SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    June 2010
    M T W T F S S
    « May   Jul »
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    282930  
  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 5,029 other followers

Archive for June 7th, 2010

Sekilas PB Tangkas Alfamart

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on June 7, 2010


Bulutangkis.com – PB Tangkas didirikan pada bulan Mei 1951, dengan semangat yang dilandasi nama TANGKAS yang merupakan akronim dari Tujuan Anggota Kita Adalah Sport, dimana sejak 2008 Alfamart mendukung PB Tangkas sehingga sekarang PB Tangkas dikenal dengan nama PB Tangkas Alfamart.

Perlahan namun pasti, lewat pembinaan tanpa pamrih PB Tangkas Alfamart melahirkan pemain-pemain andal yang kemudian ikut mengharumkan nama Indonesia seperti Ade Chandra, Alex Taufik, Bambang Chayadi, Regina Masli, Tati Sumirah, Poppy Tumengkol, Enny Handayani, Juniarto Suhandinata, Mintarya, Verawaty Fajrin, Yanti Kusmiyati, Dhani Sartika, dan lain lain. Kemudian menyusul nama pemain dari generasi lain seperti Kurniahu, Hendri Saputra, Elisabeth Latief, Serian Wijatno, Lius Pongoh, Icuk Sugiarto, Richard Mainaky, Joko Suprianto, Rexy Mainaky, Ricky Subagdja, Hendrawan, Marleve Mainaky, Riony Mainaky, Hermawan Susanto, Eliza Nathanael, Meiluawati, Thomas Indratjaja, Mira Sundari, Lenny Permana, Cynthia Tuankotta, Upi Chrisnasari, Enny Widowati, Mona Santosa, Ardiansyah, Wimpie Mahardi, Nova Widiyanto, Lilyana Natsir, Simon Santoso, Vita Marisa, Jo Novita, Endang Nursugianti, Devin Lahardi,alamsyah, Indra Bagus, Natalia Poluakan, Yoga Pratama dan lain lain.

Alamat PB Tangkas Alfamart, Jl. Tanjung Duren, Kompleks Green Ville Blok Q, Telephone : 021 5605587.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis, Tokoh | 1 Comment »

Tangkas Alfamart Junior Challenge OBC 2010 Berhadiah Total USD 30.000 Dimulai Hari Ini

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on June 7, 2010


Bulutangkis.com – Kembali tahun ini untuk yang ketiga kalinya PB Tangkas Alfamart menyelenggarakan kejuaraan bulutangkis kelompok junior (Under 19) yang mulai digelar pagi ini (Senin, 07/06/10) hingga Sabtu, tanggal 12 Juni 2010 di Tennis Indoor Stadion Senayan, Jakarta. Kejuaraan bulutangkis yang bertitle ‘Tangkas Alfamart Junior Challenge Open Badminton Championships 2010’ ini akan diikuti 446 peserta.

Selain pebulutangkis-pebulutangkis Indonesia kejuaraan ini juga dimeriahkan dengan kehadiran pebulutangkis dari 12 negara lain yaitu Belanda, Malaysia, India, Afrika Selatan, Jepang, Hongkong, China Taipei, Thailand, Singapura, Amerika Serikat, Sri Lanka. Walau telah diundang lebih awal China dan Korea Selatan merupakan negara terkuat dunia tidak mengirimkan atlit-atlitnya, ‘’China berhalangan hadir karena saat ini sedang berlangsung kejuaraan liga di China. Korea Selatan tidak siap. Begitu juga dengan Denmark dan Inggris, kita sudah undang jauh-jauh hari tapi mereka tidak bisa berpartisipsi,” demikian penjelasan Juniarto Suhandinata, Ketua Panitia di Jakarta kemarin malam (Minggu, 06/06/10).

Kejuaraan bulutangkis yang masuk dalam kalender resmi Badminton World Federation (BWF) ini khusus untuk kelompok junior dengan mempertandingkan lima nomor pertandingan yaitu tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri dan ganda campuran dengan memperebutkan total hadiah sebesar USD 30.000.

‘’Ada peningkatan hadiah sebesar USD 15.000 dari tahun lalu. Alfamart sebagai pendukung kejuaraan ini meningkatkan total hadiah untuk mendorong olah raga bulutangkis semakin diminati khususnya di kelompok junior,’’ papar Choirullah, Corporate Communication Manager Alfamart.

‘’Tahun depan kami juga akan mengusulkan ke BWF menaikkan klas kejuaraan ini menjadi Grand Prix dan total hadiahnya akan bertambah menjadi USD 50.000,’’ Juniarto menambahkan.

Justian mengakui bahwa jumlah peserta tahun ini mengalami penurunan dari tahun lalu yang mencapai 460 peserta karena jadwal yang tidak tepat karena banyak atlit-atlit bulutangkis yang masih menjalani ujian di sekolah. “Namun ini tidak mengurangi mutu pertandingan,’’ tambah Juniarto.

Dalam penyusunan peringkat pemain panitia sedikit menemui kesulitan khususnya untuk mengetahui kemampuan atlit-atlit asing. Hal ini dibenarkan Juniarto,’’Kita mendapat kesulitan dalam menentukan level pemain junior karena hingga saat ini belum adar peringkat internasional pemaina junior. PBSI sebenarnya sudah mengusulkan ke BWF untuk membuat peringkat pemain junior, dan ini usulan ini sudah diterima sebenarnya namun belum dijalankan.’’ (fk)

Catatan Final Tahun 2009

Tunggal putra:

– Riyanto Subagja (Djarum) vs Sai Praneet Bhamidipati (IND) 21-17, 21-11.

Tunggal putri :

– Sonia Su Ya Cheah (MAL) vs Rusydina Antardayu R. (Tangkas) 21-17, 21-11

Ganda Putra :

– Budi Hartono/ Ricky Karanda Suwardi (Mutiara) VS Jones Rafly Jansen/ Dandi Prabudita (Djarum) 21-15, 21-17

Ganda Putri :

– Della Destiara Haris/ Gebby Ristyani Imawan (Pelatnas Pratama) vs Dian Fitriani/ Eri Oktaviani (Jaya Raya) 21-14, 26-24

Ganda Campuran :

– Didit Juang Indriatno/ Yayu Rahayu (Djarum) vs Jones Rafly Jansen/ Nurbeta Kwanrico (Djarum) 21-16, 21-14.

Catatan Final Tahun Tahun 2008

Tunggal putra:

– Wong Win Ki (HKG) vs Ary Trisnanto (Tangkas) 21-15, 18-21, 23-21.

Tunggal putri :

– Chan Tsz Ka (HKG) vs Eriko Tomoki (JPN) 21-12, 21-14

Ganda Putra :

-Budi Hartono/ M Rizky Dela Nugraha (Pelatnas Pratama) vs Ricky Karanda/ Sandy Dharma Kusumah (Mutiara) 21-10, 22-24, 21-14

Ganda Putri :

– Della Destiara Haris/ Claudia Ayu (Jaya Raya) vs Dian Permata Sari/ Weni Anggraini (CBN Batam) 22-20, 21-18

Ganda Campuran :

– Ricky Karanda/ Della Destiara Haris (Mutiara/Jaya Raya) vs Wahyu N/ Elsa Nur (Ratih) 21-17, 21-15.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Calon legendaris Korea Selatan, siap suguhkan permainan bulutangkis terbaiknya.

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on June 7, 2010


22 – 27 juni 2010, jakarta siap menjadi tuan rumah DIOSS 2010. Tak ketinggalan pemain top dan terkenal bulutangkis dunia hadir di jakarta untuk bertanding dan menjadi yang terbaik.

Bagi para pencinta bulutangkis, nama Lee Yong Dae tentu tidak asing lagi. Ya, pemain Korea Selatan ini merupakan satu dari sekian banyak jago-jago dunia yang namanya terus menanjak, seiring dengan prestasinya yang naik tajam pada usianya yang masih sangat muda.

Dari segi fisik, wajahnya tergolong rupawan. Kulitnya juga putih bersih, dan tubuhnya atletis. Dia juga ramah dan murah senyum. Semua itu membuat dia digila-gilai banyak kaum hawa, baik dari Korea sendiri maupun di berbagai belahan dunia lainnya. Dia pun menjadi bahan pembicaraan ramai di dunia maya. Banyak yang ingin menjadi pacarnya. Ada pula yang menilai, dia cocok juga menjadi bintang film karena kegantengannya wajahnya.

Di Indonesia pun Lee, yang juga piawai bermain gitar ini, mempunyai banyak penggemar. Bahkan, ada pula yang membuat Lee Yong Dae Indonesia Fansite. Luar biasa. Namanya benar-benar sangat popular ketika dia merebut medali emas ganda campuran Olimpiade 2008 di Beijing, China.

Saat itu, usianya belum genap 20 tahun. Perpaduannya dengan pemain putri senior Lee Hyo Jung membuat pasangan Indonesia Nova Widianto/Liliyana Natsir sangat kecewa karena harus puas dengan medali perak di Beijing.

Medali emas tentu membuatnya sangat gembira dan bangga. Namun, di balik itu, dia tidak dapat bergerak bebas selama beberapa waktu. Pasalnya, Yong Dae menjadi idola baru. Kemana pun dia berada, orang selalu mengerubutinya. Setelah sekian lama, dia pun menemukan kebebasan.

Bulan Juni mendatang, pemain yang mulai bermain bulutangkis sejak usia 8 tahun itu akan tampil di Djarum Indonesia Open Super Series untuk menjadi yang terbaik lagi. Tahun lalu, bersama Jung Jae Sung, dia menjadi yang terbaik di ganda putra.

Usianya baru genap 22 tahun pada 11 September mendatang. Namun, berbagai gelar juara sudah dirah pemain bertinggi badan 180 sentimeter ini. Hebatnya, pemuda yang lahir di Hwasun ini begitu jago bermain di nomor sekaligus, ganda putra dan ganda campuran. Dua nomor itu memang spesialisnya. Dan, pemain yang digelari “new Park Joo Bong” ini memang mempunyai prestasi menawan di dua nomor.

Kalau kita melihat kembali sepak terjangnya sejak masih junior, pemain yang lahir di Hwasun ini memang mempunyai bakat hebat di dunia bulutangkis. Pada Milo Junior Indonesia Open di Medan, 2004, dia bahkan bermain di tiga nomor sekaligus. Nomor tunggal juga dia kuasai dengan baik.

Dari tiga nomor itu, dia merebut satu gelar, yaitu di ganda putra. Di ganda campuran, dia menembus final, sebelum akhirnya menyerah di tangan ganda Indonesia M Rijal/Greysia Polii. Di nomor tunggal, Yong Dae menembus semifinal sebelum akhirnya dikalahkan juara Gong Weijie dari China. Saat itu, fisiknya tidak kelihatan melorot meskipun harus bermain di tiga nomor sekaligus. Luar biasa.

Prestasinya memang sudah mengkilap saat masih junior dengan ditandai juara dunia junior pada 2006, ganda putra dan ganda campuran. Melihat prestasinya, dia mungkin akan menyamai atau bahkan melebihi prestasi legenda Korea Kim Dong Moon, yang dua kali mendapatkan medali emas Olimpiade, yaitu pada Olimpiade Atalanta 1996 (ganda campuran) dan Athena 2004 (ganda putra). Satu gelar medali emas telah dia rebut. Melihat usianya yang masih muda, bukan tidak mungkin medali emas akan dia raih kembali pada masa mendatang.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis, Tokoh | 2 Comments »

Injured Pei Tty can’t defend Indonesian Open title with Eei Hui

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on June 7, 2010


PETALING JAYA : A nagging knee injury has put paid to Wong Pei Tty’s hopes of defending the Indonesian Open women’s doubles title with Chin Eei Hui later this month.

The top Malaysian women’s doubles pair have also withdrawn from the preceding Singapore Open, which will be held from June 15-20.

Doubles coach Chang Kim Wai, who has been tasked with guiding Eei Hui-Pei Tty until the end of the year, said Pei Tty had been struggling with the injury since the All-England in March.

“She was coping with the help of injections during the Uber Cup campaign last month. She can’t bend her right knee now and she has been recommended to go for five injections. She is now confined to doing skills training,” he said.

The decision to scrap their participation in the Singapore and Indonesia legs of the Super Series is a precautionary measure to allow Pei Tty to recover for more important assignments later this year.

Pei Tty-Eei Hui, the world No. 4, are currently the highest ranked non-Chinese pair in women’s doubles and they will be involved in the World Championships in Paris in August.

But their priorities are the Commonwealth Games (October) in New Delhi, where they will be defending the women’s doubles gold medal, and the Guangzhou Asian Games (November), where they hope to secure a first-ever medal.

“There are the Macau and Taiwan Opens before the World Championships. We may enter them to help them get match fit before the world meet. But we’ll have to see Pei Tty’s condition first,” said Kim Wai.

With Eei Hui-Pei Tty out, Malaysia’s title hopes in Singapore and Jakarta will rest on Lee Chong Wei and the top doubles pair of Koo Kien Keat-Tan Boon Heong.

Mohd Fairuzizuan Mohd Tazari-Mohd Zakry Abdul Latif have been dropped from the Singapore and Indonesian Opens due to indiscipline problems.

Fairuzizuan had to be restrained when he retaliataed at a fan who swore and used foul language on him during Malaysia’s final Thomas Cup group tie against Japan last month.

However, Fairuzizuan-Zakry will compete in the India Open next week.

By LIM TEIK HUAT

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

PB Djarum Kuasai Unggulan

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on June 7, 2010


Pemain-pemain Taruna PB Djarum menguasai daftar unggulan turnamen Tangkas Alfamart Junior Challenge 2010. Dari lima nomor yang dipertandingkan, pemain PB Djarum menempati unggulan teratas pada empat nomor. Jones Ralfy Jansen serta Nurbeta Kwanrico berada di urutan teratas daftar unggulan pada dua nomor pertandingan. Turnamen yang di selenggarakan di lapangan Tenis Indoor senayan, akan dilangsungkan dari tanggal 7 sampai 12 Juni 2010.

Di tunggal putra, pemain PB Djarum bahkan menguasai daftar unggulan teratas dengan Riyanto Subagja menjadi pemain yang paling di unggulkan. Riyanto menempati pool atas dalam undian, sedangkan Evert Sukamta dari pelatnas yang menjadi saingan utamanya, menempati unggulan kedua dan berada pada pool bawah. Sementara unggulan [3/4] masing-masing di pegang oleh pemain Djarum lainnya, yakni Arief Gifar Ramadhan serta Shesar Hiren Khustanto. Riyanto Subagja yang mendapat bye pada babak pertama, akan menghadapi pemain Tangkas Alfamart Steven di babak kedua. Arief Gifar Ramadhan juga akan menghadapi pemain Tangkas Alfamart lainnya, Ari Pratama pada babak kedua. Sementara Shesar Hiren Khustianto akan menghadapi Rama dari Mutiara Bandung.

Jones Ralfy Jansen/Dandi Prabudita, menempati unggulan teratas di ganda putra. Semifinalis kejuaraan Asia Yunior 2010 ini menjadi pemain teratas dari 10 pasang ganda putra yang di turunkan oleh PB Djarum. Semifinalis Sirkuit Nasional Bandung 2010 kategori ganda Dewasa putra ini berada satu grup dengan pasangan dari PB Djarum lainnya, Ahmad Jusan/Anugrah Tri Setyo di pool atas. Sementara itu Felix Kinalsal/Edi Subaktiar yang menjadi unggulan ke sembilan diperkirakan akan menantang pasangan dari Pelatnas Aggripina Prima/Rikcy Karanda pada babak ketiga. Di paruh bawah, Praveen Jordan/Rangga Yave Rianto yang menempati unggulan ketiga akan bersaing dengan unggulan kedua asal Mutiara Bandung, Ivandi Danang/Hardianto. Di paruh bawah juga terdapat pasangan PB Djarum lainnya, Arya Maulana/Kevin Sanjaya serta Lukhi Apri Nugroho/Rizky Susanto.
Nurbeta - Aulia Putri
Dua pasang ganda putri PB Djarum berada pada urutan teratas dalam daftar unggulan. Nurbeta Kwanrico/Aulia Putri Darajat menempati unggulan pertama berada di paruh atas undian. Saingan terdekatnya di pool atas datang dari pasangan Jaya Raya Shella, Devi/Anggia Shita yang menjadi ungulan [3/4] serta pasangan pelatnas Gebby Ristyani Imawan/Tiara Rosalia Nuraidah. Juga berada di pool atas Ririn Amelia/Melati Daeva Oktaviani. Di urutan kedua daftar unggulan bercokol pasangan Deariska Putri Medita/Gloria Emanuell Widjaja.

Jones Ralfy Jansen bersama dengan Nurbeta Kwanrico, kembali menempati unggulan teratas. Kali ini menjadi unggulan utama pada nomor ganda campuran, memimpin diantara dua belas pasang ganda campuran PB Djarum lainnya. Diperkirakan Finalis Sirnas Bandung 2010 ini akan menghadapi pasangan Felix Kinalsal/Melati Daeva Oktaviani yang juga berasal dari PB Djarum pada babak ketiga. Pasangan Pelatnas Ricky Karanda/Tiara Rosalia Nuraidah dikepung oleh sejumlah pasangan PB Djarum. Firman Ramadhan/Unni Khanifah akan mencoba menghadang mereka di babak kedua. Jika mampu melewati babak kedua, satu-satunya pasangan ganda campuran dari Pelatnas ini diperkirakan akan menghadapi unggulan [9/16] Rangga Yave/Aulia Putri Darajat. Jika kembali berhasil lolos dari hadangan, unggulan ke tiga Dandi Prabudita/Beariska Putri Medita akan menjadi lawan berikutnya di babak perempat final.

Tunggal putri menjadi satu-satunya nomor yang tidak menempatkan pemain dari PB Djarum berada pada ungulan teratas. Dari tiga pemain tunggal putri yang di kirim, Yeni Asmarani menjadi pemain unggulan tertinggi dengan menjadi unggulan [5/8]. Sementara Shesaria Nisa Afifi dan Dinar Dyah Ayustine berada para unggulan [9/16]. Jika melihat pada penampilan Yeni pada Sirnas Jakarta serta Bandung, peluang untuk meraih gelar juara sangat terbuka. Beberapa pemain yang menjadi unggulan diatasnya pernah dikalahkannya. Jika Yeni mampu melaju hingga babak perempat final, diperkirakan akan bertemu dengan Yulia Yosephine Susanto dari Jaya Raya yang menjadi unggulan utama. Sementara itu, Sesaria Nisu Afifi berada satu pool dengan unggulan [3/4] Ganis Nur Rahmandani dan Dinar Dyah Ayustine berada pada pool yang sama dengan unggulan [5/8] Milicent Wiranto. [AR]

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

 
%d bloggers like this: