SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    June 2010
    M T W T F S S
    « May   Jul »
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    282930  
  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 5,029 other followers

Archive for June 4th, 2010

Keprihatinan Mantan Atlit Bulutangkis Putri

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on June 4, 2010


Bulutangkis.com – Kami para mantan pemain bulutangkis nasional putri merasa sangat prihatin dengan kasus yang menimpa atlit bulutangkis nasional Vita Marissa, Alvent Yulianto dan Hendra Aprida Gunawan yang tidak bisa tampil di turnamen Indonesia Open 2010 karena kelalaian PBSI.

PBSI sebagai induk olahraga bulutangkis di Indonesia seharusnya tidak menganggap sepele masalah ini. PBSI harus bertanggung jawab dengan memberikan respons. Kasus ini harus menjadi pelajaran dan perbaikan sistem serta struktur organisasi PBSI.

Sebagai mantan pemain kami cukup paham bagaimana kekecewaan yang dialami Vita, Alvent dan Hendra. Apalagi mereka merupakan pemain profesional yang punya tanggung kepada sponsor.

PBSI sepatutnya tidak perlu malu untuk mengakui kesalahan dan menyampaikan permohonan maaf karena kesalahan ini memang berasal dari PBSI. Semua orang memang bisa lalai, akan tetapi untuk organisasi olahraga kelas dunia sebesar PBSI, kasus ini sangat tidak layak. Apalagi, ketiga pemain ini memiliki peringkat dunia yang tinggi.

Kami sangat menyayangkan sampai sejauh ini belum ada pernyataan maaf dan langkah-langkah konkrit sebagai bentuk pertanggungjawaban, khususnya dari Sekjen, selalu bidang yang bertanggung jawab terhadap semua ini.

Agar kasus ini tidak terulang, PBSI juga harus membenahi sistem atau prosedur pendaftaran pemain untuk mengikuti kejuaraan-kejuaraan yang menjadi kalender BWF. Intinya harus ada mekanisme cek dan recek agar kelalaian ini tidak terulang kembali.

Jakarta, 03 Juni 2010

Dari kami, mantan atlit bulutangkis putri Indonesia,

– Retno Kustiyah

– Imelda Wiguna

– Verawati Fajrin

– Ivana Lie

– Rosiana Tendean

– Lidya Jaelawijaya

– Finarsih

– Lili Tampi

– Elyza

– Elizabeth Latief

– Ellen Angelina

– Monica Halim

– Kho Mei Hwa

– Lany Tedjo

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | 1 Comment »

Solibad’s Flashmob: First Succes in France

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on June 4, 2010


Bulutangkis.com – French Badminton Fans, Led by world star Pi Hongyan, gathered in front of the Eiffel Tower, in Paris, to launch a new trend: A Flashmob dedicated to both badminton and charity foundation – Solibad.

It’s only beginning, as organizers plan a world-wide flashmob next year.

On the famous “Champ De Mars”, in the shadow of the Eiffel Tower, French badminton players started a trend which could become famous all over the world – the first “FLASHMOB” dedicated to badminton and a charity foundation SOLIBAD – Badminton Without Borders.

The choreography, which saw some tourists quite stunned on their way to France’s most visited monument, was led by none other than Pi Hongyan, bronze medallist at the last World Championships. The Chinese-born shuttler, six time national champion in her new home, started a badminton routine, holding a racket, before more than 200 fans, came from nowhere to join her on the grass, for what became a giant and synchronized choreography under the cameras of French National TV.

“It’s just amazing to be able to play here, to have fun, and to promote SOLIBAD at the same time. This place is special. It’s symbolic. I didn’t expect so many people to show up in spite of the bad weather. It shows badminton involves caring people” said Pi Hongyan.

A joy shared by SOLIBAD Founder, Badminton Reporter and photographer Raphael Sachetat : “This is just unique – playing in one of France’s most amazing places, enjoying ourselves, while promoting a work that helps the underprivileged. This is the image we want people to remember of SOLIBAD” added Sachetat, hinting that most of the crazy fans present on June 1st where the ones who helped to collect money for the projects in Bali and Kuala Lumpur. “It isthanks to their work that I was able to hand out a Cheque last month in Kuala Lumpur’s orphanage Sanctuary Care Center, during the Thomas Cup” added Sachetat.

Special guests

Amongst the other special guests gathering below the Eiffel Tower, some had come straight from Brazil – Sebastiao Oliveira and few of his young players – some of the best in the American continent. Oliveira runs a badminton Academy (project Miratus) in Brazil for underprivileged children, turning them into champions, with the help of DECATHLON, one of France’s major distributor. The French Company also contributed to one of SOLIBAD’s ongoing Project (“1000 rackets for Haiti” jointly coordinated by PEACE and SPORT) by giving out 40 rackets and shuttles tubes to be sent to Haiti right after Tuesday’s Flashmob.

Also, as special guests were Matthieu Lo Ying Ping, SOLIBAD Ambassador for France, who is currently the Nation’s second best shuttler and who happens to have African blood running in his veins – with a father originally from La Reunion Island. That’s three continents which were represented in Paris, with a fourth one added as some of Pi Hongyan’s friends who work in the Chinese Embassy in Paris had come to see how French think out of the box, together with their 3 year old daughter – the latter also enjoyed a “post Flashmob” badminton game with the fans.

Next step – A World wide Flashmob

The Flashmob which spread through the social networks such as Facebook and Twitter amongst the French badminton community was also followed in more than 7 cities in France, from Fougères in Britanny – France’s biggest club – to the Reunion Island, some 9300 kilometres away.

“We wanted to start in France, but this is only the beginning of a new and crazy adventure,” says Sachetat. “Next year, we’ll challenge every country to have their own flashmob – a giant gathering in symbolic places, wearing our colours, and playing badminton in the streets everywhere. We hope to have, some day, a “SOLIBAD Day” written in bold in the calendar of big badminton countries. I’m sure this will be a great way to enjoy ourselves while promoting our work.”

France will welcome the Yonex BWF World Championships in August, but the next event involving SOLIBAD on the world tour will be in Singapore where Top stars will ravish the home fans with some surprises during the upcoming Li-Ning Singapore Open from June 14th to 20th.

Wikipedia : A flash mob (or flashmob) is a large group of people who assemble suddenly in a public place, perform an unusual act for a brief time, then quickly disperse.

Contribute: Raphael SACHETAT
Phone: +33 66068 25 04
Email: Raphael@solibad.net

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Taufik, Sony, dan Simon Belum Bergerak

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on June 4, 2010


JAKARTA, KOMPAS.com — Peringkat dunia para pemain tunggal putra utama Indonesia, yaitu Taufik Hidayat, Simon Santoso, dan Sony Dwi Kuncoro, belum bergerak dari pekan lalu.

Taufik Hidayat merupakan pemain dengan peringkat tertinggi, yaitu di tempat kelima. Sementara itu, dua pemain pelatnas Cipayung, Simon Santoso dan Sony Dwi Kuncoro, berada di luar peringkat 10 besar.

Simon menempati posisi kesebelas, sementara Sony Dwi Kuncoro berada di posisi kedua belas. Para pemain Indonesia lainnya berada jauh di bawah peringkat tiga pemain tersebut.

Pemain asal Jawa Tengah, Dionysius Hayom Rumbaka, berada di peringkat ke-25, sementara rekan sedaerahnya, Andre Kurniawan Tedjono, berada di peringkat ke-32.

Nun jauh di bawah mereka, terdapat Andreas Adityawarman di peringkat ke-88 dan Adnan Fauzi di peringkat ke-100.

Peringkat tunggal putra per Kamis (3/6/2010):
1   [MAS] Lee Chong Wei
2   [CHN] Lin Dan
3   [CHN] Chen Jin
4   [DEN] Peter Hoeg Gade
5   [INA] Taufik Hidayat
6   [CHN] Bao Chunlai
7   [VIE] Nguyen Tien Minh
8   [CHN] Chen Long
9   [THA] Boonsak Ponsana
10  [DEN] Jan O Jorgensen
11  [INA] Simon Santoso
12  [INA] Sony Dwi Kuncoro
13  [KOR] Park Sung Hwan
14  [JPN] Kenichi Tago
15  [MAS] Wong Choong Hann
16  [HKG] Hu Yun
17  [GER] Marc Zwiebler
18  [CHN] Du Pengyu
19  [IND] Chetan Anand
20  [HKG] Chan Yan Kit
21  [MAS] Muhammad Hafiz Hashim
22  [ENG] Rajiv Ouseph
23  [TPE] Hsieh Yu Hsin
24  [DEN] Joachim Persson
25  {INA] Dyonisius Hayom Rumbaka

32  [INA] Andre Kurniawan Tedjono
88  [INA] Andreas Adityawarman
100 [INA] Adnan Fauzi (-1)

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Riyanto : ” Saya Akan Berusaha Pertahankan Gelar Juara “

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on June 4, 2010


PB Djarum mengirimkan kekuatan yunior terbaiknya pada turnamen bulutangkis Tangkas Alfamart Junior International yang akan berlangsung di Jakarta tanggal 7-12 Juni mendatang. Juara bertahan tunggal putra, Riyanto Subagja bersama rekan-rekannya sudah siap tempur untuk menghasilkan yang terbaik.

Tahun lalu, PB Djarum meraih dua gelar juara melalui Riyanto Subagya yang mengalahkan pemain India, Sai Praneet 21-16, 21-16 dan Didit Juang Indrianto/Yayu Rahayu yang mengalahkan sesama pemain Djarum, Jones Ralfy Jansen/Nurbeta Kwanrico 21-16, 21-14. Selain itu Jones juga menjadi runner-up ganda putra berpasangan dengan Dandi Prabudita. Untuk tahun ini, PB Djarum kembali mengandalkan Riyanto para juara dan runner-up tahun lalu tersebut kecuali Didit/Yayu. Riyanto akan didampingi pemain-pemain Djarum lainnya yakni Shesar Hiren Rustavito yang merupakan Juara Sirnas Manado 2010, Arief Gifar Ramadhan, Kho Hendriko Wibowo, Hardi Yuda Satria, I Putu Roy dan runner-up Sirnas Jakarta, Thomi Azizan Mahdub.

“Persiapan saya yang paling penting sekarang adalah mengembalikan fisik sehabis Sirnas Bandung kemarin (pekan lalu-red),” Ujar Riyanto mengenai persiapannya. Ajang sirnas lalu begitu menguras tenaga Riyanto karena ia bertanding kelas dewasa dan berhasil menembus hingga babak semi final. “Saya yakin bisa mempertahankan gelar juara,” lanjut Riyanto. Riyanto juga mengungkapkan bahwa teman-teman satu klubnya di PB Djarum akan menjadi lawan beratnya selain peserta dari luar negeri. “Kita sesama pemain Djarum sudah saling tahu permainan masing-masing,” tutur Riyanto.

Jones -  DandiDi ganda putra, Jones/Dandi yang diajang Sirnas sudah bertarung di kelas Dewasa, kembali bertarung di kelompok umurnya. Sebagai runner-up tahun lalu maka sangatlah layak mereka difavoritkan sebagai juara. Kekuatan PB Djarum juga didukung juara tiga kali Sirnas tahun ini, Praveen Jordan/Rangga Yave Rianto serta juara Sirnas DKI, Edi Subaktiar/Felix Kinalsal. Mereka turun bersama tujuh pasang pemain Djarum lainnya termasuk ganda remaja, Kevin Sanjaya/Arya Maulana.

Djarum juga mengincar juara dinomor tunggal putri dengan mengandalkan juara dua sirnas teranyar, Yeni Asmarini. Pemain yang terpilih sebagai pemain terbaik Sirnas Jawa Barat ini tampil bersama rekannya Sesaria Nisa Afifi dan Dinar Dyah Ayustine. Mudah-mudahan talenta-talenta muda Djarum ini tidak hanya perkasa di ajang nasional tetapi juga mencetak prestasi lebih tinggi diajang Tangkas Alfamart Junior International ini. (HK)

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

 
%d bloggers like this: