SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    October 2013
    M T W T F S S
    « Sep   Nov »
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    28293031  
  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 5,029 other followers

Archive for October, 2013

PBSI Harus Beri Perhatian Lebih pada Tim Yunior

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on October 28, 2013


2221243indo-tim780x390BANGKOK, Kompas.com – Tim junior Indonesia belum berhasil membawa Piala Suhandinata ke Tanah Air. Pada partai final beregu BWF World Junior Championships 2013 yang memperebutkan Piala Suhandinata di Bangkok, Indonesia ditaklukkan Korea dengan skor 3-2.

“Tim junior tampil antiklimaks. Kalau dilihat, peak-nya agak turun dibanding dengan kemarin melawan China. Tetapi ini hal yang biasa, mereka bukan mesin. Sebetulnya kuncinya di tunggal putra, kalau tadi Jonatan menang, pasti peluang kami lebih besar,” kata Nusron Wahid, Chef de Mission Tim Indonesia yang dijumpai di Stadion Huamark.

“Namun hasil ini sudah lebih baik dari tahun lalu. Kami sudah berusaha maksimal, tidak usah menyesali hasil ini, masih ada kesempatan di nomor perseorangan,” ujarnya.

Indonesia membuka pertandingan dengan meraih poin pertama dari pasangan ganda campuran Kevin Sanjaya Sukamuljo/Masita Mahmudin yang mengalahkan Juara Asia Junior 2012, Choi Sol Kyu/Chae Yoo Jung, 21-19, 21-16.

“Kami bermain nothing to lose. Kami menang start dan lawan jadi tertekan dan mainnya tidak enak. Kami juga langsung menerapkan permainan menyerang dan no lob,” ujar Kevin yang ditemui usai pertandingan.

Di partai kedua, Jonatan Christie harus mengakui keunggulan lawan, Jeon Hyuk Jin, 16-21, 19-21. Korea pun menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Indonesia kembali unggul 2-1 setelah pasangan ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Arya Maulana Aldiartama menundukkan Choi Sol Kyu/Heo Kwang Hee, 21-16, 22-20.

Suasana makin menegangkan saat Korea kembali mengejar dan menyamakan kedudukan menjadi 2-2 dengan kemenangan Kim Hyo Min atas Hanna Ramadini, 15-21, 18-21.

Partai ganda putri yang merupakan partai penentuan berhasil direbut tim Korea. Pasangan Chae Yoo Jung/Kim Ji Won memetik kemenangan dua gim langsung atas Rosyita Eka Putri Sari/Setyana Mapasa, 21-18, 21-11.

“Harus diakui kalau lawan memang lebih baik. Mereka adalah anggota timnas Korea yang sudah sering latihan bersama-sama, sementara Rosyita/Setyana hanya beberapa bulan berpasangan. Pasangan kita juga kurang komunikasi,” kata Rudi Gunawan Haditono, pelatih ganda putri.

“Selain itu, semoga hasil ini menjadi pertimbangan untuk PBSI, agar tim junior lebih dipersiapkan bersama-sama di dalam timnas,” tambahnya.

Berikut hasil lengkap final BWF World Junior Championships 2013 antara Indonesia melawan Korea :

Ganda Campuran
Kevin Sanjaya Sukamuljo/Masita Mahmudin vs Choi Sol Kyu/Chae Yoo Jung 21-19, 21-16

Tunggal Putra
Jonatan Christie vs Jeon Hyuk Jin 16-21, 19-21

Ganda Putra
Kevin Sanjaya Sukamuljo/Arya Maulana Aldiartama vs Choi Sol Kyu/Heo Kwang Hee 21-16, 22-20

Tunggal Putri
Hanna Ramadini vs Kim Hyo Min 15-21, 18-21

Ganda Putri
Rosyita Eka Putri Sari/Setyana Mapasa vs Kim Ji Won/Chae Yoo Jung 18-21, 11-21

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Hebat! Markus/Kido Juara Perancis Terbuka

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on October 28, 2013


JAKARTA, Kompas.com — Pasangan baru, Markis Kido/Gideon Markus Fernaldi, membuat kejutan dengan menjuarai turnamen Perancis Terbuka Super Series, Minggu (27/10/2013).

Dalam pertandingan final yang berlangsung di Stade Pierre de Coubertin, Paris,  Kido/Markus mampu mengalahkan unggulan 4 asal Malaysia, Koo Kien Keat/Tan Boon Heong. Kido/Markus mengalahkan pasangan veteran tersebut dalam dua gim 21-16, 21-18.

Ini merupakan satu-satunya gelar yang diraih Indonesia dalam turnamen yang berlangsung di Paris ini.

China merebut tiga gelar juara di nomor ganda putri, tunggal putri, dan ganda campuran. Sementara itu, Denmark kebagian gelar tunggal putra setelah Jan O Jorgensen mampu mengalahkan Kenchi Tago (Jepang) di final 21-19, 23-21.

Hasil pertandingan final Perancis Terbuka:
Bao Yixin/tang Jinhua [China]-Tian Qing/Zhao Yunlei [China/5]    21-13 21-17
Jan O Jorgensen [Denmark/4]-Kenichi Tago [Japan/3] 21-19 23-21
Wang Shixian  [China/7]-Porntip Buranaprasertsuk [Thailand] 21-18 21-18
Zhang Nan/Zhao Yunlei [China/1]-Xu Chen/Ma Jin [China/2] 28-26 21-17
Gideon Markus Fernaldi/Markis Kido {Indonesia]-Koo Kien Keat/Tan Boon Heong [Malaysia/4] 21-16 21-18

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Wajah Baru Juara Ganda Putra

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on October 27, 2013


Bulutangkis.com – Setelah berhasil menundukan unggulan kedua Rendra Wijaya/ Rian Sukmawan di semifinal kemarin, akhirnya debut pasangan Rahmat Ardianto/ Seiko Wahyu Kusdianto PB. Djarum diluar dugaan keluar sebagai juara ganda putra dewasa setelah di final hari Sabtu (26/10) mengalahkan Riyo Arif/Rizky Hidayat Ismail Hi-Qua Wima dengan skor 21-18, 21-17.

Tidak disangka oleh keduanya bisa menyabet gelar perdananya di Djarum Sirnas tahun ini. Karena diakui oleh mereka, sebelumnya hanya menargetkan lolos hingga delapan besar saja mengingat persaingannya yang cukup ketat.

“Alhamdulillah sangat bersyukur kepada Tuhan atas diberikannya gelar pertama kami ini. Sangat tidak menyangka sekali sebelumnya bisa sampai juara. Apalagi saat mengalahkan unggulan dua Rendra/Rian kemarin di semifinal. Dan di final tadi, permainan terbaik kami masih terjaga,” ungkap Seiko.

Gelar perdananya ini sangat membuat keduanya lebih termotivasi lagi di pertandingan berikutnya yang akan mereka ikuti. Bagi Seiko gelar pertamanya di tahun ini dipersembahkan untuk kedua orang tuanya.

“Tentunya sangat termotivasi lagi untuk pertandingan berikutnya, dan ini menjadi modal besar bagi kami agar lebih sukses kedepannya. Dan bagi kami gelar pertama di tahun ini saya persembahkan kepada kedua orang tua saya yang sangat berarti bagi saya,” tambah Seiko.

Sementara itu, di nomor tunggal dewasa putri, unggulan pertama Febby Angguni harus puas di posisi runner up setelah di final tadi dikalahkan oleh rekan satu klubnya Ana Rovita dengan pertandingan sengit tiga game dengan skor 21-11, 14-21, 13-21. Dengan demikian, rekor pertemuan keduanya menjadi 8-3 untuk keunggulan Febby.

Kunci dari kemenangannya, Ana mengakui berkat dari kesabarannya bermain di lapangan. “Senang sekali bisa menang dari Febby. Mudah-mudahan dipertandingan berikutnya bisa terus menang agar bisa memperkecil kedukan yang saaat ini menjadi 8-3 untuk keunggulan Febby,” ujar Ana.

Di sisi lain, Febby merasa tertekan di game kedua dan ketiga tadi, sehingga ia pun harus mengakui keunggulan Ana. “Tadi di game kedua dan ketiga saya merasa tertekan sekali. Mungkin faktor kelelahan juga sehingga menyebabkan tidak fokus di game kedua dan penentu tersebut,” ungkap Febby.

Djarum sirnas berikutnya akan berlangsung di Yogyakarta yang merupakan seri kesembilan 28 Oktober hingga 2 November 2013. (arh)

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Alamsyah Pupuskan Harapan Thomi

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on October 27, 2013


Bulutangkis.com – Final tunggal dewasa putra Djarum Sirkuit Nasional (Djarum Sirnas) Jateng yang mempertemukan raja Sirnas Alamsyah Yunus Pertamina yang menghadapi satu-satunya wakil Pelatnas di final Thomi Azizah Mahbub [4] di Semarang, hari Sabtu (26/10) siang. Alamsyah yang merupakan unggulan satu harus main tiga game untuk menekuk Thomi yang merupakan unggulan empat dengan skor 18-21, 21-16, 21-17 .

Sempat menguasai permainan di game pertama, Thomi tak mampu kembali menunjukan permainan terbaiknya di game kedua. Di game penentu, Thomi semakin berada di bawah tekanan Alamsyah sehingga memberikan kemenangan untuk Alamsyah. Thomi mengakui kesempurnaan permainan Alamsyah.

“Alamsyah sangat sempurna bermainannya pada game kedua dan ketiga tadi. Sehingga saya pun tidak bisa mengembalikan keadaan seperti game pertama,” ungkap Thomi.

Di sisi lain, Alamsyah merasa keadaan di game pertama yang membuat dirinya tertekan, mampu dibalikan di game kedua dan ketiga.

“Di game pertama tadi saya main ragu-ragu dan harus memberikan kemenangan di game pertama pada Thomi. Namun, alhamdulilah di game kedua dan ketiga saya bisa membalikan keadaan dan menguasai keadaan hingga saya mendapatkan gelar keenam di tahun in,” ungkap Alamsyah.

Pada nomor ganda campuran, Ardiyansyah Putra/Devi Tika (1) Pertamina berhasil meraih gelar juara setelah rekan satu klubnya Tri Kusharyanto/Nadya Melati memutuskan untuk tidak bermain, sehingga wasit pertandingan menyatakan kemenangan untuk Ardiyansyah/Devi.

Ketika ditanya perihal Tri Kus/ Nadia memutuskan untuk tidak bermain, Nadya menjelaskan bahwa partnernya Tri Kus mengalami kelelahan setelah bermain tiga game di semifinal kemarin melawan Achmad Rivai/ Aris Budiharti Bank Sumsel. Sehingga kedua pasangan tersebut memutuskan untuk tidak bermain.

“Tri Kus mengalami kelelahan setelah bermain tiga game di semifinal kemarin. Jika dipaksakan untuk bermain sekarang, mungkin permainan kami pun tidak akan maksimal. Sanagat disayangkan juga sebenarnya karena melewatkan kesempatan ini bagi saya. Namun mau gimana lagi, saya pun tidak boleh mementingkan diri sendiri,” ungkap Nadya yang juga lolos di final nomor ganda putri Djarum Sirnas Jateng bersama Dian Fitrini.

Tunggal taruna putri, Febtria Adisthya Ratoputri (1) Mutiara akhirnya bisa mencapai targetnya untuk memecahkan kebuntuan di tahun ini, setelah di final berhasil mengalahkan rekan satu klubnya Putri Sekartaji Pungkasari (3) dengan skor 14-21, 21-17 . Febtria merasa senang dan lebih termotivasi lagi dipertandingan-pertandingan berikutnya.

“Sangat senang sekali akhirnya bisa memecahkan kebuntuan setelah di beberapa Djarum Sirnas sebelumnya di tahun ini belum me nyabet gelar satupun. Tentunya kemenangan ini sangat membuat saya lebih termotivasi lagi untuk berlatih keras lagi dan juga lebih termotivasi lagi dipertandingan berikutnya,” ungkap Febtria. (arh)

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Jinakkan Chong Wei, Tago Sukses Balas Dendam

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on October 27, 2013


Bulutangkis.com – Empat belas kali pertemuan dengan sang peringkat satu dunia yang terhelat sejak tahun 2009, tak satu pun mampu dimenangkan oleh Kenichi Tago (3). Kali ini tunggal nomor satu Jepang tersebut berhasil membalikkan fakta sejarah tersebut dengan merebut kemenangan perdananya setelah tampil tiga gim dalam laga berdurasi 60 menit di ajang semifinal Yonex French Open Super Series 2013 hari Sabtu (26/10) kemarin di Paris, Perancis.

Permainan agresif Kenichi Tago (3) saat menantang unggulan teratas, Lee Chong Wei sebenarnya sudah tersaji sejak awal gim pertama. Meskipun senantiasa tetringgal dalam perolehan angka, Tago tak pernah surut menantang Lee dalam berduel di depan net maupun menghujamkan serangan demi serangan ke bidang pertahanan Lee. Tertinggal 2-7 hingga 10-16, Tago meraih momentum pertamanya saat sukses menyamakan kedudukan dengan tampil menekan dalam penempatan bola di depan net, drive-drive cepat maupun smash-smash keras. Sayangnya akurasi Tago yang kurang cermat di angka kritis membuat Lee kembali unggul 19-16 dan akhirnya menutup set pertama, 21-17.

Penempatan bola akurat Tago yang sulit diantisipasi Lee serta serangan beruntun dan kesalahan sendiri yang dilakukan Lee membuat Tago mampu mengoleksi 10 angka beruntun setelah sebelumnya berimbang di angka 6. Lee sempat bangkit dan mencoba mengejar dengan serangan khas drop shot, netting dan smash nya serta duel adu drive di depan net dengan mengubah sudut serangan dan intensitasnya hingga kedudukan 16-20. Mental Tago yang sedikit goyah juga membuatnya melakukan beberapa kesalahan sendiri di titik ini. Namun selisih poin yang terlalu jauh ditutup oleh netting Lee yang tidak sempurna sehingga memaksa terjadinya rubber game.

Lee Chong Wei sempat mencoba mempercepat tempo serangan di paruh awal gim ketiga. Usai kedudukan 3-3, Tago kembali mengontrol jalannya pertandingan dengan serangan smash-smash, penempatan bola, serta adu drive yang di antisipasi tak sempurna Chong Wei. Netting tipis Tago yang memaksa Lee mengangkat bola dan dieksekusi dengan smash Tago, penempatan Tago di area baseline, pengembalian Lee yang terlalu melebar, smash beruntun Tago yang dikembalikan tanggung Lee dan ditutup oleh cegatan Tago di depan net menutup interval gim pertama 11-5 untuk Tago.

Tak hanya giat melancarkan serangan, Tago juga berkali-kali terlihat berani dalam mengadu netting tipi di depan net serta drive-drive cepat. Penempatan bola Tago di area baseline, netting Lee yang tak melewati bidang permainannya serta smash Tago yang gagal diantisipasi Lee membuat tunggal Jepang tersebut kian menjauh 15-8 hingga 16-10.

Duel netting yang dimenangkan Tago, smash potong, menyilang yang dilakukan Tago serta serangan Lee yang membentur net mengantarkan peringkat 4 dunia tersebut merebut 4 angka beruntun sehingga meraih game point 20-10. Lee sempat menambah 2 angka dari pengembalian Tago yang tak melewati net serta adu netting yang dikembalikan tanggung oleh Tago. Duel drive-drive cepat yang ditutup oleh smash Tago dari pengembalian tanggung Lee akhirnya menamatkan gim ketiga sekaligus menorehkan sejarah bagi Tago untuk pertama kalinya sukses menekuk tunggal terbaik dunia tersebut.

Selanjutnya Tago akan ditantang oleh wakil Eropa yang tersisa di turnamen ini, Jan O Jorgensen (4) untuk memperebutkan podium juara. Jorgensen sendiri harus berjibaku 3 gim untuk menghempas wakil Thailand, Tanongsak Saensomboonsuk, 21-18, 18-21, 21-10 dalam pertandingan berdurasi 50 menit. (FEY)

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Lolos ke Final, Markus/Kido Bertemu Ganda Malaysia

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on October 27, 2013


1845368gideon-kido780x390JAKARTA, Kompas.com – Ganda putera baru, Markis Kido/Gideon Markus Fernaldi  menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang lolos ke final Perancis Terbuka Superseries 2013, sabtu (26/10).

Pasangan Markus/Kido lolos setelah di babak semifinal Perancis Terbuka ini mengalahkan unggulan kelima asal China, Liu Xiaolong/Qiu Zihan. Mereka menang rubber game 16-21, 21-19, 21-14.

Markus/Kido  sebenarnya bukan merupakan pasangan unggulan di turnamen ini. Dalam kejuaraan yang berlangsung di Stade Pierre De Coubertin tersebut, ganda  Indonesia memanfaatkan pengalaman yang dimiliki Kido untuk memberi tekanan kepada Liu/Qiu.

Di babak final, Minggu (27/10/2013) ini, Markus/Kido akan menghadapi ganda veteran Malaysia, Koo Kien Keat/Tan Boon heong. Diunggulkan di tempat keempat,  pasangan Koo/Tan  mengalahkan  sesama ganda Malaysia, Hoon Thien How/Tan Wee Kiong dalam rubber game 19-21, 21-15, 18-21.

Sayangnya, di nomor ganda puteri, pasangan Nitya Krishinda Maheswari/Greysia Polii gagal lolos ke final setelah dikalahkan Bao/Yixin/Tang Jinhua asal China. Ganda Indonesia menang  rubber game 19-21, 21-10, 21-19 dalam 1 jam 10 menit.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Luar biasa! Indonesia Kalahkan China dan Lolos ke Final Kejuaraan Dunia

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on October 27, 2013


JAKARTA, Kompas.com – Tim yunior Indonesia membuat langkah gemilang dengan lolos ke final Kejuaraan Dunia Yunior BWF dengan menundukkan tim China di babak semifinal, Sabtu (26/10/2013).

Dalam pertandingan di Stadion Huamark, Bangkok, Jonatan Christie dkk menang 3-2 atas China setelah melalui pertarungan lima partai yang menegangkan di ajang yang disebut Piala Suhandinata.

Kemenangan tim Indonesia dipastikan ganda camnpuran, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Masita Mahmudin yang mampu menampilkan permainan maksimal dan menundukkan ganda campuran China, Huang Kaixiang/Chen Qingchen  dalam rubber game 19-21, 21-16, 21-15.

China unggul lebih dulu melalui ganda putera setelah  Liu Yuchen/Zheng Siwei mengalahkan ganda Indonesia, Kevin Sanjaya/Arya Maulana Aldiartama 21-15, 21-13.

Namun Indonesia balik unggul 2-1 melalui tunggal puteri dan putera. Hanna Ramadhini memetik poin dengan menang atas Qin Jinjing 21-18, 21-16. Diikuti Jonatan Christie  dengan mengalahkan tunggal putera China, Shi Yuqi 21-14, 21-18.

Namun pertandingan  terpaksa diadakan lima partai setelah China mampu menyamakan kedudukan 2-2 melalui ganda puteri Huang Dongping/Jia Yifan yang mengalahkan Rosyita Eka Puteri Sari/Setyana Daniella Florensia Mapasa  15-21, 21-14, 21-11.

Di babak final, Minggu (27/10/2013), Indonesia akan menghadapi tim Korea yang maju ke final dengan menyingkirkan  Jepang 3-1. Dengan demikian Jepang bertemu China untuk perebutan tempat ketiga.

Kejuaraan dunia yunior BWF ini memperebutkan Piala Suhandinata yang diambil dari tokoh bulu tangkis Indonesia, Suharso Suhandinata.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Kemenangan Penting Nitya/Greysia atas Peringkat Satu Dunia

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on October 26, 2013


JAKARTA, KOMPAS.com — Ganda putri Nitya Krishinda Maheswari/Greysia Polii mencatat kemenangan penting atas peringkat satu dunia, Yu Yang/Wang Xiao Li, dan lolos ke semifinal Perancis Terbuka Super Series, Jumat (25/10/2013).

Bertanding di Stade Pierre de Coubertin, Paris, Nitya/Greysia bermain tanpa lelah untuk mengalahkan Yu/Wang yang juga unggulan pertama turnamen ini dalam rubber game 21-17, 14-21, 23-21.

Pertandingan berlangsung ketat dan melelahkan, dan baru tuntas dalam waktu 1 jam 9 menit. Ini juga merupakan kemenangan pertama Greysia/Nitya atas pasangan China ini. Sebelumnya, pasangan Indonesia ini kalah di Piala Sudirman pada Mei lalu dan China Masters, September lalu.

Di babak semifinal, Sabtu ini, Nitya/Greysia akan menghadapi ganda China lainnya, Bao Yixin/Tang Jinhua.

Indonesia hanya meloloskan dua wakil di babak semifinal. Ganda putra, Gideon Markus Fernaldi/Markis Kido, juga maju untuk menghadapi unggulan 5, Liu Xiaolong/Qiu Zihan. Markus/Kido maju dengan menyingkirkan ganda Korea, Ko Sung Hyun/Shin Baek Choel, 23-21, 21-17.

Namun, harapan utama di ganda campuran, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, harus menyerah di perempat final. Juara dunia 2013 ini disingkirkan ganda Inggris, Chris Adcock/Gabrielle White, 20-22, 17-21.

Sementara Praveen Jordan/Vita Marissa juga gagal lolos setelah dikalahkan unggulan 2 asal China, Xu Chen/Ma Jin, dalam dua gim 12-21, 23-25.

Indonesia juga gagal meloloskan wakil di semifinal tunggal putra. Tommy Sugiarto disingkirkan Kenichi Tago 19-21, 21-23. Sementara Dionysius Hayom Rumbaka juga kandas setelah kalah dari unggulan 4, Jan O Jorgensen, 19-21, 13-21.

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Nadya/Dian Semakin Dekat Ciptakan Hattrick

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on October 26, 2013


Bulutangkis.com – Debut ganda putri Dian Fitriani/Nadya Melati dari PB Jaya Raya Jakarta/ Pertamina Indonesia pada seri keenam Djarum Sirkuit Nasional di Medan lalu, ternyata sangat menunjukan prestasi yang cukup gemilang.

Setelah di debut pertamanya meraih gelar juara, tak membuat pasangan ini cepat puas. Kembali Dian/Nadya meraih gelar keduanya di seri ketujuh Djarum Sirnas yang berlangsung di Bali.

Lagi-lagi, di Djarum Sirnas Jateng yang tengah memasuki hari kelima ini, kedua pasangan ini pun lolos ke final setelah mengalahkan lawannya yang diunggulkan di posisi pertama Devi Tika Permatasari/ Keshya Nurvita Hanadia SGS PLN dua game langsung 21-14, 21-16.

Di final besok (Sabtu, 26/10), Nadya/Dian akan menghadapi pasangan asal PB. Djarum Deariska Putri Medita/ Nurbeta Kwanrico yang memastikan lolos ke final setelah mengalahkan Aris Budiharti/Ery Oktaviani Adriyana (Bank Sumsel) dua game lagnsung 21-18, 21-17. Dian/Nadya berharap bisa menciptakan gelar hattrick di Djarum Sirnas tahun ini.

“Mudah-mudahan kami bisa menang lagi di final besok. Sekaligus meraih gelar ketiga kami di Djarum Sirnas tahun ini. Kunci dipertandingan besok, kami akan tetap fokus dari awal saja dan berusaha bermain semaksimal mungkin,” ungkap Nadya.

Sementara itu di nomor ganda dewasa putra, unggulan kedua Rendra Wijaya/ Rian Sukmawan Musica Champion kandas setelah dikalahkan Rahmat Ardianto/ Seiko Wahyu Kusdianto dari PB Djarum dengan skor 18-21, 21-19, 20-22 di semifinal malam ini. Rahmat/Seiko di final besok akan melawan Riyo Arif /Rizky Hidayat Ismail dari Hi-Qua Wima.

Dan di nomor tunggal dewasa putra, satu-satunya wakil Pelatnas Thomi Azizah Mahbub akan menantang unggulan pertama Alamsyah Yunus (Pertamina Indonesia). Pada laga final besok, Thomi memprediksi akan terjadinya permainan yang ketat.

“Mungkin dipertandingan besok melawan alam, prediksi saya akan terjadi permainan alot dan bisa saja sampai ruber. Saya akan berusaha tampil maksimal saja besok dan mudah-mudahan bisa mengalahkan Alamsyah,” ungkap Thomi

Babak final Djarum Sirnas Jateng akan dimulai besok siang pukul 13.00 WIB di GOR Jati Diri Semarang. (arh)

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

Praveen/Vita Kalah, Pupus Harapan di Ganda Campuran

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on October 26, 2013


Bulutangkis.com – Pasangan Praveen Jordan/ Vita Marissa gagal melangkah ke semifinal Yonex French Open Super Series 2013 setelah kandas di tangan pasangan China, Xu Chen/ Ma Jin pada laga perempat final yang berlangsung di Paris, Perancis hari Jumat (25/10) atau Sabtu (26/10) dini hari di Jakarta.

Praveen/Vita harus mengakui keunggulan Xu/Ma yang menempati unggulan dua ini lewat pertarungan dua game dengan skor 12-21, 23-25. Ini perjumpaan pertama Praveen/Vita menghadapi ganda China ini.

Dengan kekalahan Praveen/Vita ini maka Indonesia gagal menempatkan wakilnya di babak semifinal pada nomor ganda campuran. Pada laga sebelumnya di perempat final pasangan Juara Dunia 2013, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir sudah tersingkir saat menghadapi ganda Inggris, Chris Adcock/ Gabrielle White dalam laga dua game dengan skor 20-22, 17-21.

Di nomor tunggal putra Tommy Sugiarto juga mengalami nasib tak baik. Tommy tersingkir di tangan pebulutangkis Jepang, Kenichi Tago lewat laga dua game 19-21, 21-23. (*)

Posted in Badminton, Berita, Bulutangkis | Leave a Comment »

 
%d bloggers like this: