SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    September 2013
    M T W T F S S
    « Aug   Oct »
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    23242526272829
    30  
  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 5,029 other followers

Archive for September 28th, 2013

Cedera, Sony dan Ricky Mengundurkan Diri dari Indonesia GPG

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on September 28, 2013


YOGYAKARTA, KOMPAS.com – Unggulan dua tunggal putra, Sony Dwi Kuncoro, mundur diri dari semifinal Yonex-Sunrise Indonesia Open Grand Prix Gold (GPG) 2013, karena cedera pada engkel kaki kanan.

“Iya benar, Sony sudah cedera sejak game ketiga melawan Thailand (Suppanyu Avihingsanon), kemarin. Tapi waktu itu masih ditahan. Sekarang saya tidak mau ambil risiko,” aku Joko Suprianto, pelatih nasional tunggal putra, di GOR Amongraga, Yogyakarta, Sabtu (28/9/2013).

Mundurnya Sony, memuluskan jalan Dionysius Hayom Rumbaka ke babak final, Minggu (29/9/2013). “Tidak ada masalah karena tunggal putra sudah pasti dapat gelar,” lanjut Joko.

Babak semifinal tunggal putra memang menjadi milik Indonesia. Selain Sony dan Hayom, Simon Santoso dan Tommy Sugiarto juga maju ke babak ini dan sedang bertanding untuk merebut tike ke babak final.

Selain Sony, Ricky Karanda Suwardi juga mendapat sakit pinggang dan terpaksa mundur. “Pinggangnya sakit setelah bertanding kemarin,” kata pelatih ganda putra, Herry Iman Pierngadi.

Ricky yang berpasangan dengan Berry Anggriawan, seharusnya bertanding melawan unggulan dua, Angga Pratama/Rian Agung Saputro, sore ini.

Angga/Rian akan melaju ke final dan menunggu pemenang laga antara dua ganda Indonesia, Ronald Alexander/Selvanus Geh, dan Gideon Markus Fernaldi/Markis Kido. Seperti tunggal putra, Indonesia juga dipastikan meraih gelar juara di nomor ini.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Maria Febe Kandas, Aprilia Jadi Harapan Terakhir di Indonesia GPG

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on September 28, 2013


YOGYAKARTA, KOMPAS.com – Tunggal putri Indonesia, Maria Febe Kusumastuti, gagal membekuk tunggal muda China, Xue Yao pada babak semifinal Yonex-Sunrise Indonesia Open Grand Prix Gold (GPG) 2013, di GOR Amongraga, Yogyakarta, Sabtu (28/9/2013). Febe kalah straight game 11-21, 16-21,

Febe mencoba mengimbangi permainan Xue pada awal pertandingan. Tetapi, ia tak bisa bertahan dari serangan tunggal China dan tertinggal 5-11. Xue pun menutup game pertama dengan 21-11.

Pada game kedua, Febe berhasil unggul lebih dulu, 11-8. Tapi Xue bisa menyamakan angka dengan cepat dan bebalik unggul 12-11. Banyak melakukan pukulan net tipis, Xue mengakhiri game ini dengan 21-16.

“Permainan saya kurang keluar. Dia (Xue) selalu bermain menyerang, sedangkan saya pemain reli. Strategi saya salah karena tidak cepat mengubah permainan. saya juga terpancing bermain menyerang,” kata Febe usai pertandingan.

Indonesia pun kehilangan satu pemain di nomor ini, dan masih memiliki satu wakil, yakni Aprilia Yuswandari yang merupakan unggulan kedua.

Xue Maju ke babak final dan akan menghadapi pemenang laga antara Aprilia dan tunggal China, Suo Di, yang berlangsung sore ini.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Indonesia Pastikan Kuasai Tunggal Putra

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on September 28, 2013


YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Indonesia sudah memastikan akan membawa pulang gelar juara di nomor tunggal putra Yonex-Sunrise Indonesia Open Grand Prix Gold 2013. Hal ini terjadi setelah empat tiket babak semifinal berhasil diborong oleh atlet-atlet Cipayung pada pertandingan Jumat (27/9).

Tommy Sugiarto menjadi pembuka pesta kemenangan di nomor ini. Unggulan pertama tersebut berhasil menyingkirkan Zi Liang Derek Wong dalam dua gim langsung, 21-14 dan 21-19. “Kontrol bola di lapangan memang agak sulit. Di gim kedua, saya cukup banyak melakukan unforced error soalnya dia agak mengubah pola permainan,” ujarnya.

Kemenangan ini membawanya bertemu dengan Simon Santoso, yang menghentikan langkah fenomenal Jonatan Christie. Jonatan, yang sempat memberikan kejutan, akhirnya harus terhenti di tangan seniornya itu dengan membukukan angka 13-21 dan 19-21.

“Untuk babak semifinal nanti, saya merasa lebih bersemangat, dan berharap bisa tampil baik. Karena dalam beberapa pertandingan saya agak menurun, saya harus meningkatkan kembali rasa percaya diri saya, jangan sampai turun lagi,” lanjutnya.

Tiket semifinal ketiga berhasil diraih oleh Dionysius Hayom Rumbaka. Finalis Indonesia Grand Prix Gold 2010 dan 2012 sekaligus juara ajang yang sama di tahun 2011 ini berhasil meluncur ke babak empat besar setelah menghentikan yuniornya, Wisnu Yuli Prasetyo, dengan 21-15 dan 21-18.

Final Indonesia GP Gold tahun lalu akan berulang di GOR Among Raga, dengan kondisi bahwa Hayom akan bersua Sony. Namun, pertemuan kali ini akan terjadi pada babak semifinal. Sony memastikan diri menjadi semifinalis terakhir setelah ia berhasil menundukkan wakil Thailand yang tersisa, Suppanyu Avihingsanon, yang merupakan unggulan ketujuh. Sony dipaksa bermain dalam tempo 60 menit sebelum menang 15-21, 21-11, dan 21-13.

“Saya merasa permainan saya sudah bagus. Hanya, sepanjang gim pertama, saya terlalu mengikuti pola permainan dia. Makanya di dua gim berikutnya saya berusaha untuk mengubah pola permainan dan memainkan temponya. Jadi, dia terlihat tidak enak bermain,” ujar Sony.

Untuk menghadapi Hayom yang pada tahun lalu menang dua gim langsung dengan 21-11 dan 21-11, Sony mengaku sudah siap. “Untuk pertandingan besok, saya siap dan saya pun pasti berusaha untuk menang,” pungkasnya. (*/)

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Terhenti di Perempat Final Indonesia GPG, Ahsan/Hendra Tetap Optimistis

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on September 28, 2013


YOGYAKARTA, KOMPAS.com – Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan terhenti di babak perempat final Yonex-Sunrise Indonesia Open Grand Prix Gold 2013, setelah dikalahkan yuniornya, Ronald Alexander/Selvanus Geh, dengan rubber game 21-8, 21-19, 21-18, dalam 34 menit, di GOR Amongraga, Yogyakarta, Jumat (27/9/2013).

Ahsan/Hendra mendominasi game pertama. Unggul jauh, 12-3, Juara Dunia 2013 ini menyudahi game dengan skor telak 21-8.

Sayang, Ahsan/Hendra tak bisa mempertahankan performa mereka pada game kedua. Ronald/Selvanus dapat mengimbangi permainan seniornya. Setelah menyamakan skor dengan 12 sama, ganda yunior ini menutup game kedua dengan 21-19.

Lebih percaya diri, Ronald/Selvanus tampil maksimal pada game ketiga. Sebaliknya, Ahsan/Hendra justru tertekan dan banyak melakukan kesalahan sendiri. Unggul jauh 16-7, Ronald/Selvanus memenangi game ketiga dengan 21-18.

Ahsan/Hendra tak ingin menganggap kekalahan ini sebagai suatu hal yang memalukan. Sebaliknya, mereka berpandangan positif dan menjadikan hasil ini sebagai pelajaran.

“Kalah ya kalah, kami tak akan beralasan. Mereka (Ronald/Selvanus) memang bermain bagus hari ini. Sementara kami mulai kehilangan fokus sejak game kedua,” ungkap Ahsan usai pertandingan. “Menang kalah hal yang biasa. Lagi pula kami bukan robot yang tiap saat bisa menang.”

Menurut Hendra, kekalahan mereka menjadi sesuatu yang baik jika dilihat dari sudut pandang lain. “Coba lihat positifnya, sudah ada ganda yunior yang bisa mengalahkan seniornya. Kami berharap mereka bisa terus bermain bagus, paling tidak bisa mencapai final,” tandas Hendra.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Tommy Tak Sabar Ingin Hadapi Simon

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on September 28, 2013


YOGYAKARTA, KOMPAS.com – Tommy Sugiarto melanjutkan perjuangan pada turnamen Yonex-Sunrise Indonesia Open Grand Prix Gold 2013. Tommy melewati babak perempat final dengan mengalahkan tunggal Singapura, Zi Liang Derek Wong, yang merupakan unggulan enam, 21-14, 21-19, dalam 35 menit, di GOR Amongraga, Yogyakarta, Jumat (27/9/2013).

Langsung unggul 9-2, Tommy menguasai game pertama. Dengan teknik pukulan yang lebih bervariasi, Tommy menutup game dengan kemenangan 21-14.

Tommy mengalami kesulitan pada game kedua, karena Wong bisa mengimbangi permainannya. Mereka saling kejar dalam perolehan skor hingga 16 sama. Tommy yang unggul pengalaman, akhirnya memenangi game ini dengan 21-19, yang mengantarnya ke semifinal.

“Pada game kedua angin menjadi lebih kencang dan membuat saya banyak melakukan kesalahan sendiri,” ungkap Tommy usai pertandingan. “Dia sudah menemukan ritme permainannya dan saat itu saya belum terlalu siap.”

“Saya berharap bisa memenuhi target pada turnamen ini. Pada dua turnamen sebelumnya (Taiwan GPG dan Japan Open) saya sempat labil. Sekarang saya ingin tampil lebih baik agar grafiknya tidak turun-naik,” lanjut Tommy.

Pada babak semifinal, Tommy berpeluang melawan Simon Santoso. Dengan catatan, Simon berhasil menang melawan Jonatan Christie pada babak perempat final.

“Saya sangat bersemangat dan menantikan pertandingan dengan Simon. Sebelumnya saya kalah dan kali ini ingin membuktikan kalau saya bisa bermain lebih baik,” tandas Tommy.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Tak Terbendung, Tontowi/Liliyana ke Semifinal Indonesia GPG

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on September 28, 2013


1612347Liliyana-Natsir-menjangkau-shuttlecock780x390YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Unggulan pertama ganda campuran, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, maju ke semifinal Yonex-Sunrise Indonesia Open Grand Prix Gold (GPG) 2013 seusai mengalahkan ganda yang baru berpasangan, Gideon Markus Fernaldi/Rizki Amelia, 21-7, 21-13 dalam 18 menit, di GOR Amongraga, Yogyakarta, Jumat (27/9/2013).

Tontowi/Liliyana langsung mendominasi game pertama. Setelah unggul jauh 13-3, juara dunia 2013 ini menutup game dengan 21-7. Pemain yang juga juara All England 2013 ini pun kembali menunjukkan level mereka pada game kedua. Banyak melakukan serangan net tipis, Tontowi/Liliyana unggul 12-3 sebelum mengakhiri game dengan 21-13.

Hasil ini membawa Tontowi/Liliyana ke babak semifinal untuk menghadapi ganda China, Huang Kaixiang/Chen Qingchen, yang lolos setelah mengalahkan ganda Thailand, Wasapon Uttamang/Jongkonphan Kittiharakul, dengan straight game 21-15, 21-15.

Ganda Indonesia lainnya, Praveen Jordan/Vita Marissa, juga lolos ke semifinal seusai mengalahkan rekan senegara, Lukhi Apri Nugroho/Annisa Saufika, dengan 21-18, 21-16.

Indonesia masih memiliki satu wakil tersisa pada nomor ini di perempat final, yaitu Edi Subaktiar/Gloria Emanuelle Widjaja, yang akan bertanding melawan ganda Malaysia, Jian Guo Ong/Yin Loo Lim, malam ini.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

 
%d bloggers like this: