SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    November 2013
    M T W T F S S
    « Oct   Dec »
     123
    45678910
    11121314151617
    18192021222324
    252627282930  
  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 2,678 other followers

Hendra/Ahsan Belum Bisa lepas dari “Kutukan”

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on November 24, 2013


HONG KONG, Kompas.com – Juara dunia, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan gagal merebut tiket final Hong Kong terbuka Super Series 2013 setelah dikalahkan musuh bebuyutan asal Korea, Lee Yong Dae/Yoo Yeon Seong, 20-22, 20-22.

Ini merupakan kekalahan ketiga dalam tiga pertemuan Hendra/Ahsan dengan Lee/Yoo. Pasangan Korea ini mengalahkan hendra/Ahsan di Denmark Terbuka, Oktober lalu dan China Terbuka, pekan lalu.

Meskipun Hendra/Ahsan belum mampu mematahkan perlawanan Lee/Yoo, menurut pelatih Herry Iman Pierngadi, anak didiknya sudah menemukan pola permainan yang sesuai untuk dijadikan senjata pada pertemuan selanjutnya. Dengan hasil ini, maka Lee/Yoo unggul 3-0 atas Hendra/Ahsan. Pada turnamen Denmark Open Super Series Premier 2013 di Odense dan China Open Super Series Premier 2013 di Shanghai, Hendra/Ahsan juga ditaklukkan Lee/Yoo.

“Hendra/Ahsan sudah menemukan pola pas untuk meredam Lee/Yoo, tadi sudah diterapkan Hendra/Ahsan dan berhasil. Hanya, Hendra/Ahsan kurang beruntung, di game pertama dan kedua sudah unggul tapi membuat kesalahan sendiri,” kata Herry yang dijumpai di Stadion Hong Kong Coliseum.

Sementara itu, Hendra mengatakan bahwa ia dan Ahsan memang terlalu terburu-buru saat mengungguli Lee/Yoo di game pertama dan kedua. Beberapa kali terlihat Hendra/Ahsan gagal menyeberangkan bola atau pengembalian mereka keluar arena pertandingan.

“Kami terlalu terburu-buru, sehingga banyak mati-mati sendiri. Tetapi seperti yang disebutkan pelatih, kami sudah menemukan cara bermain yang pas untuk melawan mereka. Soal stamina juga tidak ada masalah, walaupun di perempat final bermain ketat,” jelas Hendra seperti dikutip badmintonindonesia.

“Setelah ini kami mesti latihan lebih keras lagi. Hari ini kami masih belum bisa menembus Lee/Yoo, mereka tidak mudah dimatikan dan jarang membuat kesalahan sendiri. Tapi kami tak cuma mau fokus pada Lee/Yoo saja, masih banyak lawan lain yang juga berbahaya, pokoknya akan dievaluasi semua,” tambah Ahsan.

Dengan hasil ini, maka Indonesia hanya menempatkan satu wakil di babak final lewat Sony Dwi Kuncoro di nomor tunggal putra. Pada babak semifinal, Sony mengalahkan Tommy Sugiarto dengan skor 21-14, 8-3 (mundur).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: