SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    August 2013
    M T W T F S S
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    262728293031  
  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 5,029 other followers

Archive for August 28th, 2013

Kevin/Arya Belum Ada Lawan

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on August 28, 2013


JAKARTA, Kompas.com — Ganda Pelatnas asal PB Djarum yang juga merupakan andalan merah putih di ajang kejuaraan dunia yunior mendatang, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Arya Maulana Aldiartama belum menemui hambatan berarti di babak 32 besar Tangkas Specs Junior Challenge 2013. Bermain di lapangan pertama GOR Asia Afrika, Senayan, Jakarta, Kevin/Arya melalui laga ini dengan relatif mudah.

Mereka terlihat unggul kelas, bermain santai dan tanpa beban. Warna pertandingan pun dihiasi dengan lob dan dengan tempo yang tidak begitu cepat. Sesekali mereka menyerang, dan bahkan melakukan kesalahan sehingga sang lawan Ahmad Rizzallulloh/Muhammad Ramadhan meraih angka. Unggul di semua sektor, mereka baru menutup laga ini dengan skor 21-14 dan 21-12.

Di babak perebutan tiket ke perempat final, mereka akan bertemu ganda asal PB Guna Dharma Bandung, Rizko Asuro/Wildan Atmaja. Unggulan ke-15 itu menang 17-21, 21-14 dan 21-14 atas wakil PB Tangkas, Rico Hamdani/Endrue Tampi.

Menghadapi laga ini, meski diunggulkan ditempat pertama, mereka tak lantas memudahkan lawan mereka. Justru mereka mengaku tetap waspada dan tidak menyepelekan lawan. “Kami harus tetap fokus dan waspada terhadap lawan, siapapun lawannya,” ujar Arya.

Di sektor ini, wakil PB Djarum lainnya pun terus melaju. Vicky Rizky Pratama/Jeka Wiratama berhasil menaklukkan unggulan tujuh asal Malaysia, June Wei Chiam/Satheistharan R. Mereka menang tipis 22-20 di game pertama, dan menutup laga ini dengan 21-17. “Main yang terbaik, semoga bisa terus melaju,” ujar Jeka singkat.

Di babak berikutnya, Jeka akan ditantang oleh Willian Astan/Ikal Tahta Yuandri yang menundukkan unggulan 13, Richard Kuncoro/Krishna Adi Nugraha dengan 21-17, 19-21, dan 21-15.

Langkah Mereka pun diikuti oleh Hantoro/Ricky Alverino Sidharta, dan pasangan yang juga akan memperkuat tim merah putih di kejuaraan dunia yunior, Fajar Alfian/Yanthoni Edi Saputra dan Arsya Isnanu Ardi Putra/Rafiddias Akhdan Nugroho. Sementara Tedi Supriadi/Abu Bakar harus takluk di tangan Muhammad Rian Ardianto/Clinton Hendrik dengan 12-21 dan 18-21.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Chen Jin, dari Atlet Menjadi Pelatih

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on August 28, 2013


1632214chen-jin780x390GUANGZHOU, KOMPAS.com – Mantan pebulu tangkis China nomor tunggal putra, Chen Jin, kini sedang menjalani kegiatan barunya sebagai pelatih, setelah gantung raket lima bulan lalu.  Juara dunia 2010 ini menjadi asisten pelatih tunggal putri, membantu Zhang Ning yang dulunya juga pemain nasional China.

Chen Jin memutuskan untuk berhenti sebagai pemain karena cedera yang didapat saat Olimpiade 2012 di London. Menurutnya, beralih profesi dari atlet menjadi pelatih, tidaklah sesulit kelihatannya.

“Saat berhenti. Saya hampir berusia 28 tahun dan sebenarnya masih bisa bermain jika bukan karena cedera. Tapi sekarang saya bisa tetap berada di dunia bulu tangkis. Dengan menjadi pelatih, saya bisa membagi pengalaman saya pada atlet muda China. Dengan demikian, mereka dapat belajar dari pengalaman saya.

“Beralih menjadi pelatih tidaklah sulit. Ini hanya masalah mengubah cara pandang. Sewaktu menjadi pemain, saya lebih memikirkan diri sendiri, sekarang saya harus memikirkan bagaimana mengatur jadwal tim dan melatih fisik serta mental atlet yang saya bina,” kata Chen Jin seperti dilansir Badminton World Magazine.

Menurut Chen Jin, cara ia melatih berbeda dari pelatih China kebanyakan. “Saya adalah pelatih yang santai dan lebih sabar ketika menghadapi para atlet. Menurut saya, komunikasi antara pelatih dan atlet sangat penting. Terutama, karena saya melatih pemain putri. Ada perbedaan saat menangani pemain putri. Saya harus memahami karakter dan mental setiap pemain agar bisa membimbing mereka dengan baik.”

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

 
%d bloggers like this: