SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    June 2010
    M T W T F S S
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    282930  
  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 5,029 other followers

Archive for June 19th, 2010

Singapura Terbuka Super Series : Hendra AG/Vita Terjegal di Semifinal

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on June 19, 2010


JAKARTA, Kompas.com — Ganda campuran Indonesia, Hendra Aprida Gunawan/Vita Marissa, terjegal di semifinal Singapura Terbuka Super Series. Mantan pemain pelatnas Cipayung ini, yang merupakan unggulan ketiga, menyerah dua set langsung, 15-21, 13-21, dari pasangan Denmark, Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl, Sabtu (19/6/2010).

Dengan demikian, Indonesia tinggal berharap kepada Nova Widianto/Liliyana Natsir. Unggulan utama ini ditantang pasangan Taiwan, Chen Hung Ling/Cheng Wen Hsing, dalam perebutan satu tiket menuju final untuk bertemu unggulan dua dari Denmark tersebut.

Pada pertandingan di Singapore Indoor Stadium ini, Hendra AG/Vita, yang dipastikan absen di Indonesia Terbuka Super Series karena kelalaian PBSI untuk mendaftarkan mereka, tampil kurang bagus. Rangkaian unforced errors yang dibuat, baik oleh Hendra AG maupun Vita, banyak memberikan keuntungan kepada Thomas/Kamilla.

Di set pertama, Hendra AG/Vita hanya bisa mengimbangi lawan hingga skor 10-10. Setelah itu, Thomas/Kamilla tak terbendung lagi dan terus memimpin perolehan poin sampai menang 21-15.

Pada set kedua, Hendra AG/Vita berusaha bangkit dengan lebih banyak melakukan tekanan. Namun, usaha mereka selalu kandas oleh pertahanan tangguh Thomas/Kamilla, yang juga berhasil melakukan serangan balik untuk mematikan permainan. Alhasil, Thomas/Kamilla selalu memimpin perolehan poin hingga meraih kemenangan 21-13 untuk mengakhiri duel berdurasi 35 menit ini.

Dengan demikian, Thomas/Kamilla meraih satu tiket turnamen berhadiah 200.000 dollar AS ini. Selain itu, mereka juga berhasil membalas kekalahannya dari Hendra AG/Vita pada pertemuan pertama di Jepang Terbuka Super Series 2009, di mana Hendra AG/Vita menang straight set 21-18, 21-17.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Singapura Terbuka Super Series : Sony Membalas, Chong Wei pun Terkapar

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on June 19, 2010


JAKARTA, Kompas.com – Sony Dwi Kuncoro lakukan pembalasan sempurna, yang membuat pemain nomor satu dunia Lee Chong Wei terkapar. Ungguan ketujuh ini mengalahkan Chong Wei 7-21, 21-19, 21-15 di perempat final Singapura Terbuka Super Series, Jumat (18/6/10).

Pada pertandingan terakhir yang digelar di Singapore Indoor Stadium, Sony yang tertinggal jauh pada game pembuka, merebut dua game berikutnya. Hasil ini juga menjadi revans atas kekalahan Sony di All England Maret lalu.

Di semifinal, Sabtu (19/6/10), Sony akan melawan Kashyap Parupali. Pemain India ini ke babak empat besar setelah menang atas rekan senegaranya Arvind Bhat 21-17, 21-16.

Keberhasilan Sony ini menjadi penghibur bagi Indonesia, karena dialah satu-satunya tunggal putra yang lolos.

Sebelumnya, Simon Santoso yang mengawali pertandingan dengan baik, akhirnya gagal mengatasi permainan ungulan kedua Peter Gade dari Denmark yang mengalahkannya 21-17, 8-21, 17-21. Kemenangan tersebut merupakan yang kelima berturut-turut dari total tujuh kemenangan bagi Peter dari sembilan pertemuan mereka.

Selain Sony, Indonesia masih memiliki dua wakil di ganda campuran. Nova Widianto/Liliyana Natsir dan Hendra Aprida Gunawan/Vita Marissa juga maju ke semifinal.

Di nomor ganda putra, Indonesia tinggal berharap kepada peraih medali emas Olimpiade Beijing, Markis Kido/Hendra Setiawan. Mereka akan ditantang pasangan Taiwan Fang Chieh Min/Lee Sheng Mu, yang menyisihkan unggulan ketiga Mathias Boe/Carsten Mogensen dari Denmark 16-21, 21-17, 21-18.

Dari sektor ganda putri, Indonesia juga menempatkan satu wakil. Meiliana Jauhari/Greysia Polii menguak harapan meraih gelar di Singapura setelah maju ke semifinal, untuk bertemu unggulan 5 dari Korea Selatan, Kim Min Jung/Lee Hyo Jung.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

BWF World Ranking, per 17 Juni 2010

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on June 19, 2010


Tunggal Putra

5. Taufik Hidayat

11. Simon Santoso

12. Sony Dwi Kuncoro

25. Dionysius Hayom Rumbaka

34. Andre Kurniawan Tedjono (-2)

70. Alamsyah Yunus (+55)

88. Andreas Adityawarman (-1)

Tunggal Putri

20. Maria Febe Kusumastuti (-1)

23. Adriyanti Firdasari

29. Fransiska Ratnasari

58. Lindaweni Fanetri (+15)

61. Maria Kristin Yulianti (-2)

95. Aprilia Yuswandari (+58)

Ganda Putra

3. Markis Kido/Hendra Setiawan

7. Alvent Yulianto Chandra/Hendra Aprida Gunawan

17. Yonathan Suryatama Dasuki/Rian Sukmawan (-1)

28. Muhammad Ahsan/Bona Septano

35. Luluk Hadiyanto/Joko Riyadi

59. Wifqi Windarto/Afiat Yuris Wirawan

63. Fernando Kurniawan/Lingga Lie

79. Berry Angriawan/Muhammad Ulinnuha (+29)

100. Candra Wijaya/Rendra Wijaya (-1)

Ganda Putri

13. Nitya Krishinda Maheswari/Greysia Polii

32. Shendy Puspa Irawati/Meiliana Jauhari (-1)

34. Anneke Feinya Agustine/Annisa Wahyuni (-1)

52. Komala Dewi/Keshya Nurvita Hanadia (+26)

69. Greysia Polii/Meiliana Jauhari (-1)

91. Pia Zebadiah Bernadet/Debby Susanto

93. Nadya Melati/Devi Tika Permatasari

97. Vita Marissa/Nadya Melati

Ganda Campuran

2. Nova Widianto/Liliyana Natsir

4. Hendra Aprida Gunawan/Vita Marissa

19. Fran Kurniawan/Pia Zebadiah Bernadet

29. Devin Lahardi Fitriawan/Lita Nurlita

39. Flandy Limpele [INA]/Cheng Wen Hsing [TPE]

47. Muhammad Rijal/Debby Susanto (+13)

71. Tontowi Ahmad/Richi Puspita Dili (-2)

73. Viki Indra Okvana/Gustiani Sari Megawati (-2)

96. Flandy Limpele [INA]/Anastasia Russkikh [RUS]

99. Devin Lahardi Fitriawan/Liliyana Natsir (-1)

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

INFORMASI AUDISI PB. DJARUM 2010

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on June 19, 2010


PB Djarum secara konsisten melakukan audisi untuk mencari bibit atlet bulutangkis dengan program audisi umum setiap satu tahun sekali di musim liburan sekolah.

Syarat Pendaftaran Audisi Umum :

  • Usia 12 tahun s/d 15 tahun (putra / putri), diprioritaskan untuk usia 12 s/d 13 tahun
  • Foto copy akte kelahiran
  • Foto copy Surat Tanda Tamat Belajar (STTB) SD
  • Foto berwarna 4 x 6 (1 lembar)
  • Diwajibkan telah memiliki teknik dasar bermain bulutangkis yang baik dan pernah berlatih di klub bulutangkis
  • Mengisi Formulir Pendaftaran Download / Formulir Pendaftaran
  • Tanpa dipungut biaya pendaftaran

Bagi pendaftar yang dapat melengkapi persyaratan dan mendaftar sebelum hari Kamis, 1 Juli 2010 akan diproses terlebih dahulu. Pendaftaran dan daftar ulang untuk kelengkapan administrasi ditutup pada hari Kamis, 1 Juli 2010 pukul 17.00 WIB. Peserta akan mendapatkan nomor peserta (disesuaikan dengan tahun kelahiran dan nomor urut)

Tempat Audisi Umum

GOR Bulutangkis Djarum, Jati-Kudus
Jl. Raya Kudus – Purwodadi KM 0,3
(Depan Rumah Sakit Mardi Rahayu) – Kudus
Telepon : 0291 – 430 237
Fax : 0291 – 437 058
Email : recruitment@pbdjarum.com
Kontak : Eddy Prayitno, Yudi Yudono

* PB Djarum membuka kesempatan pendaftaran atlet beasiswa bulutangkis PB Djarum diluar jadwal Audisi berdasarkan bakat dan prestasi calon atlet yang penilaian dan waktu penerimaannya dilakukan oleh pelatih PB Djarum.

Download Form Pendaftaran

Perlengkapan peserta Audisi Perlengkapan yang harus dibawa untuk ikut serta di Audisi Umum : Raket, Sepatu, Pakaian Olahraga

Jadwal Pelaksanaan Audisi Umum

Jumat, 2 Juli 2010 mulai pukul 08.00 WIB s/d selesai

  • Penjelasan umum kepada para peserta audisi.
  • Pelaksanaan tanding antar peserta disesuaikan dengan nomor (berdasarkan tahun kelahiran) dan jenis kelamin, dengan materi tes, sebagai berikut :
  • Tahap 1, Antar peserta bertanding 10- 15 menit, dan dilanjutkan pengumuman hasil seleksi tahap 1.
  • Tahap 2, Antar peserta bertanding 20 menit, dan dilanjutkan pengumuman hasil seleksi tahap 2.

Sabtu, 3 Juli 2010 dimulai pukul 08.00 WIB s/d selesai

  • Tahap 3, Antar peserta bertanding normal (best of three) sebanyak 2 kali dengan lawan yang berbeda, dan dilanjutkan pengumuman hasil seleksi tahap 3.

Minggu, 4 Juli 2010 dimulai pukul 08.00 s/d 12.00 WIB

  • Tes Fisik, berupa Ladder Test dan Badminton Specific Test

(Selama mengikuti Audisi Umum tanggal 2 Juli- 4 Juli 2010 biaya akomodasi, konsumsi, dan transportasi ditanggung oleh peserta)

Karantina
Peserta yang lolos dari tes fisik akan langsung masuk karantina selama 5 hari dari Senin, 5 Juli hingga Jumat, 9 Juli 2010. Selama dalam masa karantina, PB Djarum menanggung akomodasi dan konsumsi. Peserta diwajibkan mengikuti segala tata tertib peraturan yang ditetapkan oleh PB Djarum.

Pengumuman
Pengumuman lolos audisi akan dikirimkan melalui surat, telepon, dan website http://www.pbdjarum.com.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | 12 Comments »

Pernik Singapore Open SS 2010 : India Lebih Dari Sekedar Pemeriah Suasana

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on June 19, 2010


Bulutangkis.com – Nama sang legendaries Prakash Padukone tentunya sudah tidak asing lagi bagi pecinta bulutangkis dunia khususnya era 80-an. Setelah mengantongi gelar London Masters Open, Denmark Open dan Swedish Open, Prakash mencatatkan dirinya dalam sejarah bulutangkis dunia sebagai orang India pertama yang mengantongi gelar Juara All England pada tahun 1980.

Nama besar Lim Swie King sebagai juara bertahan di dua edisi sebelumnya tidak membuatnya gentar untuk meraih kemenangan di babak final. Setelah berakhirnya era Prakash, perbulutangkisan India sempat tenggelam sebelum akhirnya nama Gopichand Pullela yang naik ke permukaan saat berhasil mengantongi gelar All England di tahun 2001 dengan manaklukkan Peter Gade sebagai peringkat satu dunia dan akhirnya Chen Hong di babak final.

Setelah mengalami cedera di tahun 2002 yang akhirnya membuat peringkat Gophicand menurun drastis, pebultangkis India ini akhirnya memilih untuk mengundurkan diri dari dunia bulutangkis meskipun kecintaannya terhadap bulutangkis tidak luntur sampai disana.

Selain mendirikan sebuah sekolah khusus bulutangkis di India, Gophicand juga resmi menjadi pelatih nasional tim India. Beberapa di antaranya hasil didikan dari Gopichand adalah Anup Sridhar, Chetan Anand, Kashyap Parupalli, Arvind Bhat, Saina Nehwal dan Aditi Mutatkar. Di nomor ganda, nama Rupesh Kumar dan Sanave Thomas serta Jwala Gutta dan Diju Valiyaveetil juga ikut mampu bersaing di kancah perbulutangkisan dunia saat ini.

Meskipun tak setenar pelatihnya, nama Anup Sridhar sempat melambung saat menumbangkan Taufik Hidayat di turnamen Kejuaraan Dunia 2007 dan Kejuaraan Asia 2008. Meskipun belum sempat menyentuh peringkat 20 besar dunia, Anup juga sempat mengalahkan nama pemain besar lainnya seperti Peter Gade pada turnamen Singapore Open SS 2009.

Di sektor putri, India memiliki sang bintang Saina Nehwal saat ini baru berusia 20 tahun, Saina sudah mengantongi beberapa gelar penghargaan seperi Philippines Open 2006, Taipei Open 2008, Kejuaran Dunia Junior 2008, Indonesia Open 2009, serta India Open Grand Prix Gold 2010. Peringkat dua dunia, Wang Lin yang mampu ditekuknya pada turnamen Indonesia Open SS 2009 membuatnya mampu sejajar dengan pemain-pemain dunia lainnya.

Di sektor ganda, India mempunyai ‘kartu truf’ pemain serba bisa Jwala Gutta. Setelah sukses menggandeng Diju Valiyaveetil dan mengantongi sejumlah gelar di turnamen grand prix gold dan menaklukkan nama besar seperti Nova/ Liliyana, Hendra/ Vita, Gutta yang sempat berpasangan dengan Shruti Kurian akhirnya memutuskan untuk bertukar pasangan dengan Ashwini Ponnappa di sektor ganda putri. Sementara itu di sektor ganda putra, nama Rupesh Kumar dan Sanave Thomas mulai dikenal saat menjadi runner up Australia Open 2009 serta menggondol gelar turnamen New Zealand Open 2009 dan Bitburger Open 2009.

Dengan perkembangan bulutangkis India yang cukup pesat belakangan ini sehingga cukup pantas jika BWF menganugrahi negara ini sebagai ‘negara baru’ yang menggantikan Swedia untuk perhelatan Super Series di tahun 2011. Menurut pelatih Indonesia, Atik Jauhari yang saat ini melatih negara persemakmuran Inggris tersebut, kunci kemajuan perbulutangkisan India saat ini adalah disiplin dari sang atlet untuk menjalani setiap program yang diberikan oleh pelatih.

“Di India pelatih itu benar-benar dihormati dan diikuti setiap perintahnya. Kedudukan mereka nomor dua setelah orang tua”, ujar Atik Jauhari mengomentari keberhasilan salah satu anak didiknya Saina, yang saat ini bercokol di peringkat 6 dunia di bawah 5 pemain China Wang Yihan, Wang Xin, Wang Shixian, Wang Lin, dan Jiang Yanjiao.

Setelah berhasil mengoleksi dua gelar India Open Grand Prix Gold 2010 di depan publik sendiri pada pekan lalu, India optimis akan mampu bersaing dengan para pemain dunia lainnya di dua turnamen super series beruntun, Singapura dan Indonesia. Tak hanya mau menjadi pemeriah suasana, tetapi juga diperhitungkan sebagai underdog yang akan membuat kejutan saat berhadapan dengan pemain-pemain dunia yang lebih diunggulkan. Dengan kekuatan terbaiknya, India mampu meloloskan 11 wakilnya ke babak 16 besar turnamen Singapore Open SS 2010. Dengan motivasi dan semangat yang cukup besar, biarlah waktu yang nantinya akan membuktikan sejauh apa prestasi yang mampu diukir oleh para duta India ini. (FEY)

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

 
%d bloggers like this: