SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    August 2013
    M T W T F S S
    « Jul   Sep »
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    262728293031  
  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 5,029 other followers

Archive for August 11th, 2013

Li Xuerui Siap Menghadap Li Yongbo

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on August 11, 2013


Bukan rahasia lagi bahwa pelatih kepala bulu tangkis China, Li Yongbo, memiliki cara yang sangat keras untuk mendidik pasukannya. Hasilnya memang cukup nyata, anak didik Li Yongbo berhasil menguasai bulu tangkis dunia.

Tapi di BWF World Championships atau Kejuaraan Dunia 2013, China tak terlalu dominan. Salah satu buktinya, tidak ada final sesama China. Bahkan di ganda putra, mereka tak bisa meloloskan satu wakil pun di final.

Kondisi ini diperparah dengan kegagalan dua wakil mereka di final. Li Xuerui yang merupakan tunggal putri nomor satu dunia, harus mengakui keunggulan pemain muda Thailand, Ratchanok Intanon. Sementara ganda campuran yang juga nomor satu dunia, Xu Chen/Ma Jin, takluk dari pasangan Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.

Dua gelar China didapat dari ganda putri, Wang Xiaoli/Yu Yang, dan tunggal putra, Lin Dan. Untuk mendapatkan dua gelar ini, mereka harus berjuang habis-habisan hingga tiga game.

Bagi para pemain yang gagal, mereka harus siap-siap menghadapi omelan Li Yongbo. Terutama bagi Li Xuerui yang sejak awal sudah dijagokan Li Yongbo untuk meraih gelar juara.

Li Xuerui menyadarai konsekuensi dari kekalahannya dan mengaku siap menghadapi Li Yongbo. “Ini adalah pengalaman pertama saya di World Championships. Sebelum melaju ke final, saya telah memenangkan pertandingan tanpa kehilangan game. Tentu harapan pelatih menjadi sangat tinggi. Sekarang saya sudah siap menghadapi pelatih kepala,” aku Li Xuerui.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Ciuman Xie Xingfang untuk Lin Dan

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on August 11, 2013


220940445211-1041609-146010780x390GUANGZHOU, KOMPAS.com – Kemenangan atas Lee Chong Wei di final BWF World Championships atau Kejuaraan Dunia 2013, Minggu (11/8/2013), memastikan Lin Dan sebagai pengoleksi gelar juara dunia terbanyak, yakni lima.

Lin Dan yang turun dengan fasilitas wild card, tak bisa menutupi kebahagiaannya, setelah berjuang habis-habisan selama tiga game, 16-21, 21-13, 20-17. Saat Lin Dan hanya butuh satu kemenangan, Lee terpaksa harus mundur dari pertandingan karena kram kaki yang tak bisa ditahan lagi.

Lin Dan mengepalkan tinjunya ke udara beberapa kali dan berteriak ke arah penonton yang memadati Tian-He Indoor Gymnasium, untuk merayakan kemenangannya. Dia lalu berganti kaus, berjalan ke sisi lapangan, tempat sang istri, Xie Xingfang, duduk sebagai komentator pertandingan.

Sepanjang World Championships 2013, Xie yang dulunya juga pemain bulu tangkis, selalu menjadi komentator tamu saat Lin Dan bermain.

Mereka berpelukan dan berciuman, diiringi tepukan dan seruan penonton. Momen istimewa ini jelas jadi sasaran para media yang ada di sekitar Lin Dan dan Xie.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | 1 Comment »

Dua Gelar Juara Dunia, Lebih dari Target

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on August 11, 2013


2237346fcc3c517-a94e-4b35-af5d-c0707e47cd98780x390GUANGZHOU, KOMPAS.com –  Indonesia sukses mendulang dua gelar di BWF World Championships 2013, lewat Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan.

Kemenangan ini melengkapi sederet prestasi Tontowi/Liliyana, termasuk juara All England 2012 dan 2013. Sementara Ahsan/Hendra yang kurang dari setahun berpasangan, sudah memetik tiga gelar, di Malaysia Open, Indonesia Open, dan Singapore Open 2013.

Sukses Indonesia ini melebihi dari target tim yang awalnya mematok satu gelar dari nomor ganda putra atau ganda campuran.

“Inilah yang bisa kami berikan kepada masyarakat. Kemungkinan kami dapat dua gelar memang ada, tapi kemarin realistisnya adalah satu gelar dari dua yang tampil di final hari ini,” ujar Rexy Mainaky, Manajer Tim Indonesia yang dijumpai usai pertandingan final.

“Diharapkan, dengan dua gelar juara dunia ini akan meningkatkan animo dan antusiasme masyarakat untuk bisa mendukung bulu tangkis, untuk kembali men-support bulu tangkis ke masa kejayaan,” tambah peraih medali emas ganda putra Olimpiade Atlanta 1996, bersama Ricky Soebagdja ini.

Rexy menambahkan, kunci sukses Indonesia kali ini adalah para pemain yang bisa memanfaatkan pengalaman mereka. Ketenangan mereka di lapangan juga patut diacungi jempol. Dukungan yang diberikan langsung oleh Ketua Umum PP PBSI Gita Wirjawan, menurut Rexy turut memompa semangat para atlet untuk berjuang maksimal di lapangan.

“Kami berterima kasih kepada para pemain dan pelatih atas perjuangan dan kerja keras yang luar biasa. Kedua pasangan kita tampil memukau. Tontowi/Liliyana sudah menunjukkan penampilan yang maksimal, walaupun di game ketiga stamina Tontowi sepertinya turun. Kami bersyukur mereka bisa bangkit dan all out sehingga bisa memenangkan pertandingan,” jelas Ricky yang menjabat sebagai Kasubid Pelatnas.

“Ahsan/Hendra secara keseluruhan penampilannya sangat baik, tenang, dan menguasai jalannya pertandingan. Ke depannya, masih banyak PR yang harus dikerjakan mengenai pelatnas, khususnya evaluasi tim World Championships, termasuk atlet dan pelatih,” tambah Ricky.

Keberhasilan tim Indonesia meraih dua gelar juara dunia ini juga menjawab harapan Gita, bahwa Hendra dan Liliyana dapat mengulang sejarah di World Championships 2007 lalu. Kala itu, Hendra yang berpasangan dengan Markis Kido, dan Liliyana bersama Nova Widianto sukses membawa pulang gelar juara dunia ke Tanah Air.

Berikut daftar juara dunia asal Indonesia:
Tunggal putra
1980 Rudy Hartono
1983 Icuk Sugiarto
1993 Joko Suprianto
1995 Hariyanto Arbi
2001 Hendrawan
2005 Taufik Hidayat

Tunggal putri
1980 Verawaty Wiharjo
1993 Susi Susanti

Ganda putra
1977 Tjun Tjun/Johan Wahjudi
1980 Ade Chandra/Christian Hadinata
1993 Ricky Soebagdja/Rudi Gunawan
1995 Ricky Soebagdja/Rexy Mainaky
1997 Candra Wijaya/Sigit Budiharto
2001 Tony Gunawan/Halim Haryanto
2007 Markis Kido/Hendra Setiawan
2013 Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan

Ganda putri
Indonesia belum pernah memenangkan gelar juara dunia di nomor ganda putri

Ganda campuran
1980 Christian Hadinata/Imelda Wiguna
2005 Nova Widianto/Liliyana Natsir
2007 Nova Widianto/Liliyana Natsir
2013 Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Tontowi/Liliyana Tembus Final !

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on August 11, 2013


GUANGZHOU, KOMPAS.com – Andalan Indonesia di nomor ganda campuran, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, memastikan diri lolos ke final BWF World Championships atau Kejuaraan Dunia 2013 yang berlangsung di Tian-He Indoor Gymnasium, Guangzhou, China.

Tontowi/Liliyana melaju usai mengalahkan unggulan kedua dari China, Zhang Nan/Zhao Yunlei, dengan tiga game 15-21, 21-18, 21-13, dalam satu jam 14 menit, Sabtu (10/8/2013).

Ganda Indonesia ini berkuasa di awal pertandingan, dan unggul hingga 11-6. Namun, Zhang/Zhao mengejar dengan terus melakukan smes-smes kencang. Pertahanan Tontowi/Liliyana bobol. Game pertama dimenangkan Zhang/Zhao dengan 21-15.

Di game kedua, Tontowi/Liliyana kembali unggul 11-6. Dengan serangan-serangan gencar, juara All England 2013 ini berhasil memenangkan game kedua dengan 21-18.

Tontowi/Liliyana yang sudah di atas angin, menekan ganda China sejak awal game ketiga. Sementara Zhang/Zhao dalam posisi tertekan dan beberapa kali melakukan kesalahan sendiri.

Sempat mendapat perlawanan ketat, Tontowi/Liliyana berhasil menyudahi pertandingan dengan kemenangan 21-13.

Hasil ini mengantar mereka ke final untuk menghadapi unggulan pertama asal China, Xu Chen/Ma Jin, Minggu (11/8/2013). Pertandingan tersebut akan jadi pertemuan ke-10 mereka. Xu/Ma masih unggul dalam rekor kemenangan dengan 6-3.

Dari lima nomor final, China selalu menempatkan satu wakil, kecuali di ganda putra. Final impian di tunggal putra, antara Lee Chong Wei dan Lin Dan, akan jadi penutup World Championships 2013.

Final World Championships 2013 (mulai pukul 12.00 WIB):
Ganda Putri: Wang Xiaoli/Yu Yang [1] (China) vs Eom Hye-won/Jang Ye-na [8] (Korea)
Tunggal Putri: Li Xuerui [1] (China) vs Ratchanok Intanon [4] (Thailand)
Ganda Campuran: Xu Chen/Ma Jin [1] (China) vs Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir [3] (Indonesia)
Ganda Putra: Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan [6] (Indonesia) vs Mathias Boe/Carsten Mogensen [3] (Denmark)
Tunggal Putra: Lee Chong Wei [1] (Malaysia) vs Lin Dan (China)

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Final IDEAL : Lee Chong Wei Vs Lin Dan

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on August 11, 2013


GUANGZHOU, KOMPAS.com – Unggulan pertama tunggal putra asal Malaysia, Lee Chong Wei, sukses menumbangkan unggulan ketiga dari China, Du Pengyu, pada babak semifinal BWF World Championships atau Kejuaraan Dunia 2013 yang digelar di Tian-He Indoor Gymnasium, Guangzhou, China, Sabtu (10/8/2013). Lee menang dengan rubber game 20-22, 21-12, 21-15, dalam satu jam 11 menit.

Pada game pertama, Du berhasil merebut poin demi poin dan unggul 11-5. Lee tak ingin kehilangan game ini dengan mudah. Dia berhasil menyamakan kedudukan hingga 19 sama.

Tapi Du yang sedang on fire, berhasil menyelesaikan game ini dengan kemenangan 22-20.

Game kedua sepenuhnya jadi milik Lee. Setelah unggul 11-7, dia meninggalkan Du dan menyelesaikan game dengan 21-12

Du mulai kehilangan stamina di game ketiga. Sementara Lee masih konsisten melancarkan serangan-serangan mematikan yang sulit diantisipasi. Ayah satu putra ini berhasil menutup game ketiga dengan kemenangan 21-15.

Lee berhasil maju ke final, dan akan bertemu lawan terkuatnya dari China, Lin Dan. Pertemuan ini adalah ulangan final World Championships 2011. Ketika itu, Lee gagal merebut gelar juara setelah kalah 22-20 14-21 21-23.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Intanon, Finalis Pertama dari Thailand di World Championships

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on August 11, 2013


212846620130810-1507-worldchampionships-2013-tang7867780x390GUANGZHOU, KOMPAS.com – Ratchanok Intanon adalah pebulu tangkis Thailand pertama yang berhasil menjadi finalis BWF World Championships atau Kejuaraan Dunia.

Pemain 18 tahun ini memenangkan pertandingan melawan tunggal India, PV Sindhu, 21-10 21-13, selama 36 menit, pada babak semifinal World Championships 2013, yang berlangsung di Tian-He Indoor Gymnasium, Guangzhou, China, Sabtu (10/8/2013).

“Sebelum turnamen ini, saya harus istirahat selama sebulan untuk memulihkan cedera kaki saat Indonesia Open (2013),” kata Intanon usai kemenangannya.

“Kemudian saya menjalani latihan keras untuk menghadapi turnamen ini. Sebelum datang kemari, target pribadi saya adalah lolos hingga babak perempat final.

“Hari ini, saya rasa lawan saya agak tegang dan tidak bermain terlalu baik. Saya tahu, saya harus bermain maksimal sejak awal karena dia (Sindhu) telah mengalahkan Wang Yihan dan Wang Shixian. Namun, ketika saya melawan dia, ternyata pola permainannya terbaca dan tidak terlalu sulit untuk mengalahkannya,” terang Intanon.

Kesuksesan ini sangat berarti bagi dunia bulu tangkis Thailand. Saat ini nama Thailand tengah tercoreng karena kelakuan dua pemain yang berkelahi pada turnamen Canada Open 2013, Juli lalu, Meneepong Jongjit dan Bodin Issara.

“Hasil pertandingan ini sangat penting untuk saya dan warga Thailand. Saya menerima banyak dukungan warga Thailand melalui media sosial, dan sepertinya mereka sudah memaafkan kelakukan dua pemain ganda putra (yang berkelahi) itu,” ujar Intanon.

Di final, Intanon akan menghadapi unggulan pertama asal China, Li Xuerui. Mereka sudah bertemu lima kali, dan Intanon baru sekali meraih kemenangan, di US Open 2011.

“Setelah kemenangan saya di Amerika, dia menjadi jauh lebih kuat. Pola permainannya berubah dan saya tidak tahu bagaimana cara mengalahkannya lagi. Saya harus bermain dengan penuh percaya diri, besok, karena Li punya lebih banyak pengalaman. Saya akan berusaha yang terbaik untuk bisa mengalahkannya besok,” tegas Intanon.

Sumber : Badzine
Editor : Pipit Puspita Rini

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Xu Chen/Ma Jin Masih Perkasa

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on August 11, 2013


2050217xuma-1780x390GUANGZHOU, KOMPAS.com – Unggulan pertama ganda campuran asal China, Xu Chen/Ma Jin, menang atas ganda Korea, Shin BaeK-choel/Eom Hye-won, pada babak semifinal BWF World Championships atau Kejuaraan Dunia 2013 yang digelar di Tian-He Indoor Gymnasium, Guangzhou, China, Sabtu (10/8/2013). Xu/Ma menang 21-15, 21-17 dalam 49 menit.

Berusaha menyerang sejak awal pertandingan, Shin/Eom tetap tidak bisa unggul atas Xu/Ma. Ganda China memimpin hingga 11-7 dan akhirnya menutup game pertama dengan 21-15.

Shin/Eom memakai strategi yang sama di babak kedua, dengat terus bermain menyerang. Tapi menembus pertahanan Xu/Ma bukanlah pekerjaan mudah. Apalagi Eom yang sebelumnya juga bermain di nomor ganda putri bersama Jang Ye-na, mulai kehilangan tenaga.

Kurang kuatnya pertahanan dan banyaknya kesalahan sendiri, membuat Shin/Eom kesulitan bersaing dengan ganda China, yang akhirnya memenangi game ini dengan 21-17.

Kemenangan ini membawa Xu/Ma ke final. Mereka kini menanti pemenang antara ganda China lainnya, Zhang Nan/Zhao Yunlei, dan ganda Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, sebagai lawan di final.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Intanon Tantang Li Xuerui di Final; Wang Xiaoli/Yu Yang Belum Goyah

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on August 11, 2013


GUANGZHOU, KOMPAS.com – Unggulan ketiga tunggal putri, Ratchanok Intanon maju ke final BWF World Championships atau Kejuaraan Dunia 2013 yang digelar di Tian-He Indoor Gymnasium, Guangzhou, China, usai mengalahkan PV Sindhu dari India dengan skor telak 21-10, 21-13, dalam 36 menit, Sabtu (10/8/2013).

Pada game pertama, Sindhu hanya bisa menyamakan kedudukan hingga skor dua sama. Selanjutnya, Pebulu tangkis muda dari Thailand tersebut menguasai pertandingan dan langsung mengakhiri game pertama dengan 21-10.

Intanon mendapat perlawanan lebih dari Sindhu di game kedua. Tapi lagi-lagi Intanon tetap bisa mempertahankan dominasinya. Pemain 18 tahun ini memastikan raihan kemenangan setelah menutup game kedua dengan 21-13.

Kemenangan tersebut mengantar Intanon ke final untuk menghadapi unggulan pertama asal China, Li Xuerui, Minggu (11/8/2013).

Tahun ini, Intanon dan Li sama-sama menjalani debut di World Championships. Mereka sudah bertemu lima kali, dan Li unggul dengan empat kemenangan.

Sementara itu, Unggulan pertama ganda putri, Wang Xiaoli/Yu Yang, harus berjuang selama tiga game, untuk mendapatkan kemenangan atas Christinna Pedersen/Kamilla Rytter Juhl dari Denmark, yang mengantar mereka ke final BWF World Championships atau Kejuaraan Dunia 2013, di Guangzhou, China. Wang/Yu menang 21-14, 14-21, 21-15 dalam satu jam dua menit, Sabtu (10/8/2013).

Game pertama berjalan mulus untuk ganda China. Meski sempat tertekan di awal, mereka mampu menguasai pertandingan dan akhirnya menutup game pembuka dengan 21-14.

Pedersen/Juhl bermain lebih baik di game kedua. Mereka berhasil menyamakan kedudukan, setelah menutup game kedua dengan 21-14.

Dengan dukungan penonton di Tian-He Indoor Gymnasium, Wang/Yu kembali menemukan permainan terbaik. Mereka memastikan diri lolos ke final dan membuka peluang untuk mempertahankan gelar, berkat kemenangan 21-15 di game ketiga.

Di final, mereka akan menghadapi ganda Korea, Eom Hye-won/Jang Ye-na, yang lolos berkat kemenangan atas ganda China lain, Tian Qing/Zhao Yunlei, dengan 21-16, 21-19.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

 
%d bloggers like this: