SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    August 2013
    M T W T F S S
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    262728293031  
  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 5,029 other followers

Archive for August 21st, 2013

Taufik Hidayat Puji Indian Badminton League (IBL); Saina Nehwal Belum Terkalahkan

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on August 21, 2013


MUMBAI, KOMPAS.com — Taufik Hidayat yang turut berpartisipasi pada Indian Badminton League (IBL) memuji turnamen yang berlangsung di enam kota di India, 14-31 Agustus tersebut. Menurut juara Olimpiade 2004 ini, IBL semakin populer dan memberikan motivasi yang sangat baik untuk pebulu tangkis muda India.

“Turnamen ini sangat bagus. Banyak pemain top yang datang dan bertanding, seperti Lee Chong Wei. Banyak juga pebulu tangkis asing lain yang berpartisipasi. Penontonnya juga sangat ramai, ini perkembangan baik.

“(Olahraga) yang berkembang di India adalah kriket. Tapi, sekarang kepopuleran bulu tangkis mulai mengejar. Karena itu, saya senang bisa datang dan bermain di India,” kata Taufik yang tergabung di tim Hyderabad Hotshots, sebelum timnya bertanding dengan Pune Pistons, Senin (19/8/2013).

Legenda bulu tangkis Indonesia ini juga mengungkapkan kekagumannya pada pemain India, seperti Parupalli Kashyap, Ajay Jayaram, dan Pranav Chopra. Secara khusus, Taufik juga memuji tunggal putri India, Pusarla Venkata Sindhu, yang menjadi semifinalis pada BWF World Championships 2013, minggu lalu.

Taufik baru bertanding sekali pada turnamen ini. Ia lebih banyak berada di bangku pelatih ketika pemain dari timnya bertanding.

Sementara itu, Tunggal putri India, Saina Nehwal, masih terlalu tangguh bagi lawan-lawannya pada Indian Badminton League (IBL). Nehwal dari tim Hyderabad Hotshots mendapat kemenangan untuk kali ketiga saat mengalahkan Juliane Schenk (Jerman) dari tim Pune Pistons, Senin (19/8/2013).

Peraih perak Olimpiade 2012 ini tidak memulai game dengan baik. Nehwal banyak melakukan kesalahan sendiri dan memberikan angka cuma-cuma pada Schenk, yang akhirnya menutup game pertama dengan 21-17.

Nehwal mulai bangkit di game kedua. Melalui permainan ketat, Nehwal berhasil memaksa rubber setelah memenangi game dengan 21-19.

Game ketiga jadi milik Nehwal sepenuhnya. Ia mengalahkan Schenk dengan skor cukup telak, 11-6.

“Kami selalu bertanding dengan hebat di lapangan, dan hari ini merupakan pertandingan yang ketat. Dia (Schenk) bermain sangat baik,” kata Nehwal usai kemenangannya.

Kemenangan Nehwal memberi tambahan angka untuk tim Hyderabad Hotshots yang sudah memimpin 1-0. Hyderabad akhirnya menang 4-1.

Hyderabad Hotshots (HH) vs Pune Pistons (PP), 4-1:
Tunggal Putra: Ajay Jayaram (India) (HH) v Nguyen Tien Minh (Vietnam) (PP) [21-19, 21-8]
Tunggal Putri: Saina Nehwal (India) (HH) v Juliane Schenk (Jerman) (PP) [17-21, 21-19, 11-6]
Ganda Putra: Shem Goh/Khim Wah Lim (Malaysia) (HH) v Rupesh Kumar/Sanave Thomas (India) (PP) [21-19, 21-16]
Tunggal Putra: Tanongsak Saemsomboonsuk (Thailand) (HH) v Saurabh Verma (India) (PP) [21-17, 21-18]
Ganda Campuran: V Shem Goh (Malaysia)/Pradenya Gadre (India) (HH) v Joachim Fischer Nielsen (Denmark)/Ashwini Ponnappa (India) (PP) [21-11, 21-14]

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Pupus Harapan Indonesia Di Asian Youth Games 2013

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on August 21, 2013


Bulutangkis.com – Pemain tunggal putra Jonathan Christie, Muhammad Bayu Pangisthu serta pasangan ganda campuran Muhammad Bayu Pangisthu/ Fitriani harus terhenti di babak perempat final bulutangkis Asian Youth Games 2013. Dengan demikian, pupus sudah harapan Indonesia untuk meraih medali dari cabang bulutangkis pada pesta olahraga yang digelar di Nanjing, China.

Bayu tunduk di tangan Yu-Hua Lai asal Taiwan dengan skor 18-21, 21-23. Sedangkan Jonatn dikalahkan pemain tuan rumah Shi Yuqi juga dalam dua game langsung 10-21, 21-23.

“Saya kurang siap, kurang bisa jaga kondisi. Memang ada sedikit ada pengaruh dengan suasana hati dengan kekalahan kemarin di ganda campuran, tapi ya mau tidak mau harus tetap dijalankan,” ucap Jonathan usai pertandingannya.

Kalah jauh di game pertama, Jonathan sebenarnya hampir saja merebut kemenangan, saat dirinya sempat memimpin 19-15 di game kedua. Namun Jonathan gagal menyudahi permainan, lawan pun berhasil memanfaatkan situasi ini hingga mampu menyamakan kedudukan 19-19.

Untuk kedua kalinya, unggulan ketiga ini, hampir kembali menutup pertandingan untuk kembali memaksakan game ketiga, sayangnya, usaha Jonathan kembali gagal. Ragu-ragu dalam mengantipasi bola pengembalian lawan, Jonathan akhirnya kalah dramatis 21-23.

Jonathan mengaku setelah unggul jauh, justru dia “blank” sama sekali. “Sudah memimpin jauh, tapi saya blank, kosentrasi jadi hilang. Mau main apapun jadi tidak jalan. Apalagi saat dia (Shi Yuqi) berhasil menyamakan kedudukan, sorakan penonton yang mendukungnya sedikit memberikan tekanan kepada saya justru di angka-angka kritis,” imbuh Jonathan.

Hal yang sama terjadi dengan Bayu yang sudah unggul 19-16 atas Lai di game kedua. Mengaku terburu-buru, Bayu pun malah balik tertinggal dari lawannya.

“Padahal saya sudah unggul 19-16 di game kedua, tetapi saat itu saya merasa buru-buru ingin menyelesaikan pertandingan, tahu-tahu lawan bisa menyusul dan memenangkan pertandingan,” tutur Bayu yang dihubungi dari Jakarta.

Sementara itu, Bayu yang bermain rangkap di ganda campuran bersama Fitriani, hari ini juga harus menelan kekalahan atas unggulan pertama, Putita Supajirakul/Dechapol Puavaranukroh dari Thailand. Bayu/Fitriani menyerah dua game langsung dengan skor 7-21, 9-21.

Indonesia mengirimkan enam wakil dengan komposisi dua tunggal putra, dua tunggal putri, serta dua pasangan ganda campuran. Tunggal putri Ruselli Hartawan dan Fitriani serta pasangan ganda campuran Jonathan/Ruselli lebih dulu tersingkir usai ditaklukkan lawan-lawannya. (badmintonindonesia.org)

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

 
%d bloggers like this: