SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    September 2013
    M T W T F S S
    « Aug   Oct »
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    23242526272829
    30  
  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 5,029 other followers

Archive for September, 2013

Juara, Simon Senang Masih Mampu Bersaing

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on September 29, 2013


1951424simon1780x390YOGYAKARTA, Kompas.com – Simon Santoso mengaku senang masih mampu menjuarai tunggal putera Yonex-Sunrise Indonesia GP Gold dengan mengalahkan  Dionysius Hayom Rumbaka 21-17 dan 21-11, Minggu (29/09/2013).

“Dari pertama bertanding disini, saya belum pernah mendapat tekanan. Baru kali ini saya tertekan, saya mencoba menerapkan tempo cepat, Simon juga malah bisa bermain lebih cepat dan lebih berani di depan net, jadi tadi saya hanya bisa bertahan,” ujar Hayom usai laga.

Simon sendiri menanggapi kemenangan atas Hayom ini karena ia sendiri sudah saling mengetahui kelebihan dan kekurangan masing-masing. “Di lapangan tadi saya bisa lebih menguasai permainan, dan bermain terus menyerang,” kata Simon.

Simon pun menjadikan gelar ini sebagai sebuah pembuktian bagi dirinya. Dianggap mengalami banyak penurunan setelah menderita sakit di akhir tahun 2012 sampai awal tahun 2013 lalu, Simon akhirnya bisa meraih gelar juara lagi.

“Saya ditargetkan untuk menjadi juara di GP Gold kali ini. Akhirnya saya pun bisa mewujudkan hal itu. Dengan hasil ini, saya ingin menyampaikan bahwa saya masih bisa bersaing di bulutangkis interasional,” pungkasnya.

Indonesia dan China akhirnya berbagi gelar, Indonesia memboyong tiga gelar melalui Simon, Praveen Jordan/Vita Marissa serta Angga Pratama/Ryan Agung Saputra, sementara China memboyong gelar di sektor putri. Suo Di sukses menjadi kampiun, sedangkan gelar ganda putri diraih oleh Luo Ying/Luo Yu setelah mereka menaklukan rekannya Huang Dongping/Jia Yi Fan dengan 19-21, 21-15 dan 21-18. (*/)

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Dua Playmaker Putri Indonesia Terhebat

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on September 29, 2013


indexBulutangkis.com – Partai final ganda campuran Yonex-Sunrise Indonesia Grand Prix Gold 2013 antara Tontowi Ahmad/ Liliyana Natsir melawan Praveen Jordan/Vita Marissa hari Minggu (29/09) tadi menjadi ajang unjuk kebolehan dua playmaker putri terbaik Indonesia saat ini dan yang pernah ada, Liliyana Natsir dan Vita Marissa.

Nama Vita Marissa terlebih dahulu muncul ke permukaan. Wanita kelahiran 4 Januari 1981 ini sudah berhasil menjadi juara Indonesia Open dan meraih medali emas SEA Games ketika masih berusia 20 tahun tepatnya di tahun 2001 berpasangan dengan Deyana Lomban di nomor ganda putri dan Nova Widianto di ganda campuran. Bersama dengan Nova pula gadis asal Manado ini menjadi Juara Asia di tahun 2003.

Nasib kurang beruntung dialami Vita di tahun 2004 dirinya mengalami cedera yang memaksa dirinya harus minggir dari lapangan untuk beberapa waktu. Nova yang ditinggal Nova kemudian dipasangkan dengan Liliyana Natsir.

Akibat cedera tersebut, karier seorang Vita Marissa nyaris berhenti. Ia baru kembali berhasil menjadi juara di tahun 2007 ketika berpasangan dengan Flandy Limpele. Hebatnya, bersama Flandy meraih banyak sekali gelar. Puncaknya ketika pasangan Flandy/Vita menjadi semifinalis Olimpiade 2008.

Lepas dari Flandy yang memasuki masa pensiun, Vita berpasangan dengan pemain muda, Muhammad Rijal. Kehebatan seorang Vita ternyata tidak hilang, bersama Rijal Ia memenangi Japan Open 2008. Padahal saat itu mereka baru pertama kali dipasangkan.

Lama tidak bermain di nomor ganda putri, Vita kembali mencoba nomor yang membawanya menjadi juara di usia muda itu. Berpasangan dengan Liliyana yang merupakan juniornya, Vita kembali membuktikan kehebatannya. Medali emas SEA Games 2007, Juara China Master 2007, dan juara Indonesia Open 2008 meruapakan sederet prestasinya bersama Liliyana.

Di tahun 2009, Vita memutuskan mundur dari Pelatnas Cipayung karena PBSI saat itu tidak mau mengabulkan permintannya untuk menaikkan gaji sebesar 20 persen.

Lepas dari Pelatnas, Vita mulai berjalan secara mandiri. Beberapa kali Vita bergonta-ganti pasangan bahkan sempat berpasangan pula dengan atlet asing seperti Saralee Thoungthongkam dan Robert Blair.

Mulai awal 2013 lalu, Vita kembali menggandeng nama baru, yaitu Praveen Jordan di nomor ganda campuran dan Variella di ganda putri. Bersama dengan mereka, sampai saat ini Vita sudah meraih tiga gelar juara.

Jalan cerita Vita Marissa agak mirip dengan Liliyana Natsir atau yang kerap disapa Butet. Butet bergabung dengan pelatnas di usia yang masih sangat muda. Tapi, beberapa lama di Pelatnas tanpa gelar membuatnya sempat putus asa.

Cedera yang diderita Vita di tahun 2004 ternyata menjadi sebuah anugerah untuk Butet. Butet mulai dipasangkan dengan Nova yang saat itu sedang ‘menduda’. Pasangan Nova/Butet ternyata berhasil melebihi prestasi Nova/Vita sebelumnya.

natsirDi usia yang belum genap 20 tahun, Butet sudah bisa menjadi Juara Dunia, tepatnya di tahun 2005. Rentetan prestasi seperti mengalir begitu saja bagi pasangan Nova/Butet. Hampir semua gelar bergengsi pernah direbut Butet bersama Nova, kecuali All England dan medali emas Olimpiade serta Asian Games. Prestasi tertinggi mereka di dua turnamen itu hanya menjadi runner up All England dan medai perak Olimpiade (tahun 2008). Bahkan Butet berhasil memenangi Kejuaraan Dunia keduanya di tahun 2007.

Selain di nomor ganda campuran, Butet juga meraih sukses di nomor ganda putri bersama sang senior, Vita Marissa.

Tahun 2010, Nova Widianto secara resmi menyatakan gantung raket. Saat itu lah Butet beberapa kali berganti pasangan. Walaupun begitu, Butet masih berhasil menjuarai Malaysia Open 2010 bersama Devin Lahardi.

Butet seperti menemukan lagi partner sejatinya kembali ketika dipasangkan dengan Tontowi Ahmad di tahun 2010. Beberapa gelar Super Series berhasil digenggam. Bahkan, gelar All England yang sebelumnya belum pernah diraih malah berhasil dimenangi bersama Tontowi sebanyak dua kali di tahun 2012 dan 2013. Butet juga sukses meraih gelar juara dunia ketiganya di tahun 2013 ini.

Sayangnya, satu gelar prestisius yang belum dimenangi Butet, yaitu medali emas Olimpiade masih urung didapat. Di Olimpiade 2012 lalu bahkan Butet tidak berhasil meraih satu medali pun.

Final Minggu siang tadi akhirnya kita bisa melihat dua playmaker terhebat di Indonesia saling mempertunjukan kepiawaian bermain di depan net dan mengatur serangan. Bukan ingin mencatat siapa yang menang, tapi pertandingan tadi siang menjadi pengobat kerinduan untuk melihat penampilan playmaker terbaik Indonesia. (Ivan Jhansen)

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis, Tokoh | Leave a Comment »

Angga/Rian Rebut Gelar Juara Indonesia GPG

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on September 29, 2013


1642029angga-rian-2909780x390YOGYAKARTA, KOMPAS.com – Unggulan dua ganda putra, Angga Pratama/Rian Agung Saputro, merebut gelar juara pada Yonex-Sunrise Indonesia Open Grand Prix Gold (GPG) 2013, usai mengalahkan yuniornya, Ronald Alexander/Selvanus Geh, dengan rubber game 17-21, 21-15, 21-16, pada babak final, di GOR Amongraga, Yogyakarta, Minggu (29/9/2013).

Ronald/Selvanus bisa menguasai game pertama. Terus bermain cepat dengan mengandalkan smes-smes keras, Ronald/Selvanus menutup game pertama dengan keunggulan 21-17.

Angga/Rian tak ingin kecolongan lagi pada game kedua. Mereka lebih berhati-hati dan meminimalisir kesalahan sendiri. Sementara, Ronald/Selvanus justru banyak melakukan kesalahan pada game ini. Angga/Rian memaksa pertandingan dilanjutkan ke game ketiga setelah menutup game kedua dengan 21-15.

Angga/Rian bermain konsisten sejak awal game ketiga dan unggul lebih dulu, 11-7. Ronald/Selvanus tak mampu menjangkau kok hasil pukulan-pukulan akurat Angga/Rian yang akhirnya menutup game dengan 21-16.

“Kami sudah bermain maksimal. Tetapi, senior memang lebih hebat dari kami. Pada game kedua dan ketiga, stamina kami mulai menurun. Ini pertama kali menjadi runner-up level GPG, pencapaian terbaik kami berdua. Saya sangat bangga,” aku Selvanus setelah menerima penghargaan sebagai runner-up Indonesia GPG 2013.

“Pada game pertama kami belum siap dan banyak melakukan kesalahan sendiri. Selanjutnya sudah bisa mempertahankan ritme permainan. Pertandingan memang seperti itu, siapa yang lebih siap dia yang menang,” kata Angga.

Ini merupakan gelar ketiga mereka tahun ini setelah New Zealand GPG dan Australia GPG. “Target selanjutnya bertanding di Eropa, Denmark dan Perancis. Semoga hasilnya bisa lebih baik lagi,” kata Rian.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Vita Marissa : Saya akan Persembahkan Praveen untuk Bulu Tangkis Indonesia

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on September 29, 2013


1523161mix780x390YOGYAKARTA, KOMPAS.com – Ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Vita Marissa, sukses meraih gelar ketiganya tahun ini di Yonex-Sunrise Indonesia Open Grand Prix Gold 2013, di GOR Amongraga, Yogyakarta, Minggu (29/9/2013). Mereka menjadi juara setelah mengalahkan unggulan pertama, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, dengan rubber game 22-20, 9-21, 21-14, pada babak final.

Sebelumnya, ganda yang sekarang berada di peringkat 13 dunia tersebut, merebut gelar di New Zealand Grand Prix dan Malaysia Grand Prix Gold 2013.

Vita merupakan pemain senior yang sebelumnya juga pernah berpasangan dengan Liliyana di ganda putri. Meski sudah menginjak 32 tahun, ia masih bersemangat bermain bersama Praveen yang masih terbilang muda, 20 tahun.

“Karena saya juga sudah tidak muda, saya akan menikmati bermain bulu tangkis hingga 2-3 tahun ke depan. Saya senang bisa membawa Jordan sampai ke titik ini. Nanti, saya akan persembahkan Jordan untuk Indonesia. Semua akan tahu bahwa Indonesia memiliki pebulu tangkis muda yang berbakat,” ungkap Vita usai pertandingan.

“Karena saya masih bisa dibilang yunior, saya bermain tanpa beban, yang ada hanya motivasi bagaimana bisa bermain baik,” aku Praveen.

Praveen/Vita memang mengakui, permainan Tontowi/Liliyana hari ini kurang baik dan banyak melakukan kesalahan sendiri. Sedangkan mereka tampil seperti biasa dan bermain lepas.

“Memang hari ini Tontowi banyak melakukan kesalahan sendiri. Tetapi, sebelumnya saat melawan mereka di Singapore Open, kami juga bermain ketat,” kata Vita.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Ronald/Selvanus: Tak Ada Istilah Mengalah

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on September 29, 2013


2257551Selvanus780x390YOGYAKARTA, Kompas.com -– Ganda putra muda Indonesia, Ronald Alexander/Selvanus Geh akan bersua dengan Ryan Agung Saputra/Angga Pratama yang merupakan unggulan dua Yonex-Sunrise Indonesia GP Gold, Minggu (29/09/2013).

Ronald/Selvanus  berhasil untuk pertama kalinya lolos ke kejuaraan berlevel Grand Prix Gold. Di semifinal ajang Yonex-Sunrise Indonesia Open Grand Prix Gold 2013 yang digelar Sabtu (28/9), mereka berhasil menumbangkan pasangan senior/junior, Markis Kido/Marcus Fernaldi Gideon dalam laga dua game langsung 21-11 dan 21-15.

“Kami senang akhirnya bisa menang dari Kido/Marcus, kemarin kami bisa mengalahkan Hendra Setiawan dan hari ini bisa mengalahkan Markis Kido, atlet yang pernah juara Olimpiade, tentu kami sangat senang,” ujar Ronald.

Di final sendiri mereka akan bersua dengan Ryan Agung Saputra/Angga Pratama yang merupakan unggulan dua. Mereka lolos ke final setelah rival mereka di empat besar, Ricky Karanda Suwandi/Berry Angriawan mengundurkan diri terkait cedera punggung yang dialami Ricky.

“Untuk melawan Ryan/Angga yang jelas kami akan tetap semangat, tetap fight, meskipun kami berlatih bersama tapi final nanti akan menjadi pertemuan pertama dengan mereka,” ujar Selvanus.

Menatap penampilan mereka di ajang level 3 Federasi Bulutangkis Dunia (BWF), pasangan muda ini pun mengaku pencapaian mereka menambah kepercayaan diri mereka.

“Harapan kami penampilan kami akan terus meningkat dan akan bisa bertanding di turnamen yang levelnya lebih tinggi, dan saya ingin dua tahun lagi atau tahun depan ingin jadi juara dunia,” pungkas Ronald. (*/)

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Variella/Vita Terhenti, Wakil Ganda Putri Indonesia Juga Habis

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on September 29, 2013


YOGYAKARTA, KOMPAS.com – Ganda putri Indonesia, Aprilsasi Putri Lejarsar Variella/Vita Marissa, kalah dari ganda China, Luo Ying/Luo Yu, dengan straight game 17-21, 15-21, pada babak semifinal Yonex-Sunrise Indonesia Open Grand Prix Gold (GPG) 2013, di GOR Amongraga, Yogyakarta, Sabtu (28/9/2013).

Pasangan kembar Luo/Luo langsung menyerang ganda Indonesia sejak game pertama dan unggul jauh 14-7. Variella/Vita tak langsung menyerah dengan merebut lima angka beruntun dan menipiskan perbedaan skor, 12-14. Sayangnya, pertahanan Variella mulai kendur dan dimanfaatkan dengan baik oleh pasangan China yang akhirnya menutup game dengan 21-17.

Luo/Luo kembali unggul 11-6 pada game kedua. Kali ini Variella/Vita berusaha lebih keras dan bisa menyamakan angka 11 sama. Namun, lagi-lagi pertahanan mereka mengendur. China memastikan diri ke final setelah memenangi game ini dengan 21-15.

“Kami memang lebih pada mencoba main saja, karena Lala (panggilan Variella) sedang cedera. Stamina saya pasti terkuras karena terus meng-cover Lala,” kata Vita usai bertanding. Variella mendapat cedera pada lutut kanan sejak New Zealand Grand Prix, pertengahan Agustus lalu.

Dengan kekalahan ini, Indonesia tak memiliki wakil lagi di nomor ganda putri. Luo/Luo akan menghadapi rekan senegara, Huang Dongping/Fan Jia Yi, pada babak final, Minggu (29/9/2013) besok.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Aprilia Kalah, Indonesia Tanpa Wakil Tunggal Putri di Final Indonesia GPG

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on September 29, 2013


YOGYAKARTA, KOMPAS.com – Harapan terakhir Indonesia di nomor tunggal putri, Aprilia Yuswandari, gagal melaju ke final Yonex-Sunrise Indonesia Open Grand Prix Gold (GPG) 2013, setelah dikalahkan pemain non unggulan China, Suo Di, 19-21, 18-21, dalam 52 menit, di GOR Amongraga, Yogyakarta, Sabtu (28/9/2013).

Pertandingan berlangsung ketat sejak awal. Kedua pemain bersaing ketat dalam pengumpulan poin. Suo mengambil keuntungan lebih awal setelah menutup game pertama dengan 21-18.

Game kedua juga berlangsung ketat. Aprilia mencoba mengatasi serangan Suo dengan banyak bermain di depan net. Ia sempat unggul tipis 13-12. Sayangnya, Aprilia beberapa kali melakukan kesalahan sendiri yang menguntungkan lawan. Suo memastikan kemenangan setelah menutup game kedua dengan 21-19.

“Saya tadi terlalu buru-buru. Karena dia smesnya kuat, saya mencoba menghindari dengan bermain di depan (net). Sayang, karena ingin memancing dengan pukulan net tipis, malah banyak menyangkut,” aku Aprilia yang sedikit kecewa dengan hasil pertandingan.

Kekalahan Aprilia membuat Indonesia kehilangan wakil di nomor tunggal putri, sekaligus memastikan gagalnya target sapu bersih di turnamen ini.

Final tunggal putri akan mempertemukan dua wakil China, Suo Di dan Xue Yao, yang sebelumnya juga mengalahkan tunggal Indonesia, Maria Febe Kusumastuti.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Cedera, Sony dan Ricky Mengundurkan Diri dari Indonesia GPG

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on September 28, 2013


YOGYAKARTA, KOMPAS.com – Unggulan dua tunggal putra, Sony Dwi Kuncoro, mundur diri dari semifinal Yonex-Sunrise Indonesia Open Grand Prix Gold (GPG) 2013, karena cedera pada engkel kaki kanan.

“Iya benar, Sony sudah cedera sejak game ketiga melawan Thailand (Suppanyu Avihingsanon), kemarin. Tapi waktu itu masih ditahan. Sekarang saya tidak mau ambil risiko,” aku Joko Suprianto, pelatih nasional tunggal putra, di GOR Amongraga, Yogyakarta, Sabtu (28/9/2013).

Mundurnya Sony, memuluskan jalan Dionysius Hayom Rumbaka ke babak final, Minggu (29/9/2013). “Tidak ada masalah karena tunggal putra sudah pasti dapat gelar,” lanjut Joko.

Babak semifinal tunggal putra memang menjadi milik Indonesia. Selain Sony dan Hayom, Simon Santoso dan Tommy Sugiarto juga maju ke babak ini dan sedang bertanding untuk merebut tike ke babak final.

Selain Sony, Ricky Karanda Suwardi juga mendapat sakit pinggang dan terpaksa mundur. “Pinggangnya sakit setelah bertanding kemarin,” kata pelatih ganda putra, Herry Iman Pierngadi.

Ricky yang berpasangan dengan Berry Anggriawan, seharusnya bertanding melawan unggulan dua, Angga Pratama/Rian Agung Saputro, sore ini.

Angga/Rian akan melaju ke final dan menunggu pemenang laga antara dua ganda Indonesia, Ronald Alexander/Selvanus Geh, dan Gideon Markus Fernaldi/Markis Kido. Seperti tunggal putra, Indonesia juga dipastikan meraih gelar juara di nomor ini.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Maria Febe Kandas, Aprilia Jadi Harapan Terakhir di Indonesia GPG

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on September 28, 2013


YOGYAKARTA, KOMPAS.com – Tunggal putri Indonesia, Maria Febe Kusumastuti, gagal membekuk tunggal muda China, Xue Yao pada babak semifinal Yonex-Sunrise Indonesia Open Grand Prix Gold (GPG) 2013, di GOR Amongraga, Yogyakarta, Sabtu (28/9/2013). Febe kalah straight game 11-21, 16-21,

Febe mencoba mengimbangi permainan Xue pada awal pertandingan. Tetapi, ia tak bisa bertahan dari serangan tunggal China dan tertinggal 5-11. Xue pun menutup game pertama dengan 21-11.

Pada game kedua, Febe berhasil unggul lebih dulu, 11-8. Tapi Xue bisa menyamakan angka dengan cepat dan bebalik unggul 12-11. Banyak melakukan pukulan net tipis, Xue mengakhiri game ini dengan 21-16.

“Permainan saya kurang keluar. Dia (Xue) selalu bermain menyerang, sedangkan saya pemain reli. Strategi saya salah karena tidak cepat mengubah permainan. saya juga terpancing bermain menyerang,” kata Febe usai pertandingan.

Indonesia pun kehilangan satu pemain di nomor ini, dan masih memiliki satu wakil, yakni Aprilia Yuswandari yang merupakan unggulan kedua.

Xue Maju ke babak final dan akan menghadapi pemenang laga antara Aprilia dan tunggal China, Suo Di, yang berlangsung sore ini.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Indonesia Pastikan Kuasai Tunggal Putra

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on September 28, 2013


YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Indonesia sudah memastikan akan membawa pulang gelar juara di nomor tunggal putra Yonex-Sunrise Indonesia Open Grand Prix Gold 2013. Hal ini terjadi setelah empat tiket babak semifinal berhasil diborong oleh atlet-atlet Cipayung pada pertandingan Jumat (27/9).

Tommy Sugiarto menjadi pembuka pesta kemenangan di nomor ini. Unggulan pertama tersebut berhasil menyingkirkan Zi Liang Derek Wong dalam dua gim langsung, 21-14 dan 21-19. “Kontrol bola di lapangan memang agak sulit. Di gim kedua, saya cukup banyak melakukan unforced error soalnya dia agak mengubah pola permainan,” ujarnya.

Kemenangan ini membawanya bertemu dengan Simon Santoso, yang menghentikan langkah fenomenal Jonatan Christie. Jonatan, yang sempat memberikan kejutan, akhirnya harus terhenti di tangan seniornya itu dengan membukukan angka 13-21 dan 19-21.

“Untuk babak semifinal nanti, saya merasa lebih bersemangat, dan berharap bisa tampil baik. Karena dalam beberapa pertandingan saya agak menurun, saya harus meningkatkan kembali rasa percaya diri saya, jangan sampai turun lagi,” lanjutnya.

Tiket semifinal ketiga berhasil diraih oleh Dionysius Hayom Rumbaka. Finalis Indonesia Grand Prix Gold 2010 dan 2012 sekaligus juara ajang yang sama di tahun 2011 ini berhasil meluncur ke babak empat besar setelah menghentikan yuniornya, Wisnu Yuli Prasetyo, dengan 21-15 dan 21-18.

Final Indonesia GP Gold tahun lalu akan berulang di GOR Among Raga, dengan kondisi bahwa Hayom akan bersua Sony. Namun, pertemuan kali ini akan terjadi pada babak semifinal. Sony memastikan diri menjadi semifinalis terakhir setelah ia berhasil menundukkan wakil Thailand yang tersisa, Suppanyu Avihingsanon, yang merupakan unggulan ketujuh. Sony dipaksa bermain dalam tempo 60 menit sebelum menang 15-21, 21-11, dan 21-13.

“Saya merasa permainan saya sudah bagus. Hanya, sepanjang gim pertama, saya terlalu mengikuti pola permainan dia. Makanya di dua gim berikutnya saya berusaha untuk mengubah pola permainan dan memainkan temponya. Jadi, dia terlihat tidak enak bermain,” ujar Sony.

Untuk menghadapi Hayom yang pada tahun lalu menang dua gim langsung dengan 21-11 dan 21-11, Sony mengaku sudah siap. “Untuk pertandingan besok, saya siap dan saya pun pasti berusaha untuk menang,” pungkasnya. (*/)

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

 
%d bloggers like this: