SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    September 2013
    M T W T F S S
    « Aug   Oct »
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    23242526272829
    30  
  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 5,029 other followers

Archive for September 25th, 2013

Li Yongbo Ingin Ciptakan 100 Juara Dunia Bulu Tangkis

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on September 25, 2013


16375908c89a590f56c118ede5e57780x390BEIJING, KOMPAS.com – Pelatih kepala bulu tangkis China, Li Yongbo, mengungkapkan dedikasinya yang tinggi dengan memasang target menghasilkan 100 juara dunia di bawah kepemimpinannya. Pelatih yang juga mantan pebulu tangkis ini mengatakan, tak akan berhenti sebelum targetnya tercapai, bahkan ia ingin lebih.

Hingga saat ini, Li Yongbo telah menghasilkan 75 pebulu tangkis yang berhasil menjadi juara dunia. “Masih 25 juara dunia lagi sebelum genap 100. Tapi walaupun sudah 100 juara dunia, saya belum selesai,” aku Li Yingbo seperti dilansir situs berita China, sports sina.

Menurut Li Yongbo, kesuksesan terbesarnya adalah ketika bisa menghasilkan pemain hebat seperti Lin Dan, Cai Yun, dan Fu Haifeng, yang masih bermain meski usia mereka sudah tidak muda.

“Pemain seperti mereka (Lin Dan, Cai, dan Fu) tak tergantikan. Saya mengagumi mereka, terutama Lin Dan. Bukan hanya saat bermain di lapangan, sikap Lin Dan saat berlatih juga patut dicontoh. Ia absen selama setahun, tapi tak pernah berhenti berlatih, selain itu dia juga tidak cedera. Pemain mana yang bisa tetap juara dunia setelah satu tahun absen kalau tidak latihan rutin seperti Lin Dan?”

Selain mendukung pemain-pemain senior, Li Yongbo berharap bisa lebih mendorong pemain muda China agar memiliki mental juara.

Memisah Cai/Fu untuk berpasangan dengan pemain muda juga menjadi salah satu cara agar pemain yunior dapat belajar dari seniornya. Cai akan berpasangan dengan Chai Biao dan Fu akan berpasangan dengan Hong Wei.

“Pengalaman ini bagus untuk pemain muda dan tidak membuat pemain yang lebih senior kehilangan semangat saat bertanding,” tandas Li Yongbo.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Lawan Ganda Meksiko, Tontowi/Liliyana Menang Mudah

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on September 25, 2013


Bulutangkis.com – Hanya dalam waktu 17 menit, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir berhasil meraih tiket babak kedua turnamen Yonex-Sunrise Indonesia Open Grand Prix Gold 2013 di GOR Amongraga, Yogyakarta kemarin (Selasa, 24/09). Tontowi/Liliyana menghentikan perlawanan pasangan Meksiko, Lino Munoz/Cynthia Gonzales dua game langsung 21-7, 21-10.

“Menurut saya untuk ukuran pemain yang bukan dari negara bulutangkis, penampilan mereka cukup baik, hanya kurang jam terbang saja. Tadi kami lebih banyak menyesuaikan dengan kondisi lapangan, karena kami sudah unggul jauh,” ujar Liliyana tentang pertadingannya.

Meskipun dinyatakan sebagai pasangan yang paling dijagokan untuk menyabet gelar ganda campuran di turnamen ini, Tontowi/Liliyana mengatakan mereka tak ingin lengah.

“Dengan sistem poin 21 ini, hasil pertandingan tidak bisa diprediksi. Kalau buat salah, lawan sudah dapat poin, jadi kami harus tampil konsiten jika mau menang,” tambah Liliyana, pemain kelahiran Manado, 9 September 1985.

Tontowi/Liliyana menargetkan untuk dapat mempertahankan gelar juara yang mereka raih tahun lalu di Palembang, Sumatera Selatan. Ketika ditanya soal lawan terberat di turnamen berhadiah total 120 ribu dollar AS ini, Tontowi menjawab rekan-rekan senegara dirasa dapat menjadi ancaman.

“Di sini banyak teman-teman sendiri yang akan menjadi lawan. Kami sudah sering latihan bersama, jadi tahu kelebihan dan kekurangan masing-masing, jadi harus lebih waspada. Ditambah lagi, kami sempat absen tanding sebulan, jadi harus menyesuaikan diri,” jelas Tontowi yang berasal dari PB Djarum.

“Pertandingan ini juga bisa kami jadikan evaluasi performa setelah sebulan lebih absen di turnamen. Walaupun begitu, kami berharap dapat memberikan hasil maksimal dan tentunya ingin pertahankan gelar di depan publik sendiri,” imbuh Liliyana, pemain binaan PB Tangkas Specs.

Riky Widianto/Richi Puspita Dili harus bertanding tiga gim sebelum menang, 21-15, 16-21, 21-19 melawan Terry Hee/Yao Lei (Singapura). (wa)

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Rijal : “Kami merasa kurang maksimal di pertandingan ini”

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on September 25, 2013


Bulutangkis.com – Baru memasuki babak pertama Yonex-Sunrise Indonesia Open Grand Prix Gold 2013, Muhammad Rijal/Debby Susanto sudah mendapatkan perlawanan alot. Adalah pasangan China, Liu Yuchen/Huang Dongping yang memaksa unggulan kedua ini bermain rubber game dengan skor akhir 19-21, 21-18, 21-17.

“Kami belum mencoba lapangan pertandingan dan tadi kami masih adaptasi. Selain itu kami masih dalam antisipasi bola. Lawan kami juga lebih muda, jadi tenaganya masih fresh. Tetapi kami coba untuk tenang, belajar dari pengalaman sebelumnya,” ujar Rijal setelah pertandingannya.

“Kami merasa kurang maksimal di pertandingan ini, mungkin karena baru pertandingan pertama dan lawannya juga lumayan,” tutur Debby menambahkan.

Melihat catatan prestasi Rijal/Debby yang kurang menggembirakan di beberapa turnamen terakhir, pasangan ranking enam dunia ini mengaku sempat grogi saat akan bertanding. Apalagi, mereka akan berlaga di kandang sendiri dan disaksikan pecinta bulutangkis Tanah Air.

“Tadi sempat tegang juga, namanya pemain pasti ada tegangnya kalau mau tanding. Bahkan sekelas Tontowi (Ahmad)/Liliyana (Natsir) juga pasti merasa tegang sebelum bertanding. Tapi yang penting bagaimana membalikkan keadaan dari tegang jadi tenang,” ungkap Rijal.

Keterangan Rijal juga diperkuat Nova Widianto, Asisten Pelatih Ganda Campuran PBSI yang mendampingi Rijal/Debby bertanding.

“Kalau saya lihat, Rijal/Debby masih sering ragu-ragu di game pertama. Lawannya juga tampil lebih siap,” kata Nova.

Kini Rijal/Debby segera fokus ke pertandingan di babak kedua yang akan berlangsung pada Kamis (26/9). Edi Subaktiar/Gloria Emanuelle Widjaja yang merupakan junior Rijal/Debby di Pelatnas Cipayung, akan menjadi lawan.

“Melawan teman sendiri itu ada enak enggaknya. Enaknya, kami sudah tahu kelemahan mereka, nggak enaknya ya mereka juga tahu kelemahan kami dan permainan kami bagaimana,” ucap Debby.

Sementara itu, Irfan Fadhilah/Weni Anggraini yang diunggulkan di tempat kedelapan, juga melangkah ke babak kedua usai menumbangkan wakil Thailand, Patiphat Chalardchaleam/Rodjana Chuthabunditkul, 21-17, 6-21, 21-14. (wa)

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

 
%d bloggers like this: