SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    November 2013
    M T W T F S S
    « Oct   Dec »
     123
    45678910
    11121314151617
    18192021222324
    252627282930  
  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 2,678 other followers

Irfan/Weni Terhenti, Indonesia Tanpa Wakil di Final Korea Open GPG

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on November 9, 2013


JEONJU, KOMPAS.com – Ganda campuran Indonesia, Irfan Fadhilah/Weni Anggraini gagal menembus partai puncak turnamen Korea Open Grand Prix Gold 2013. Pada pertandingan semifinal yang berlangsung di Jeonju Indoor Badminton Court, Sabtu (9/11/2013) siang, Irfan/Weni takluk di tangan wakil tuan rumah, Yoo Yeon-seong/Jang Ye-na, dengan straight game 19-21, 14-21.

Meski gagal membalas kekalahan dari Yoo/Jang pada ajang yang sama, dua tahun lalu, menurut pelatih Yanti Kusmiati, Irfan/Weni telah bermain dengan baik.

“Irfan/Weni sudah menerapkan pola main yang benar. Sayangnya saat reli, Irfan/Weni sering memberi ke arah kanan, mereka lupa kalau Jang pemain kidal. Secara keseluruhan mereka sudah bagus, tetapi kadang saat penyelesaian masih salah memberikan pukulan,” jelas Yanti seperti dilansir badmintonindonesia.org.

Irfan/Weni merasa semestinya mampu mengamankan game pertama. Akan tetapi, Juara Australia Open Grand Prix Gold 2013 ini masih sering kecolongan saat poin-poin kritis.

“Kami merasa mainnya sudah enak, dapat feel-nya, seharusnya bisa mencuri game pertama. Sayang, di poin-poin kritis, kami banyak melakukan kesalahan sendiri. Kami juga sering lupa kalau Jang pemain kidal, dia tampil on fire sekali hari ini, pertahanannya sangat rapat,” tutur Irfan.

Ganda dengan ranking 21 dunia ini merupakan satu-satunya wakil Indonesia yang tersisa. Sebelumnya, dua pemain tunggal yaitu Simon Santoso dan Hera Desi Ana Rachmawati terhenti di perempat final.

Sementara itu, tuan rumah berhasil memastikan sapu bersih dengan menciptakan all Korean final di semua nomor.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: