SEJAHTERA BADMINTON CLUB

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

Indonesia Terbuka Grand Prix Gold “All-Indonesian Final”, Tunggal Putra dan Ganda Campuran Milik Indonesia

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on September 30, 2012

JAKARTA, Kompas.com – Indonesia memastikan diri menyabet dua gelar juara dari sektor tunggal putra dan ganda campuran di turnamen Indonesia Terbuka Grand Prix Gold yang berlangsung di Palembang. Pasalnya, di dua nomor itu terjadi all-Indonesian final, di samping masih ada peluang menambah gelar dari tunggal putri dan ganda putra.

Pada pertandingan semifinal turnamen berhadiah 120.000 dollar AS tersebut, Sabtu (29/9/2012), Sony Dwi Kuncoro yang menjadi unggulan kelima, menang straight game 21-19, 21-8 atas pemain China, Gao Huan. Kesuksesan Sony diikuti tunggal putra Pelatnas yang merupakan unggulan keempat, Dionysius Hayom Rumbaka, yang bermain rubber game sebelum menang 19-21, 21-10, 21-14 atas unggulan keenam yang juga dari Indonesia, Alamsyah Yunus.

Dari sektor ganda campuran, dua unggulan teratas berhasil melewati hadangan para lawannya. Muhammad Rijal/Debby Susanto, unggulan dua, menang 21-12, 21-12 atas unggulan delapan dari Korea Selatan Kim Sa Rang/Eom Hye Won. Di final, Minggu (30/9), mereka bertemu unggulan utama Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, yang menang 21-19, 21-19 atas kompatriotnya yang merupakan saudara kandung, Markis Kido/Pia Zebadiah Bernadeth.

Wakil lainnya yang juga maju ke final adalah tunggal putri Yeni Asmarani, yang menang 21-15, 24-22 atas pemain Pelatnas unggulan ketujuh, Adrianti Firdasari. Di final dia bertemu unggulan kedua dari China, Han Li, yang menang 22-20, 21-18 atas pemain Indonesia Lindaweni Fanetri.

Di ganda putra pun Indonesia berpeluang meraih gelar karena Angga Pratama/Ryan Agung Saputra lolos berkat kemenangan 21-23, 21-10, 21-11 atas Hafiz Faisal/Putra Eka Rhoma. Mereka akan bertarung melawan unggulan ketiga dari Korea Selatan, Kim Ki Jung/Kim Sa Rang, yang singkirkan Yonathan Suryatama Dasuki/Hendra Aprida Gunawan dengan 20-22, 21-15, 21-15.

Satu-satunya nomor yang tidak ada wakil Indonesia di final adalah ganda putri. Sektor ini milik pemain asing karena terjadi final antara pasangan Korea, Eom Hye Won/Jang Ye Na. Unggulan kedua ini bertemu unggulan utama dari Jepang Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi.

SONY TAK MAU ANGGAP ENTENG HAYOM
Sony Dwi Kuncoro bertekad merebut gelar turnamen Indonesia Terbuka Grand Prixl Gold. Dia tak mau menganggap enteng Dionysius Hayom Rumbaka, yang merupakan juniornya di Pelatnas, pada final yang berlangsung Minggu (30/9/2012).

Sony, unggulan kelima, melaju ke final setelah menyingkirkan pemain China, Huan Gao, dengan straight game 21-19, 21-8, Sabtu (29/9), di Palembang Sport And Convention Center. Sementara itu Hayom, yang merupakan unggulan keempat, menyingkirkan rekan senegara, Alamsyah Yunus dengan 19-21, 21-10, 21-14.

“Hayom merupakan rekan sesama Pelatnas dan sudah sama-sama tahu karakter permainan masing-masing. Meski dia junior, tapi saya tidak mau menganggap remeh karena saya mau menang di sini,” ujar Sony, yang sudah menyabet gelar Thailand Open pada 2012 ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,797 other followers

%d bloggers like this: