.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

 
%d bloggers like this: