SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    August 2013
    M T W T F S S
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    262728293031  
  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 5,029 other followers

Archive for August 14th, 2013

Lin Dan tentang Lee Chong Wei: Kami Berdua adalah Juara !

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on August 14, 2013


1950436lin-lee780x390GUANGZHOU, KOMPAS.com — Lin Dan berhasil merebut gelar juara dunia kelima pada BWF World Championships 2013. Gelar juara tersebut didapat setelah lawannya di babak final, Lee Chong Wei, tak bisa melanjutkan pertandingan karena cedera lutut. Saat itu, Lin Dan unggul 16-21, 21-13, 20-17.

“Saya pernah mengalami cedera seperti Chong Wei saat latihan, dan ini bukan lagi masalah semangat. Sebab, saat itu terjadi, kaki benar-benar tidak bisa digerakkan,” ucap Lin Dan.

Lin Dan tetap bermain karena Lee memaksa dirinya untuk terus melanjutkan pertandingan. Pertandingan harus dihentikan ketika kaki Lee sama sekali tak bisa digerakkan.

“Saya kasihan padanya. Tapi saya benar-benar bersyukur bisa melawan Chong Wei di babak final. Karena dia, saya bisa membuktikan kualitas diri saya yang sebenarnya,” kata Lin Dan ketika Lee dilarikan ke rumah sakit, setelah pertandingan.

“Jika saya kalah, tentu akan sangat disayangkan karena saya bermain di kandang sendiri. Tapi untungnya, saya bukan pelatih kepala, jadi saya tidak perlu pusing memikirkan hal itu.”

“Saya hanya perlu memikirkan performa di lapangan dan membuktikan pada penonton bahwa uang yang mereka habiskan untuk membeli tiket tak akan sia-sia. Mereka datang untuk melihat pertandingan yang hebat, dan itu yang mereka dapatkan.”

“Usia saya dan Chong Wei tak jauh berbeda, 30-an, tapi kami masih bermain seperti babak final pada Olimpiade 2012 di London. Menurut saya, tak ada yang kalah dalam pertandingan ini. Kami berdua adalah juara.”

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

 
%d bloggers like this: