SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    July 2010
    M T W T F S S
    « Jun   Aug »
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    262728293031  
  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 5,029 other followers

Archive for July, 2010

Macau Open Grand Prix Gold : Fran/Pia Tidak Ingin Gegabah

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on July 30, 2010


JAKARTA, Kompas.com – Ganda campuran Fran Kurniawan/Pia Zebadiah tidak mau gegabah saat menghadapi pasangan Thailand unggulan ketiga Songphon Anugritayawon/Kunchala Voravichitchaikul pada perempat final Macau Terbuka Grand Prix Gold sekalipun sebelumnya berhasil menundukkan pasangan unggulan.

Pada babak 16 besar turnamen berhadiah total 120.000 dolar AS yang berlangsung di Macau City, Kamis, Fran/Pia mengalahkan unggulan ketujuh asal Korea Shin Baek Cheol/Yoo Hyun Young 21-11, 21-18.

Mereka selanjutnya akan memperebutkan tempat di semifinal dengan pasangan Thailand unggulan ketiga Songphon/Kunchala yang belum pernah bertemu sebelumnya. “Kami tidak mau terlalu percaya diri. Persiapan ke Macau sudah bagus, tinggal dipraktekkan dalam pertandingan saja,” ujar Fran yang bersama Pia juga akan tampil di Taiwan Terbuka setelah Macau sebagai persiapan menghadapi Kejuaraan Dunia.

Sedangkan Pia mengatakan tetap akan berusaha memberi yang terbaik. “Saya dan Fran tetapi akan terus berusaha yang terbaik,” kata Pia yang pernah menjadi pemain tunggal itu kepada Antara.

Ganda campuran lainnya, Tontowi Ahmad yang baru pertamakali berpasangan dengan Liliyana Natsir melanjutkan langkah mereka ke perempat final dengan menumbangkan pasangan Taiwan 19-21, 21-14, 21-12 untuk bertemu pasangan kualifikasi asal Korea Kwon Yi Goo/Jang Ye Na.

Dua ganda campuran lainnya harus saling mengalahkan di perempat final saat unggulan teratas Hendra Aprida Gunawan/Vita Marissa bertemu Muhamad Rijal/Debby Susanto.

Ganda putri menyisakan pasangan Greysia Polii/Meiliana Jauhari yang menyisihkan Vita Marissa (Indonesia)/Saralee Thoungthongkam (Thailand) dengan kemenangan 21-17, 21-19.

Sedangkan dua lainnya kandas di tangan pasangan unggulan. Pasangan Pia zebadiah/Debby Susanto kalah oleh unggulan teratas Miyuki Maeda/Satoko Suetsuna dari Jepang 7-21, 13-21, dan Anneke Feinya Agustin/Annisa Wahyuni menyerah pada unggulan kedua Chin Eei Hui/Wong Pei Tty dari Malaysia 10-21, 21-23. Ganda putri Malaysia itulah yang akan berhadapan dengan Greysia/Meiliana di perempat final.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Sunkist Indonesia International Challenge Indocock : Pelatnas Pastikan Gelar Ganda Putri

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on July 30, 2010


SURABAYA, Kompas.com – Tim Pelatnas PBSI memastikan gelar ganda putri turnamen Sunkist Indonesia International Challenge Indocock Djarum Open 2010, setelah meloloskan empat wakilnya di semifinal.

Dari hasil pertandingan babak perempat final di GOR Sudirman Surabaya, Kamis (29/7/10) malam, empat ganda putri pelatnas berhasil melewati adangan lawan-lawannya.

Mereka yang saling terlibat bentrok, masing-masing Jenna Gozali/Variella Aprilsasi melawan Suci Rizki Andini/Della Destiara, kemudian Dwi Agustiawati/Ayu Rahmasari menghadapi Komala Dewi/Keshya Nurvita.

Pasangan Jenna Gozali/Veriella lolos ke semifinal setelah menghentikan wakil tuan rumah Andriani Ratnasari/Maya Rosita dua set langsung 21-10, 22-20. Sementara Suci/Della yang menempati unggulan ke-3, meraih kemenangan mudah 21-11, 21-15 atas pasangan Thailand, Rodjana Chuthabunditkul/Wiranpatch Hongchookeat.

Unggulan ke-2 Komala Dewi/Keshya menang atas Deariska Putri/Gloria Emanuelle dengan skor 21-16, 21-18. Kemudian Dwi Agustiawati/Ayu Rahmasari mengalahkan rekan sesama pelatnas Gebby Ristiyani/Tiara Rosalina dalam tiga set 12-21, 21-13, 21-11.

Manajer tim pelatnas Maria Fransisca usai pertandingan, mengaku tidak menduga pemain ganda putri bisa menguasai partai semifinal.

“Hasil ini jauh lebih baik dibanding penampilan mereka di beberapa turnamen sebelumnya. Kualitas permainan pemain-pemain putri juga sudah lebih baik,” katanya.

Peluang tambah gelar

Pelatnas masih berpeluang menambah gelar setelah meloloskan wakil di semifinal semua nomor. Bahkan pada ganda putra, dua pasangan pelatnas saling berhadapan yakni Rahmat Adianto/Andrei Adistia dengan Rizki Yanu Kresnayandi/Albert Saputra.

Pasangan Rahmat/Andrei yang sempat kalah pada set pertama, mampu membalikkan keadaan dan meraih kemenangan 17-21, 21-13, 21-17 atas pasangan Singapura, Yi Liu/Jiang Terry. Sedangkan Rizki Yani/Albert Saputra menundukkan rekannya sendiri Agrippina Primaharmanto/Ricky Karanda 21-17, 21-18.

Pada nomor tunggal putra, dua pemain pelatnas Ary Trisnanto dan Evert Sukamta berhasil menjungkalkan lawan-lawannya. Sementara Pandu Dewantoro gagal melanjutkan kiprahnya.

Ary secara mengejutkan menumbangkan mantan seniornya di pelatnas Tommy Sugiarto dengan dua set langsung 21-19, 21-8, sementara Evert juga menang dua set 21-18, 21-11 atas finalis tahun lalu Fauzi Adnan.

Di semifinal, Evert akan menantang unggulan utama Andre Kurniawan dan Ary bertemu unggulan ke-2 Alamsyah Yunus.

Dari nomor tunggal putri, Bellatrix Manuputty menjadi satu-satunya wakil pelatnas yang tersisa, setelah Aprilia Yuswandari yang lebih diunggulkan harus tersingkir.

Aprilia harus mengakui keunggulan Silvina Kurniawan dalam permainan tiga set yang berakhir 21-11, 16-21, 17-21. Sementara Bellatrix menang atas semifinalis Indonesia Super Series 2010, Ana Rovita, dengan skor 21-8, 10-21, 21-17.

Pada perebutan tiket final, Bellatrix akan menghadapi juara bertahan Fransiska Ratnasari yang sebelumnya menang mudah atas pemain Malaysia Sannatasah Saniru 21-13, 21-10.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Macau Terbuka Grand Prix Gold : Sony Ikut Jejak Simon ke Perempat Final

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on July 30, 2010


JAKARTA, KOMPAS.com — Sony Dwi Kuncoro mengikuti jejak Simon Santoso, yang melangkah ke perempat final turnamen bulu tangkis Macau Terbuka Grand Prix Gold. Pada perebutan tiket babak delapan besar ini, Kamis (29/7/2010), Sony menang 18-21, 21-12, 21-14 atas pemain China, Chen Yuekun, dalam duel berdurasi 58 menit.

Selanjutnya, Jumat besok, Sony yang merupakan unggulan ketiga ini akan bertemu dengan Boonsak Ponsana. Pemain Thailand yang ditempatkan sebagai unggulan lima tersebut menang 21-16, 11-21, 21-17 atas pemain Jepang unggulan ke-16, Kazushi Yamada. Mereka akan memperebutkan tiket menuju semifinal turnamen berhadiah 120.000 dollar AS ini.

Sony mengawali pertandingan dengan performa yang tidak terlalu meyakinkan karena lawan bisa mendikte permainannya. Pada set pertama, Chen terus memimpin jalannya pertandingan sampai menang 21-18. Sony hanya bisa menyamakan kedudukan pada skor 5-5 dan 7-7.

Namun pada set kedua, Sony mengambil alih kendali permainan. Secara agresif, mantan juara Indonesia Terbuka Super Series ini menunjukkan hasil yang sangat memuaskan karena, selepas kedudukan 1-1, dia tak terbendung lagi sampai menang 21-12, dan memaksa rubber game.

Pada set penentuan, Sony mempertahankan momentumnya untuk meraih tiket perempat final. Sempat tertinggal 1-3, Sony mampu mengejar dan mengunci lawannya pada angka 4 sampai unggul 7-4. Setelah itu, Sony terus melejit sampai menang 21-14.

Empat ganda campuran ke perempat final

Dari sektor ganda campuran, Indonesia masih meraih hasil sempurna. Empat wakil Tanah Air yang ambil bagian terus memelihara peluangnya untuk melangkah ke partai puncak setelah meraih kemenangan atas lawan-lawannya.

Setelah unggulan utama, Hendra Aprida Gunawan/Vita Marissa, dan pasangan pelatnas Cipayung, Muhammad Rijal/Debby Susanto, menyegel tempat pada babak delapan besar, kini giliran dua pasangan pelatnas, Fran Kurniawan Teng/Pia Zebadiah Bernadet dan unggulan keenam Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir memberikan hasil. Fran/Pia menang straight set, 21-11, 21-18, atas unggulan ketujuh dari Korea Selatan, Baek Cheol Shin/Hyun Young Yoo, dan Tontowi/Liliyana menaklukkan pasangan Taiwan, Chen Hung Ling/Cheng Wen Hsing, 19-21, 21-14, 21-12.

Pada perempat final besok, Fran/Pia kembali menghadapi lawan berat karena mereka akan bertemu unggulan ketiga dari Thailand, Songphon Anugritawayon/Kunchala Voravichitchaikul. Sementara itu, Tontowi/Liliyana ditantang pasangan kualifikasi dari Korea Selatan, Yo Goo Kwon/Ye Ja Jang. Jika kembali meraih kemenangan, maka dua pasangan pelatnas ini akan bertemu pada semifinal.

Pada partai perempat final lainnya, Hendra AG/Vita dan Rijal/Debby sudah harus saling bertarung. Meskipun satu pasangan pasti tersingkir, Indonesia telah memastikan satu tiket menuju babak empat besar.

Kesuksesan juga ditoreh ganda putri pelatnas, Meiliana Jauhari/Greysia Polii. Pasangan unggulan kelima ini menang dua set langsung, 21-17, 21-19, atas pasangan gado-gado Indonesia/Thailand, yaitu Vita Marissa/Saralee Thoungthongkam.

Pada perempat final, Meiliana/Greysia akan menghadapi pemain Malaysia, Chin Eei Hui/Wong Pei Tty. Unggulan kedua ini lolos setelah menyingkirkan pasangan Indonesia, Anneke Feinya Agustine/Annisa Wahyuni.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Macau Terbuka Grand Prix Gold : “Bunuh” Hayom, Simon ke Perempat Final

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on July 30, 2010


JAKARTA, Kompas.com – Simon Santoso menjadi pemenang dalam “perang saudara” melawan Dionysius Hayom Rumbaka, di babak ketiga turnamen bulu tangkis Macau Terbuka Grand Prix Gold. Pada pertandingan yang berlangsung Kamis (29/7/10), Simon yang merupakan unggulan keempat ini menang straight set 21-17, 21-17, dalam duel berdurasi 40 menit.

Dengan demikian, Simon memastikan diri meraih tiket perempat final turnamen berhadiah 120.000 dollar AS ini. Selanjutnya, Jumat (30/7/10), pemain Pelatnas Cipayung ini akan menghadapi wakil Hongkong Wong Wing Ki, yang lolos setelah menaklukkan pemain Malaysia Liew Daren, dengan 13-21, 21-13, 21-19.

Menilik prestasi dan jam terbang, Simon tampaknya akan melewati adangan Wong untuk meraih tiket semifinal. Di babak empat besar inilah, Simon bakal menghadapi rintangan berat, karena kemungkinan besar dia bertemu unggulan utama yang juga pemain nomor satu dunia, Lee Chong Wei. Pemain Malaysia tersebut akan menghadapi wakil Korea Selatan yang ditempatkan sebagai unggulan 15, Shon Wan Ho.

Melawan “adiknya” yang juga bernaung di bawah atap Pelatnas Cipayung, Simon tampil sangat dominan. Terbukti, dalam pertarungan dua set itu dia selalu unggul dan tak pernah mendapat ancaman serius.

Pada set pertama, Hayom hanya sempat memberikan perlawanan sengit sampai kedudukan 6-6. Setelah itu, pemain binaan PB Djarum Kudus tersebut tak berkutik lagi untuk membendung kedigdayaan Simon, yang menyudahinya dengan skor 21-17.

Di set kedua, Simon kembali memegang kendali permainan. Selepas skor imbang 2-2, Simon terus melejit hingga memimpin 12-6. Hayom sempat bangkit dan memangkas poin hingga kedudukan 12-11. Tetapi Simon kembali keluar dari tekanan, sampai meraih kemenangan 21-17, dan memastikan diri lolos ke babak delapan besar.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Macau Terbuka Grand Prix Gold : Firdasari Pelihara Asa Raih Gelar

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on July 30, 2010


JAKARTA, Kompas.com – Adriyanti Firdasari memelihara asa untuk meraih gelar di turnamen Macau Terbuka Grand Prix Gold. Satu-satu wakil tunggal putri Indonesia tersebut melangkah ke perempat final kejuaraan berhadiah 120.000 dollar AS ini setelah menang 21-17, 19-21, 22-20 atas pemain Singapura Xing Aiying.

Pada pertandingan yang berlangsung Kamis (29/7/10), Firdasari harus berjuang selama 53 menit untuk meraih tiket babak delapan besar tersebut. Selanjutnya, pemain Pelatnas Cipayung ini akan menghadapi unggulan ketiga dari Jepang, Eriko Hirose, yang lolos setelah menang 13-21, 21-6, 21-9 atas pemain kualifikasi dari China Suo Di. Duel yang akan berlangsung Jumat (30/7/10) ini untuk perebutkan tiket semifinal.

Ini akan menjadi pertemuan kedua bagi Firdasari. Sebelumnya, Firdasari harus mengakui kehebatan Hirose yang menang straight set 21-17, 21-14 ketika mereka bertarung di ajang China Terbuka Super Series 2009 pada 18 November.

Di set pertama, Firdasari mendapat perlawanan ketat dari Xing karena terjadi kejar-mengejar poin hingga kedudukan 17-17. Tetapi setelah itu, Firdasari meraup empat poin secara beruntun untuk meraih poin pertama.

Pada set kedua, Xing yang mengendalikan jalannya pertandingan. Setelah menyamakan kedudukan 4-4, pemain Singapura ini terus melejit dan sempat memimpin 18-14. Firdasari berusaha bangkit untuk menyamakannya menjadi 18-18. Tetapi Xing mampu menjauh lagi dan menang 21-19, untuk memaksa rubber game.

Set penentuan, Firdasari terlihat akan sangat mudah meraih kemenangan karena selalu unggul jauh. Bahkan, Firdasari meninggalkan Xing dengan skor 14-5, dilanjutkan dengan 18-11. Ternyata, Xing tak menyerah begitu saja, karena dia berhasil menahan Firdasari di angka 18 dengan meraup enam poin beruntun, sehingga kedudukan menjadi 18-17.

Duel pun berlangsung ketat dan sengit. Beruntung, Firdasari bisa mengatasi tekanan sehingga meskipun dipaksa deuce, dia akhirnya meraih kemenangan berkat raihan dua poin terakhir yang membuatnya menang 22-20, dan maju ke perempat final.

Ganda campuran pastikan tempat di semifinal

Dari sektor ganda campuran, Indonesia memastikan satu tempat di semifinal. Tiket babak empat besar ini berada di genggaman karena terjadi “perang saudara” di perempat final nanti, antara unggulan utama Hendra Aprida Gunawan/Vita Marissa dengan Muhammad Rijal/Debby Susanto.

Hendra AG/Vita, harus berjuang selama 47 menit untuk memastikan diri maju ke perempat final. Mantan pemain pelatnas ini dipaksa bermain tiga set melawan pemain Taiwan Mu Lee Sheng/Chin Chien Yu, sebelum menang 25-27, 21-16, 21-12.

Langkah cukup mudah diraih Rijal/Debby, yang tidak diunggulkan. Pasangan pelatnas ini hanya perlu bermain 26 menit untuk menang straight set 21-15, 21-15 atas pasangan Jepang Kenichi Hayakawa/Shizuka Mastsuo.

Dari nomor ganda putri, pasangan pelatnas Anneke Feinya Agustine/Annisa Wahyuni, harus memupus impiannya untuk melangkah ke babak delapan besar. Mereka harus mengakui kehebatan unggulan kedua dari Malaysia Eei Hui Chin/Pei Tty Wong, yang menang dua set langsung 21-10, 23-21.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Sunkist Indonesia International Challenge Indocock : Ratnasari dan Ana ke Perempat Final

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on July 29, 2010


SURABAYA, Kompas.com – Pebulutangkis unggulan utama Fransiska Ratnasari belum terbendung dan melaju ke perempat final turnamen Sunkist Indonesia International Challenge Indocock Djarum Open 2010.

Pada pertandingan di GOR Sudirman Surabaya, Rabu (28/7/10) malam, Fransiska dipaksa bermain tiga set oleh pemain nonunggulan Elysabeth Purwaningstyas, sebelum meraih kemenangan 21-15, 15-21, 21-15 dalam waktu 75 menit.

Fransiska yang di babak sebelumnya selalu meraih kemenangan mudah, kali ini harus mengeluarkan seluruh kemampuan terbaiknya untuk mengatasi permainan alot lawannya.

“Lawan memang bermain bagus dan saya sempat kerepotan di set kedua,” ujar pemain Djarum Kudus yang akrab disapa Nana itu.

Pada babak perempat final yang berlangsung Kamis (29/7/10), Nana akan ditantang unggulan ke-6 asal Malaysia Sannatasah Saniru yang menang atas unggulan 14 Mizuho Muramatsu dengan skor 21-14, 23-21.

Di laga lainnya, wakil Pelatnas Aprilia Yuswandari tidak menemui kesulitan saat berjumpa juniornya Renna Suwarno dengan menang dua set langsung 21-11, 21-17.

Pebulutangkis asal Jatim yang menempati unggulan ke-7 ini, unggul pengalaman dari lawannya dan mendominasi permainan sejak awal, kendati sempat sedikit kerepotan di set kedua. Selanjutnya, Aprilia akan bertemu Silvina Kurniawan untuk memperebutkan tiket semifinal.

“Target saya bisa masuk final dulu, tapi itu tidak mudah karena saya lihat lawan-lawan juga cukup berat,” ujar Aprilia.

Sementara itu, semifinalis Indonesia Super Series 2010, Ana Rovita, meneruskan kiprahnya di turnamen berhadiah total 15.000 dollar AS ini, setelah melewati adangan Febby Angguni.

Rovita membutuhkan waktu 40 menit untuk menang 21-15, 21-12 dan akan bertemu wakil pelatnas Belatrix Manuputty.

Dari nomor tunggal putra, unggulan teratas Andre Kurniawan Tedjono menyisihkan pemain Malaysia Joo Ven Soong dua set langsung 21-15, 21-14 untuk menuju babak keempat.

Sedangkan Tommy Sugiarto meraih kemenangan mudah 21-9, 21-9 atas pemain Pelatnas Pratama Febriyan Irvannaldi.

Andalan tuan rumah Fauzi Adnan juga masih menjaga peluangnya menembus final di kandang sendiri, setelah menundukkan Riyanto Subagja 21-17, 21-16.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Macau Terbuka Grand Prix Gold : Simon dan Hayom Saling “Bunuh”

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on July 29, 2010


JAKARTA, KOMPAS.com — Dua pemain tunggal putra Indonesia, Dionisius Hayom Rumbaka dan Simon Santoso, bertemu di babak 16 besar Macau Terbuka Grand Prix Gold. “Perang saudara” yang akan berlangsung pada Kamis (29/7/2010) ini untuk memperebutkan satu tempat di perempat final.

Dalam pertandingan putaran kedua, Rabu (28/7/2010), Hayom yang menjadi unggulan 10 belum menghadapi kesulitan berarti dalam turnamen berhadiah total 120.000 dollar AS itu. Ia menang mudah atas Raul Must dari Estonia, 21-11, 1-16.

Adapun Simon yang menjadi unggulan keempat menang atas pemain China, Huang Yuxiang, 21-14, 21-13.

Pertemuan Hayom dan Simon di satu sisi menguntungkan karena salah satu di antara mereka sudah pasti meraih satu tempat di perempat final. Namun, pertemuan ini juga merugikan karena kita harus kehilangan pemain lainnya.

Selain mereka, Sony Dwi Kuncoro yang menjadi unggulan ketiga juga meraih tempat di babak 16 besar setelah mengungguli pemain Hongkong, Dick Chan, 21-17, 21-15.

Sementara itu, satu-satunya wakil tunggal putri dalam turnamen tersebut, Adriyanti Firdasari, membukukan kemenangan pertama dengan menyisihkan pemain Kanada, Michelle Li, 21-10, 21-16. Selanjutnya, Firdasari akan melawan pebulu tangkis Singapura, Xing Aiying, yang dipaksa bermain tiga game oleh Susan Egelstaff dari Skotlandia sebelum menang dengan hasil 21-18, 15-21, 21-14.

Pada pertemuan sebelumnya di Swiss Terbuka 2008, Firdasari mengalahkan pemain Singapura tersebut dalam tiga game 21-18, 20-22, 21-18.

Sedianya pelatnas Cipayung akan mengirim dua tunggal putri untuk berlaga di Macau. Namun, pemain lainnya, Maria Febe Kusumastuti, batal berangkat karena cedera pergelangan kaki.

“Ya, Febe tidak jadi berangkat karena pergelangan kakinya cedera sejak sebelum (mengikuti) Malaysia Grand Prix Gold lalu,” kata pelatih tunggal putri pelatnas, Marleve Mainaky, yang menambahkan bahwa saat ini Febe masih dalam proses penyembuhan.

Kido/Lita tumbang

Adapun ganda campuran Markis Kido/Lita Nurlita, yang awal bulan ini mencapai semifinal di Malaysia Grand Prix Gold, langsung tumbang pada pertandingan pertama mereka di Macau.

Pasangan peringkat ke-105 dunia itu kalah oleh pasangan Thailand unggulan ketiga, Songphon Anugritayawon/Kunchala Voravichitchaikul, 13-21, 21-13, 18-21.

Pada game ketiga, pasangan yang tampil pada turnamen keempat mereka itu mampu mengimbangi ganda Thailand hingga unggul tipis 13-12. Namun, enam poin beruntun membawa kemenangan bagi pasangan Thailand.

“Pada saat-saat terakhir, kami malah kurang tenang sehingga banyak mati sendiri,” kata Kido, yang juga maju ke babak 16 besar pada ganda putra bersama Hendra Setiawan.

Pasangan Fran Kurniawan/Pia Zebadiah juga membukukan kemenangan atas Yohan Hadikusumo Wiratama/Tse Ying Suet asal Hongkong, 21-17, 21-16, untuk bertemu unggulan ketujuh, Shin Baek Cheol/Yoo Hyun Young.

Fran mengatakan, pertemuan tersebut adalah pertemuan kali pertama dengan pasangan tersebut. Namun, di Indonesia Super Series bulan lalu, ia berhasil mengalahkan Shin Baek Cheol yang berpasangan dengan Lee Hyo Jung.

Di Macau, Lee Hyo Jung kembali berpasangan dengan Lee Yong Dae sebagai unggulan kedua. Namun, mereka langsung menyerah pada pertandingan pertama karena tidak melanjutkan pertandingan saat baru tertinggal 1-2 oleh pasangan Evgeny Dremin (Rusia)/Mak Ka Lei (Macau).

Pasangan juara olimpiade tersebut tidak melanjutkan pertandingan karena Lee Hyo Jung mengalami cedera pinggang.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Lima Tunggal Putri Unggulan Tumbang

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on July 27, 2010


SURABAYA, KOMPAS.com — Sebanyak lima pebulu tangkis unggulan tunggal putri langsung tumbang di babak awal turnamen Sunkist Indonesia International Challenge Indocock Djarum Open 2010 di Surabaya, Selasa (27/7/2010).

Unggulan kedua, Lianne Tan asal Belgia, secara mengejutkan menyerah dua game langsung dari pemain nonunggulan, Silvina Kurniawan, 18-21, 24-26.

Hasil sama juga dialami “seeded” ketiga asal Perancis, Perrine Lebuhanic, yang takluk dari pemain tuan rumah, Tri Wulan Kartikasari, 14-21, 15-21, dalam waktu 35 menit.

Tiga pemain unggulan lain yang juga harus angkat koper di babak awal turnamen berhadiah total 15.000 dollar AS (sekitar Rp 135 juta dengan kurs Rp 9.000) ini adalah Hadia Hosny asal Mesir dan Tee Ying Ji dari Malaysia.

Hadia Hosny yang menempati unggulan kelima tidak berkutik saat menghadapi Febby Angguni dan kalah telak 9-21, 8-21. Sementara itu, Tee Ying Ji (unggulan kedelapan) dibekuk Rizky Amelia Pradipta dengan dua game langsung, 16-21, 17-21.

Satu pemain unggulan lain yang juga tergusur adalah Chanida Julrattanamanee. Unggulan ke-10 asal Thailand ini sempat memberikan perlawanan hingga tiga game sebelum kalah 10-21, 21-18, 14-21 dari wakil tuan rumah Melvira Oklamona. “Hasil ini memberi bukti bahwa kualitas pemain-pemain Indonesia masih lebih baik, kendati mereka tidak masuk daftar unggulan,” kata pelatih bulu tangkis Jatim, Ferry Stewart.

Hasil mulus dibukukan juara bertahan sekaligus unggulan teratas, Fransiska Ratnasari. Mantan pemain pelatnas ini tidak menemui kesulitan saat mengalahkan Shinta Saiche (Perancis) dengan skor 21-12, 21-12.

Adapun pemain pelatnas, Aprilia Yuswandari, juga menang mudah, 21-7, 21-6, atas wakil Perancis lainnya, Elsa Danckers. “Bisa menang mudah karena kualitas lawan memang belum seberapa,” kata Aprilia seusai pertandingan.

Pada babak berikutnya, Aprilia Yuswandari akan ditantang pemain nonunggulan, Mega Silvi Ellysa, sementara Fransiska bertemu wakil Malaysia, Lian Yang Li.

Pertandingan hari pertama Indonesia Challenge diwarnai delapan partai walk over yang terjadi di nomor tunggal putra dan putri serta ganda campuran.

Sekretaris Panitia Indonesia Challenge, Eddyanto Sabarudin, mengatakan bahwa pemain yang tidak hadir di lapangan tanpa alasan jelas akan dikenai denda sebesar 250 dollar AS (sekitar Rp 2,25 juta). “Sesuai aturan yang diberlakukan Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), pemain yang tidak hadir tanpa alasan jelas atau mundur wajib membayar denda,” katanya kepada Antara

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Singapore International Series 2010 : Satu Gelar Bagi Indonesia

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on July 25, 2010


Bulutangkis.com – Indonesia meraih satu gelar juara melalui pasangan ganda putra Albert Saputra/ Rizki Yanu Kresnayadi pada babak final kejuaraan bulutangkis Singapore International Series 2010 yang berakhir kemarin sore (Sabtu, 24/07/10) di Woodlands Sports Hall, Singapura.

Pada kejuaraan berhadiah total USD 5.000 ini, di partai final pasangan Albert Saputra/ Rizki Yanu Kresnayadi menaklukkan rekannya dari Indonesia Agripina Prima Rahmanto/ Ricky Karanda Suwardi melalui pertarungan tiga set 19-21, 21-12, 21-15.

Indonesia sesungguhnya berpeluang untuk meraih dua gelar namun gagal dipersembahkan oleh pasangan ganda putri Jenna Gozali/ Variella Aprilsasi Putri Lejarsari. Pasangan ganda putri Indonesia ini pada partai final kemarin harus mengakui keunggulan pasangan ganda putri Korea Selatan Yim Jae Eun/ Lee Se Rang dua set langsung 19-21, 12-21.

Korea Selatan mengoleksi dua gelar lainnya melalui nomor tunggal putra dan ganda campuran. Pada tunggal putra yang merupakan final sesama pebulutangkis Korea Selatan diraih Hong Seung Ki yang menaklukkan Shon Seung Mo 21-17, 21-12. Sementara pasangan ganda campuran Korea Selatan Lee Jae Jin/ Yim Jae Eun menaklukkan ganda campuran Hongkong unggulan satu Yohan Hadikusumo Wiratama/ Tse Ying Suet 23-21, 23-21.

Tuan rumah Singapura meraih satu gelar di nomor tunggal putri melalui pebulutangkisnya Chen Jiayuan. Di partai final kemarin sore, Chen Jiayuan yang merupakan unggulan dua harus berjuang tiga set untuk menaklukkan tunggal putri Korea Selatan Kwon Hee Sook 18-21, 21-16, 21-14. (fk)

Hasil lengkap Singapore International Series :

Tunggal Putra:

– Hong Seung Ki [KOR] vs Shon Seung Mo [KOR] 21-17, 21-12

Ganda Putri :

– Yim Jae Eun/ Lee Se Rang [KOR] vs Jenna Gozali/ Variella Aprilsasi Putri Lejarsari [INA] 21-19, 21-12

Ganda Putra :

– Albert Saputra/ Rizki Yanu Kresnayadi [INA] vs Agripina Prima Rahmanto/ Ricky Karanda Suwardi [INA] 19-21, 21-12, 21-15

Tunggal Putri :

– Chen Jiayuan [2] [SIN] vs Kwon Hee Sook[KOR] 18-21, 21-16, 21-14

Ganda Campuran :

– Lee Jae Jin/ Yim Jae Eun [KOR] vs Yohan Hadikusumo Wiratama/ Tse Ying Suet[1][HKG] 23-21, 23-21

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Singapore International Series 2010 : Indonesia Pastikan Gelar Ganda Putra

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on July 25, 2010


Indonesia memastikan meraih gelar juara ganda putra setelah terjadi All Indonesian Final pada turnamen bulutangkis Li Ning Singapore International Series 2010. Dua pasang ganda putra pelatnas akan saling berebut gelar juara. Pasangan ganda putra asal PB Djarum Rizki Yanu Kresnayandi/Albert Saputra bahkan di babak perempat final membuat kejutan besar dengan menundukkan unggulan utama asal Hongkong Yohan Hadikusumo Wiratama/Wong Wai Hong melalui pertarungan rubber game 21-14, 22-24, 21-10. Babak semifinal, menjadi partai balas dendam Rizki/Albert atas peraih medali perak tunggal putra Olimpiade Athena 2004 asal Korea Selatan Shon Seung Mo dan pasangannya Kang Dong Ho, karena pasangan inilah yang menghentikan langkah pemain ganda putra asal PB Djarum pada babak sebelumnya. Pertandingan semifinal bagi Rizki/Albert relatif lebih mudah jika dibandingkan babak perempat Final. Rizki/Albert menang dua set langsung 21-13, 21-18. Pada babak puncak, pasangan pelatnas pratama lainnya Agripina Prima/Ricky Karanda akan menjadi lawan mereka dalam usaha merebut gelar juara.

Pasangan Korea Selatan yang kandas di babak semifinal Kang Dong Ho/Shon Seung Mo seolah-olah menjadi penghalang bagi atlet-atlet PB Djarum. Praveen Jordan/Rangga Yave Rianto akhirnya juga harus mengakui ketangguhan pasangan Korea Selatan tersebut. Praveen/Rangga terhenti di babak perempat final setelah kalah dengan 9-21, 11-21.

Pemain pelatnas pratama ganda putri asal PB Djarum Jenna Gozali berburu gelar juara ganda putri. Berpasangan dengan Variella Aprilsasi Putri Lejarsari, Jenna berhasil menembus partai puncak. Jenna/Variella yang sama sekali tidak di unggulkan harus menjalani dua pertandingan dalam satu hari. Babak perempat final yang dilangsungkan pada pagi hari, Juara Sirkuit Nasional DKI Jakarta 2010 ini melibas pemain pelatnas lainnya yang di unggulkan pada peringkat ketiga Ayu Rahmasari/Dwi Agustiawati dengan 21-16, 21-16. Di babak semifinal yang dilangsungkan sore harinya giliran Ery Oktaviani Adriyana/Ni Made Claudia Ayu di kalahkan melalui pertandingan yang memakan waktu selama 50 menit. Set pertama Jenna/Variella menang dengan 21-19. Di set kedua ganti Ery/Ni Made unggul 18-21. Pada set penentuan Jenna/Variella semakin tak tertahan dan menang 21-16, sekaligus menghantarnya bertemu dengan pasangan ganda putri Korea Selatan Yim Jae Eun/Lee Se Rang pada partai final.

Harapan terakhir Indonesia di ganda campuran kandas setelah Hendra Mulyono/Ayu Rahmasari gagal di semi final. Pasangan Pelatnas ini dihadang unggulan utama, Yohan Hadikusumo/Tse Ying Suet (Hongkong) dengan 17-21, 19-21.

Korea Merajai Partai Tunggal

Kursi final di partai tunggal putra maupun putri didominasi oleh atlet negeri ginseng. Gelar juara tunggal putra sudah dipastikan jatuh ke tangan Korea dengan berhadapannya dua finalis asal negeri tersebut, yakni, Shon Seung Mo dan Hong Seung Ki. Pemain gaek Seung Mo hari ini memberi pengalaman berharga kepada dua pemain Indonesia, Tommy Sugiarto dan Nandang Arif Saputro, sedangkan Seung Ki menambah pengalaman Riyanto Subagja di pagi hari. Setelahnya, Seung Ki menundukkan unggulan pertama asal Hongkong, Wong Wing Ki, 23-21 dan 21-15 pada malam harinya di babak semifinal.

Di tunggal putri, babak final akan mempertemukan pemain non-unggulan Korea, Kwon Hee Sook, dan unggulan kedua tuan rumah, Chen Jiayuan. Kwon hari ini menundukkan dua pemain Indonesia, yakni, Bellaetrix Manuputty dan Ana Rovita. Ana yang sebelumnya membuat kejutan dengan mengalahkan unggulan utama Chan Tzs Ka dikalahkan Kwon di semi final dengan 12-21, 14-21. Sedangkan Jiayuan menjegal dua pemain Hongkong, Tse Ying Suet dan Chan Hung Yung, hari ini. Dengan demikian, Indonesia akan nihil gelar di partai tunggal.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

 
%d bloggers like this: