SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    June 2010
    M T W T F S S
    « May   Jul »
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    282930  
  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 5,029 other followers

Archive for June 29th, 2010

Wawancara Dengan Ana Rovita

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on June 29, 2010


Jakarta – Ana Rovita, menjadi berita besar di ajang Djarum Indonesia Open Super Series (DIOSS) 2010. Selain menjadi satu-satunya tunggal putri wakil Indonesia di semifinal, Ana juga berhasil melaju sampai ke semifinal dengan merayap dari babak kualifikasi. Sejumlah nama besar pun Ana tumbangkan, mulai dari Tvrdy Maja, Fu Mingtian dan bahkan Maria Kristin pun berhasil Ana atasi. Namun, petualangan Ana harus berakhir di tangan Sayaka Sato di semifinal. Namun ia tetap gemilang dengan performa terbaiknya sepanjang DIOSS. Apalagi Ana bukan pemain unggulan, bahkan DIOSS ini merupakan debutnya di kejuaraan selevel Super Siers.Dengan lajunya hingga semifinal, akan membuat mendongkrang rangking BWF-nya.

PB Djarum pun secara ekskulsif berkesempatan untuk melakukan wawancara bersama si Kuda Hitam di ajang DIOSS 2010, Ana Rovita. Berikut petikan wawancara antara PB Djarum dengan Ana Rovita.

PB Djarum : Hai Ana, apa kabar?

Ana : Baik

PB Djarum : Bagaimana rasanya bisa bermain diajang Super Series?

Ana : Senang, karena ini menambah pengalaman saya bertanding, apalagi ini Super Series pertama bagi saya.

PB Djarum : Ada persiapan khusus?

Ana : tidak ada, karena sebenarnya saya baru diberi tau akan bertanding itu hari Senin (21/6). Jadi tidak ada persiapan khusus, saya dikabari untuk ikut, dan sorenya langsung berangkat ke Jakarta.

PB Djarum : Sebenarnya target Ana sendiri di DIOSS ini ingin sampai mana?

Ana : Target awal ya sebenarnya hanya ingin lolos dari babak kualifikasi dan bisa main di babak utama, dan ternyata saya malah bisa melangkah hingga semifinal, tentu saja ya saya senang, jauh melampaui target saya bahkan target dari pelatih.

PB Djarum : Bagaimana rasanya bisa bermain sampai semifinal?

Ana : rasanya ya sulit diungkapkan, yang jelas saya senang dan ini menjadi motivasi saya untuk bisa terus berprestasi.

PB Djarum : Bagaimana kesan bermain di GOR sebesar Istora?

Ana : Ini turnamen besar pertama saya, dan ini pun kali pertama saya bermain didepan begitu banyak orang, rasanya ya seru, membuat saya lebih semangat dan termotivasi untuk bertanding.

PB Djarum : Sebelum bisa seperti sekarang, bagaimana Ana mengawali karier?

Ana : Dulu ikut-ikutan main bulutangkis sama kakak. Karena kakak saya juga dulu di Djarum, dan akhirnya pada tahun 2004, saya bergabung dengan PB Djarum, dan nanti mungkin adik saya pun akan mengikuti jejak untuk menjadi atlet bulutangkis.

PB Djarum : Melihat hal ini, apakah Ana memang lahir dari keluarga atlet?

Ana : Nggak, dikeluarga saya baru saya, kakak dan adik saya yang ingin menjadi atlet. Soalnya Papa bukan atlet, tapi dia ingin anak-anaknya menjadi atlet. Keluarga yang lain tidak ada yang terjun kedunia olahraga.

PB Djarum : Bagaimana target setelah Super Series ini?

Ana : Kemungkinan besar saya akan turun di Singapura Internasiona Satelit bulan depan, dan semoga bisa bermain dan mendapat hasil yang terbaik juga.

PB Djarum : Sepanjang DIOSS kemarin, pertandingan mana yang paling berkesan untuk Ana?

Ana : Pertandingan melawan Mbak Sel (panggilan akrab Maria Kristin – red), karena belum pernah berlatih bersama apalagi bisa bertanding dan memenangkan pertandingan itu. Hal ini tidak akan saya lupakan.

PB Djarum : Saat mendahului 14-4 melawan Sayaka Sato, kenapa Ana tiba-tiba kehilangan banyak angka? Apakah tegang?

Ana : Mungkin karena terburu-buru ingin menyelesaikan pertandingan dan mematikan bola, tapi malah jadi bumerang dan mati sendiri.

PB Djarum : Dengan mengikuti ajang sebesar DIOSS ini, apakah hikmah yang bisa diambil bagi Ana?

Ana : Saya harus lebih berlatih keras dan memperbaiki kelemahan-kelemahan saya, dan langkah saya yang hingga semifinal pun membuktikan bahwa saya bisa.

PB Djarum : Dengan melaju hingga babak semifinal, tentu Ana akan menerima hadiah uang, kira-kira akan diapakan uang tersebut?

Ana : Belum tau, mungkin akan ditabung saja.

PB Djarum : Oke, terima kasih Ana, Sukses untuk pertandingan berikutnya.

Ana : sama-sama

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis, Tokoh | Leave a Comment »

Ana Rovita Cari Pengalaman ke Singapura

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on June 29, 2010


SEAMRANG, Kompas.com – Pebulu tangkis tunggal putri Djarum Kudus, Ana Rovita, bakal diterjunkan pada turnamen bulu tangkis Singapura Internasional Series, 20-24 Juli 2010, setelah sukses masuk babak semifinal Djarum Indonesia Super Series beberapa waktu lalu.

Ketua PB Djarum Kudus, Yopi Rosimin, ketika dihubungi dari Semarang, Senin, mengatakan, untuk menambah pengalaman dan jam terbangnya, Rovita akan lebih banyak dimainkan pada turnamen bulu tangkis internasional.

Ia mengakui prestasi yang dicapai Ana Rovita pada Indonesia Open di Jakarta beberapa waktu lalu sangat memuaskan karena yang bersangkutan harus berjuang dari babak kualifikasi, kemudian di luar dugaan bisa melangka ke babak empat besar.

Pada babak empat besar atau semifinal, Ana Rovita dikalahkan pebulu tangkis Jepang, Sayako Sato, 20-22,17-21. “Sebenarnya dia bisa menang karena sudah memimpin perolehan angka dari lawannya, tetapi tiba-tiba dikejar pebulu tangkis tunggal putri Jepang tersebut,” katanya kepada Antara.

Pada nomor tunggal putri Djarum Indonesia Super Series tersebut, pebulu tangkis India, Saina Nehwal, pada babak final mengalahkan Sayako Sato, 21-19, 13-21, 21-11. Bagi Saina, keberhasilan ini merupakan yang kali kedua setelah berhasil meraih gelar tunggal putri pada turnamen yang sama 2009.

Ketika ditanya hasil yang dicapai pebulu tangkis Djarum pada Indonesia Open, dia mengatakan kalau untuk Anna Rovita memang memuaskan, sedangkan pebulu tangkis lainnya terbilang biasa saja atau tidak terlalu istimewa.

Pebulu tangkis tunggal putra, Andre Kurniawan Tedjono, hanya sampai pada babak kedua. Begitu pula dengan Rosaria Yusfin Pungkasari (Pipin) yang kalah dari seniornya, Maria Kristin, dua set langsung, 11-21,14-21. Kemudian Fransiska Ratnasari juga hanya sampai pada babak kedua, sedangkan Andreas Adityawarman justru kalah pada babak kualifikasi.

Pada Djarum Indonesia Open Super Series ini, Djarum Kudus mengirimkan 10 pebulu tangkis, baik tunggal putra-putri maupun ganda putra-putri. Khusus nomor ganda putra-putri, gagal melangkah ke babak utama.

Ia menambahkan, setelah mengikuti Singapura Internasional Series ini, pebulu tangkis Djarum Kudus, seperti Ana Rovita, Febby Angguni, Rosaria Yuswin Pungkasari, dan Fransiska Ratnasari, bakal diterjunkan pada turnamen bulu tangkis Indonesia Challenge di Surabaya akhir Juli mendatang. “Kami harus merangkak dari nol lagi untuk menelorkan pebulu tangkis yang diharapkan mampu menembus kelompok elite dunia,” katanya.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

 
%d bloggers like this: