SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    August 2013
    M T W T F S S
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    262728293031  
  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 5,029 other followers

Archive for August 29th, 2013

Tinggal Satu Anggota Timnas Bertahan

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on August 29, 2013


JAKARTA, Kompas.com – Ganda putera Yantoni Edy Saputra/Fajar Alfian menjadi satu-satunya anggota skuad Indonesia ke Kejuaraan Dunia Yunior (WJC) yang bertahan di perempatfinal Tangkas Specs Junior Challenge 2013.

Menghadapi Yohanes Angga Widiasto/Ferdinan Sinarta Surbakti, Toni/Fajar berhasil mendominasi laju pertandingan di game pertama. Mereka menang telak 21-9. Pertarungan lebih seru dan menegangkan di game kedua. Kejar mengejar angka sudah tak terhindarkan. Di interval mereka hanya unggul tipis 11-10. Kemudian mereka sempat tertinggal, namun berhasil membalik keadaan dan unggul tipis 20-19, sebelum menutup game ini dengan 22-20.

“Di game kedua permainan kami terlalu monoton, jadi lawan bisa menyerang. Kurang variatif serangannya,” ujar Toni.

Sedangkan dua pasangan lainnya yang juga akan memperkuat tim merah putih yang juga merupakan besutan PB Djarum, harus kandas ditengah jalan. Termasuk unggulan pertama Kevin Sanjaya Sukamuljo/Arya Maulana Aldiartama dan Arsya Isnanu Ardi Putra/Rafiddias Akhdan Nugroho gagal mengatasi lawan masing-masing.

Unggulan pertama, Kevin/Arya menyerah ditangan ganda PB Guna Dharma, Rizko Asuro/Wildan Atmaja dengan 17-21, 13-21. Sedangkan Arsya/Rafiddias terhenti ditangan M Ardianto/Clinton Hendrik dengan 9-21, 21-17 dan 22-24.

Menjadi satu-satunya wakil tersisa dari tim Kejuaraan Dunia Junior, Toni tak lantas merasa terbebani. Ia hanya tersenyum dan berujar semoga bisa memberikan yang terbaik di laga yang akan berlasung sore (29/8) ini. “Lawan teman satu tim, semoga bisa bagus hasilnya,” pungkas Toni.

Di perebutan tiket perempat final nanti, Toni/Fajar akan dihadang oleh Hantoro/Ricky Alverino Sidartha yang menghentikan laju ganda Thailand Supak Jomkoh/Keerati Likitanurucks dengan 21-9, 21-13.

Di sektor ganda campuran PB Djarum masih diwakili oleh Ricky Alverino/Ristya Ayu Nugraheni yang berhasil menang atas Fajar Alfian/Della Agustia Surya dengan 21-17 di kedua game. Serta Andika Ramadiansyah/Marsheilla Gischa yang menang 21-19, 14-21 dan 21-19 dari Franky Wijaya/Shinta Dwi Herlianti.

Gagal di ganda putra, Kevin sebelumnya sudah memastikan tempat diperempat final bersama dengan Masita Mahmudin. Ia berhasil menang duel bersaudara atas Rafiddias Akhdan Nugroho/Setyana Mapasan 21-16, 21-18

Sumber : djarum
Editor : Tjahjo Sasongko

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Hanna Unggulan Satu Prim-A ASTEC Open IX 2013

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on August 29, 2013


Bulutangkis.com – Pebulutangkis putri Pelatnas Hanna Ramadhini menempati unggulan satu pada kejuaraan bulutangkis Prim-A Astec Open IX 2013 yang akan mulai berlangsung pada hari Minggu, 1 September hingga 07 September mendatang. Pebulutangkis putri Pelatnas lainnya, Renna Suwarno menempati unggulan empat, sementara unggulan dua dan tiga ditempati Ganis Nurrahmandani dari PB Pertamina Indonesia dan Rusydina Antardayu daru PB Tangkas Specs.

Atlet-atlet Pelatnas lainnya juga akan meramaikan gelar kejuaraan bulutangkis berhadiah total Rp 200 juta serta hadiah produk dari sponsor. Beberapa atlet Pelatnas lainnya adalah Thomi Azizan Mahbub (tunggal dewasa putra), Setyaldi Putra Wibowo (tunggal dewasa putra), Hafiz Faizal/ Putra Eka Rhoma (ganda dewasa putra) dan Arya Maulana Aldiartama/ Kevin Sanjaya Sukomuljo (ganda dewasa putra).

Hadirnya atlet-atlet Pelatnas pada ajang Prim-A Astec Open IX 2013 minggu depan diungkapkan Rosiana Tendean selaku penitia pertandingan saat acara jumpa pers di Jakarta, hari Rabu (28/08) kemarin. “Atlet Vietnam, Perancis juga ikut bertarung,” jelas Rosiana. Lebih jauh Rosiana mengungkapkan pada kejuaraan ini mempertandingkan 5 (lima) kategori berdasarkan umur : Anak-anak, Pemula, Remaja, Taruna dan Dewasa. Jumlah atlet yang mendaftar ada 1300 atlet yang ikut serta dari 107 klub mewakili 15 propinsi.

Jumlah pertandingan akan mencapai 1146 pertandingan. “Banyaknya turnamen akan kami antisipasi dengan memulai pertandingan lebih awal satu hari,” ungkap Rosiana.

Kejuaraan bulutangkis Astec Open yang telah memasuki tahun kesembilan kali merupakan gagasan pasangan Emas Olimpiade Barcelona 1992, Alan Budikusuma dan Susy Susanti. Pasangan legendaris ini adalah pemilik ASTEC yang merupakan perusahaan peralatan bulutangkis nasional. Melalui kejuaraan ini Alan dan Susy ingin mencari bakat-bakat bulutangkis di Tanah Air.

“Bulutangkis adalah olahraga kebanggaan, beberapa tahun belakangan ini prestasinya kurang menggembirakan. Tapi di awal tahun ini saat di All England hingga kejuaraan dunia kita bisa meraih gelar juara dunia. Gelar juara ini membawa dampak yang positif bagi pembinaan bulutangkis kita di masa yang akan datang,” ungkap Susy pada jumpa pers kemarin.

“Saya juga tidak hanya akan mengurus bisnis saya aja, melalui penyelenggaraan kejuaraan ini juga ikut membantu PBSI memajukan pembinaan bulutangkis di tanah air untuk mencari bibit-bibit bulutangkis,” ungkap Susy.

“Kejuaraan ini bertujuan pembinaan atlet-atlet bulutangkis di tanah air. Saya memang pemain tunggal tetapi kejuaraan ini tidak terbatas hanya untuk nomor tunggal saja, melainkan semua nomor. Dengan semakin banyak peserta, semakin menjaring dan lebih memantau bibit potensial,” tambah Susy.

Astec Open yang kali ini disponsori PRIM-A, produk air minuman dalam kemasan, sudah menjadi kalender resmi PBSI. Susy berharap kedepannya bisa masuk dalam kalender resmi BWF (Badminton World Federation). “Harapan saya kualitas pertandingan akan terus meningkat,” ungkap Susy.

Alan Budikusuma mengungkapkan tahun depan masuk di usia yang kesepuluh gelaran ASTEC Open, ASTEC berencana membuat pra kejuaraan pada beberapa propinsi di luar Pulau Jawa. “Juara-juaranya bisa mengikuti kejuaraan ASTEC di Jakarta, mereka bebas biaya,” Alan mencetuskan ide pra kejuaraan ini mengingat besarnya biaya yang akan ditanggung atlet-atlet luar Pulau Jawa yang akan bertanding di Jakarta. Alan berharap nantinya akan ada sponsor-sponsor yang mau mendukung.

“Ini merupakan pembinaan bulutangkis yang berkesinambungan, jangan sampai kejayaan bulutangkis hilang,” ungkap Alan.

Sementara Sudarmo, Wakil Direktur Bisnis PT Sinar Sosro yang merupakan produsen salah satu perusahaan minuman terkemuka di Indonesia mengungkapkan dengan masuknya PRIM-A menjadi sponsor pada ajang Astec Open tahun ini maka PRIM-A ikut memajukan dan mengembangkan olahraga di indonesia, khususnya pada cabang bulutangkis yang merupakan olahraga prestasi.

“Harapan kami tahun depan PRIM-A masih mendapat kesempatan untuk tetap menjadi sponsor utama,’’ ungkap Sudarmo.

Kejuaraan bulutangkis Prim-A Astec Open IX 2013 akan berlangsung setiap harinya di di GOR Bulutangkis Jalan Asia Afrika Jakarta mulai dari pukul 08.00 WIB. Bagi masyarakat yang ingin menyaksikan atlet-atlet kebanggaanya berlaga tidak akan dipungut bayaran. (*)

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Psikobiografi Maestro Olahraga Rahasia Ketangguhan Mental Juara Christian Hadinata

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on August 29, 2013


christian2aBulutangkis.com – Bulutangkis Indonesia bangkit. Dalam final kejuaraan dunia yang berlangsung di Stadion Tianhe, Guangzhou, Cina, 11 Agustus lalu, pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir merebut gelar juara setelah menekuk andalan tuan rumah Xu Chen/Ma Jin dengan perjuangan berat tiga game 21-13, 16-21, 22-20. Sementara pasangan ganda putra Hendra Setiawan/ Mohammad Ahsan mengalahkan ganda Denmark, Mathias Boe/Carsten Mogensen melewati pertarungan kritis dengan skor 21-13, 23-21.

Kemenangan kedua ganda tersebut mengulangi sukses tim Indonesia enam tahun lalu, 2007. Seolah tak bisa dipisahkan, dua pekan setelah tim Indonesia meraih dua gelar juara dunia bulutangkis, terbit buku ‘Rahasia Ketangguhan Mental Juara Christian Hadinata: Psikobiografi Mastro Olahraga’. Buku diterbitkan oleh Kepustakaan Populer Gramedia (KPG), bekerjasama dengan Djarum Foundation.

Peluncuran buku secara resmi dilakukan di kota kelahiran Christian Hadinata, Purwokerto, tepatnya di Hotel Horison, Purwokerto hari Senin (26/08) malam lalu. Acara peluncuran buku ini merupakan rangkaian kirab juara dunia bulutangkis 2013 di dua kota di Jawa Tengah, Pemalang pada hari Senin (26/08) dan Purwokerto pada hari Selasa (27/08). Selain juara dunia, Hendra Setiawan, Mohammad Ahsan dan Tontowi Ahmad, ada juga mantan pebulutangkis nasional Fung Permadi, Lius Pongoh, Sigit Budiarto dan Imelda Wiguna menghadiri peluncuran buku Christian Hadinata.

Tiga psikolog menulis buku biografi seorang Christian dari kacamata yang berbeda. Mereka adalah Monty P. Satiadarma, Amran Effendi Siregar dan Damar Arum Dwiariani. Buku bisa diperoleh di toko-toko buku pada bulan September mendatang.

Pada awalnya Christian memang tidak ingin menulis biografi dirinya. “Biografi biasanya menonjolkan ke-aku-an, ini saya tidak inginkan,” ungkap Christian saat acara peluncuran buku.

Amran Effendi Siregar, salah seorang penulis, mengakui bahwa butuh waktu lama untuk meyakinkan Christian agar mau menjadi nara sumber . “Selama ini kami hanya tahu secara teori yang kami pelajari bahwa mental juara itu seperti apa, namun belum melihat kenyataan di lapangan seperti apa,” ungkap Amran menjelaskan latar belakang penulisan buku tinjauan psikologi sosok Christian yang memiliki mental juara. “Buku ini berbeda dengan buku biografi yang biasanya hanya memuat kejadian dan catatan prestasi seseorang,” jelas Amran.

Berbeda dengan buku biografi umumnya, Rahasia Ketangguhan Mental Juara Christian Hadinata mengupas aspek-aspek psikologis yang dimiliki Christian Hadinata hingga menjadi pemain ganda terkemuka dunia. Christian adalah satu-satunya pemain bulutangkis Indonesia yang selama mengikuti Thomas Cup tidak pernah kalah, walaupun regunya kalah.

“Saya menarik kesimpulan, Christian adalah pemain bulutangkis yang banyak mempergunakan otak untuk mengatur ototnya dalam mencapai prestasi yang ingin dicapai,” ungkap Prof. Singgih Dirga Gunarsa, dalam kata pengantarnya pada buku Christian. Prof. Singgih Dirga Gunarsa adalah psikolog PB PBSI cukup lama membantu PB PBSI, mulai tahun 1967 hingga 2000.

Lebih jauh Singgih Gunarsa menjelaskan, pukulan Christian sebenarnya tidak indah. Memang, menurut Christian sendiri, ia tidak pernah memedulikan gaya, melainkan pada efektivitas pukulan untuk menghasilkan poin. Namun justru disitu kelebihan Christian dalam memanfaatkan intelegensianya.

Keunikan Christian

Selama karir bulutangkisnya, Christian Hadinata telah menjuarai berbagai kejuaraan bulutangkis, nasional maupun internasional. Uniknya, dia paling banyak memiliki pasangan sebagai pemain ganda. Lebih dari 10 pemain nasional bulutangkis Indonesia pernah menjadi pasangannya, bai k putra maupun putri, dan umumnya merebut juara.

Thomas Cup 1986 merupakan penampilan Christian yang terakhir, namun itu menjadi pengalaman yang tidak mengenakkan. Indonesia kalah dari Cina 3-2 setelah sempat unggul 2-1. Satu poin Indonesia diberikan oleh pasangan Christian/Hadibowo.

Sebagai pemain ganda , Christian pertama kali berpasangan dengan Ade Chandra di All England 1972, dan meraih juara pertama. Mereka menampilkan gaya yang berbeda, yakni permainan cepat dan smash bola potong di depan net yang mematikan. Di kejuaraan ini, Christian/Ade Chandra juga mendobrak gaya permainan Eropa yang terkenal indah dengan reli-reli panjang serta dropshot tajam. Karena itu, mereka mendapat kritik dari media Eropa karena dianggap merusak keindahan permainan.

Tinjauan psikologis merupakan aspek sentral yang dibahas dalam buku, dan perjalanan hidup dan karir Christian menjadi acuannya. Penerbit dimaksudkan untuk berbagi pengalaman, sekaligus dapat menjadi bahan pertimbangan bagi para atlet muda, khususnya olahraga bulutangkis. Terutama aspek-aspek psikologis yang perlu diperhatikan dalam meraih prestasi.

Aspek-aspek psikologis yang dibahas itu, misalnya, adalah motivasi dan sifat kompetitif yang luar biasa, “Prinsip saya, kalau mau menggeluti sesuatu, saya tidak mau level nasional saja. Mesti harus mencapai prestasi yang tarafnya internasional. Di permainan ganda, motivasi saya harus nomor satu,” ujar Christian.

Lebih jauh dia mengatakan, “Saya tidak peduli regu saya menang ataupun kalah. Saya harus dapat poin. Fisik sebaik apapun, bila mentalnya goyah tidak akan bisa main.”

Yang unik dari buku ini, meski dimaksudkan sebagai telaah psikologis atas Christian Hadinata sebagai pemain bulutangkis ganda kelas dunia, pembaca awam bisa mengambil manfaat. Terutama para pendidik atau orang tua.

“Baiknya buku ini dibaca sambil didiskusikan,” pesan Amran. (pr)

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

 
%d bloggers like this: