SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    August 2011
    M T W T F S S
    « Jul   Sep »
    1234567
    891011121314
    15161718192021
    22232425262728
    293031  
  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 5,029 other followers

Archive for August 6th, 2011

PBSI Sayangkan Absennya Kido/Hendra

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on August 6, 2011


JAKARTA, KOMPAS.com- Pengurus Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) menyayangkan absennya pasangan Markis Kido/Hendra Setiawan pada Kejuaraan Dunia di London. Pasalnya mereka menjadi salah satu harapan terbesar untuk meraih gelar.

“Tentu saja sangat kita sayangkan. Selain dari ganda campuran, peluang terbaik kita ada di sektor ganda putra lewat Kido/Hendra,” kata Wakil Ketua Umum I PBSI Sabar Yudho di Jakarta, Jumat (5/8/2011).

Pasangan Markis Kido/Hendra Setiawan dipastikan tidak tampil karena kondisi kesehatan Markis Kido tidak memungkinkan. Markis Kido didiagnosa terkena gejala tifus dan harus dirawat di rumah sakit.

Kamis kemarin, Kido masih sempat konsultasi ke dokter di pelatnas PBSI Cipayung. Namun, setelah menjalani pemeriksaan di rumah sakit, Kido didiagnosa gejala tifus. Kido pun harus dirawat di Rumah Sakit Global Bekasi.

Di Kejuaraan dunia, Kido/Hendra diunggulkan di tempat keenam. Dengan absennya mereka, maka Indonesia tinggal menyisakan dua wakil, yakni pasangan Bona Septano/M.Ahsan dan Hendra AG/Alvent Yulianto. “Ya, tentu saja kami ikut mendoakan supaya Kido bisa segera sembuh,” ujar Sabar

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

PBSI Masih Rayu Taufik Main di SEA Games

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on August 6, 2011


JAKARTA, KOMPAS.com — Pengurus Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) masih berupaya merayu pebulu tangkis tunggal putra Taufik Hidayat untuk membela Indonesia di SEA Games, November mendatang. Taufik dinilai masih yang terbaik dan diharapkan bisa menyumbang emas.

“Kami memang masih merayu dia untuk tampil di SEA Games. Sebelumnya dia bilang kemungkinan absen karena ingin memberikan kesempatan buat pemain muda,” kata Wakil Ketua Umum I PBSI Sabar Yudho di Jakarta, Jumat (5/8/2011).

Menurut Sabar, Taufik baru akan mengambil keputusan pasti seusai Kejuaraan Dunia di London, tanggal 8-14 Agustus. “Ya, di sela-sela Kejuaraan Dunia, kami akan rayu terus,” ujarnya.

Akan tetapi, PBSI, kata Sabar, akan bisa memahami jika Taufik tidak bersedia tampil. “Kita memang masih punya Simon Santoso, Hayom, dan Sony, tetapi peluangnya akan lebih besar jika Taufik ikut main,” ungkap Sabar.

Dengan tidak tampilnya pemain nomor satu dunia asal Malaysia Lee Chong Wei, peluang Indonesia terbuka. Namun, pemain Thailand Boonsak Ponsana dan pemain Vietnam Nguyen Tien Minh bisa menjadi batu sandungan.

Pada SEA Games di Laos tahun 2009, Indonesia menyabet medali emas di sektor tunggal putra lewat Simon Santoso.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Sarwendah Kusumawardhani : ‘’Juara Dua Tidak Enak’’

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on August 6, 2011


Bulutangkis.com – Sebuah photo berwarna sudah terkesan buram tergantung di dinding. Dalam photo terlihat dua wanita hampir tidak jelas sosoknya mengenakan kemeja olahraga mengangkat tangan sambil berpegangan dan melambaikan sebagai tanda kemenangan. Dua sosok yang ada, tak lain adalah Susi Susanti dan Sarwendah Kusumawardhani usai tampil di final All England 20 tahun silam. Keduanya adalah srikandi bulutangkis Indonesia di pertengahan tahun 1980 hingga 1990an.

‘’Gak begitu jelas fotonya, hadiah dari seorang wartawan. Lama disimpan di kardus sekarang di gantung buat dilihat anak-anak,’’ ungkap Sarwendah kepada Bulutangkis.com saat mampir ke GOR Sarwendah di kawasan Pondok Bambu, Jakarta Timur.

Bagi Sarwendah foto buram tersebut masih menyimpan sebongkah kenangan yang susah terlupakan dalam perjalanan karir bulutangkisnya. Tampil di final All England salah satu ajang bulutagkis di dunia untuk pertama kalinya, namun langkahnya terhenti menggapai gelar juara oleh saingannya yang sekaligus sahabatnya Susi Susanti. Sarwendah harus mengakui ketangguhan Susi Susanti dalam pertarungan tiga game, 11-0, 2-11, 6-11. Sarwendah harus puas sebagai runner-up.

‘’Sekarang foto ini buat memotivasi anak-anak didik. Saya selalu sampekan, tidak enak jadi juara dua,’’ ungkap Sarwendah yang kini bersama, Hermawan Susanto, peraih medali perunggu Olimpiade Barcelona, Spanyol 1992 yang juga merupakan sang suami tercinta mendirikan klub pelatihan bulutangkis Sarwendah Badminton Club (SBC).

‘’Mereka harus punya tekad menjadi yang terbaik, tidak boleh cepat puas,’’ tambah Sarwendah.

Pengalaman Sarwendah memang banyak mengantarnya sebagai runner-up dan sedikit membekas untuk memotivasi anak-anak didik agar terpacu berlatih keras dan meraih yang terbaik sebagai juara. Beberapa gelar runner-up yang diraih Sarwendah diantaranya Indonesia Open 1992, Jerman Open 1992, All England 1991, SEA Games 1989, SEA Games 1991, China Open 1991 dan Kejuaraan Dunia 1991.

Sesungguhnya prestasi yang ditorehkan Sarwendah tak hanya sebagai runner-up, beberapa prestasi terbaiknya sebagai juara satu diraihnya pada ajang SEA Games 1993, Belanda Open 1987, 1991, dan 1992, Malaysia Open 1991 dan Juara Dunia 1990.

Usai berkarir sebagai atlit tak menyurutkan kecintaan Sarwendah terhadap bulutangkis. Selain menjalankan usaha yang dirintis bersama sang suami, Sarwendah kembali ke bulutangkis menjadi pelatih di klubnya PB Mei yang mengenalkannya kepada bulutangkis sebelum bergabung di PB Jaya Raya.

Tak puas hanya sebagai pelatih Sarwendah dan Hermawan memberanikan diri membuka klub pelatihan bulutangkis yang dikelola sendiri. ‘’Ini dorongan beberapa orang tua yang menginginkan kami mengelola klub sendiri. Nama klubnya pun orang tua yang memilih,’’ ungkap Hermawan Susanto kepada Bulutangkis.com menjelaskan awal berdirinya Sarwendah Badminton Club (SBC) yang telah berjalan tiga tahun.

Sarwendah Badminton Club yang memiliki gedung olahraga sendiri dengan enam lapangan bulutangkis kini melatih sekitar 60 orang atlit-atlit berusia di kelompok anak-anak hingga remaja. Tak hanya Sarwendah bersama Hermawan yang turun melatih, juga ada empat pelatih lain yang membantu keduanya melatih sehari-hari.

‘’Kami ingin menurunkan pengalaman kami kepada atlit-atlit muda. Kebetulan orang tua anak didik membantu sekali,’’ ungkap Hermawan.

Tak hanya sukses sebagai atlit, kini juga mulai terlihat polesan tangan Sarwendah sebagai pelatih. Dari tangan dinginnya mulai tampak satu atlit cilik putri, Aurum Oktavia Winata berusia 9 tahun memperlihatkan bakat cemerlang.

Aurum yang baru lulus dari SD 04 Klender, Pondok Kopi, Jakarta Timur ini telah memperlihatkan catatan prestasinya menggembirakan. Dua tahun terakhir ini prestasi Aurum memperlihatkan peningkatan yang menggembirakan, tahun 2010 beberapa prestasinya antara lain Juara Astec Open, Juara Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), Runner-up Sirnas Jakarta Open dan Runner-up Milo School Competition. Sementara tahun 2011 tercatat prestasi Aurum adalah juara Sirnas Jakarta Open, Juara Milo School Competition. Dan terakhir bulan lalu di FISIP UI Open 2011 Aurum keluar sebagai juara.

‘’Anaknya gigih, tekadnya kuat,’’ ungkap Sarwendah menilai Aurum yang dibentuk hasil polesan tangah dingin Sarwendah.

Ketekunan dan tangan dingin Sarwendah melatih akhirnya menggugah PBSI untuk merekrutnya menjadi pelatih di Pelatnas Cipayung awal tahun ini. Namun sayang tanggung jawab yang diemban Sarwendah tidak jelas akhirnya memutuskan untuk keluar. Sarwendah memilih kembali mengurus klubnya.

‘’Sayang, anak-anak sempat terbengkalai. Sekarang sudah fulltime lagi di SBC,’’ ungkap Sarwendah.

Minimnya prestasi atlit-atlit putri Indonesia salah satu alasan Sarwendah menerima tawaran melatih di pelatnas Cipayung. ‘’Ya agak memprihatinkan memang lihat prestasi putri kita, mungkin semua perlu diberikan kesempatan dan kepercayaan. Banyak dikirim bertanding. Seperti dalam Kejuaraan Piala Sudirman lalu terlihat PBSI masih mengandalkan Firdasari,’’ ungkap Sarwendah.

Tak hanya foto Sarwendah yang tergantung di ruang kerja Sarwendah, tapi tergantung foto anak didiknya Aurum Oktavia Winata saat di podium juara. ‘’Ini merupakan pendorong bagi anak-anak untuk berprestasi,’’ tambah Sarwendah.

Kecintaan bulutangkis sepertinya tak hanya pada pasangan Sarwendah Kusumawardhani dan Hermawan Susanto, namun putra semata wayang yang ada, Andrew Susanto juga berkiprah di bulutangkis. Kini Andrew Susanto kelahiran Juli 1996 di Jakarta saat ini sedang berguru di akademi bulutangkis PB Djarum Kudus.

Kini hari-hari Sarwendah yang akan genap berusia 44 tahun pada tanggal 22 Agustus nanti banyak dicurahkan pada dunia bulutangkis. Dekat dengan anak-anak didik membuatnya bersemangat menularkan segala pengalaman yang diraih selama berkarir di bulutangkis. Bersama suami tercinta, Hermawan Susanto tekad memajukan bulutangkis menjadi lebih mudah, seiring sejalan. (efka)

Info klub:
PB. Sarwendah Badminton Club (PB. SBC)
Jl. Balai Rakyat III No. 6
Pondok Bambu, Duren Sawit
Jakarta Timur
Telp./Fax: 021-8603231, 021-90228228
Email: pbsbcjkt@yahoo.com, pbsbcjkt@gmail.com

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | 2 Comments »

 
%d bloggers like this: