SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    November 2013
    M T W T F S S
    « Oct   Dec »
     123
    45678910
    11121314151617
    18192021222324
    252627282930  
  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 5,029 other followers

Wang Yihan Harus Jatuh Bangun untuk Meraih Sukses di Bulu Tangkis

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on November 29, 2013


wang-yihan-all-smilesSHANGHAI, KOMPAS.com – Wang Yihan merupakan pebulu tangkis putri yang kini jadi salah satu andalan China. Terakhir, pebulu tangkis 25 tahun ini menjuarai Hongkong Open Superseries 2013, Minggu (24/11/2013).

Wang memulai karier bulu tangkisnya sejak kecil. Pada suatu malam, dia melihat ibunya bermain dan tertarik untuk mencoba. Ternyata, Wang bisa mengalahkan ibunya berkali-kali. Orang tua Wang melihat bakat tersebut dan menyekolahkannya di sekolah khusus olahraga.

Pada 2002, Wang bergabung dengan tim bulu tangkis Shanghai. Latihan berat dijalaninya setiap hari. Saat senior dan teman-temannya satu demi satu keluar karena tak kuat menjalani latihan yang sangat keras, Wang justru menetapkan target pribadi yang tinggi. Ia ingin menjadi juara dunia suatu hari nanti.

Akhirnya, Wang terpanggil masuk ke pelatihan tim nasional pada 2003. Kala itu Wang berpikir, tak akan sulit bertahan di tim nasional setelah latihan keras yang ia jalani. Ternyata, Wang yang merupakan pemain termuda dari tujuh pemain lain yang juga masuk bersamanya, harus menjalani latihan yang jauh lebih berat dari bayangannya. Setiap hari, Wang menelepon ke rumah dan menangis.

Kekuatan fisik menjadi kelemahan Wang saat itu. Dengan tinggi 1,74 meter, Wang hanya memiliki berat 60 kilogram. Wang juga kesulitan mengangkat beban seberat 25 kilogram saat pemain lain bisa mengangkat 40 kilogram.

Namun, Wang tak mudah menyerah dan terus berlatih di luar jadwal latihan rutin. Kerja kerasnya terbayar. Dia menjadi satu dari empat pemain yang akhirnya resmi bergabung dengan tim nasional China pada 2004.

Pada tahun yang sama, Wang memulai debut internasionalnya di China Open 2004. Ia langsung menjadi juara dan menuai kesuksesan pada turnamen-turnamen selanjutnya.

Sayang, pada Uber Cup 2010, Wang mendapat pukulan menyakitkan saat kalah pada pertandingan final yang sangat menentukan. Wang gagal membawa China mempertahankan piala Uber yang akhirnya direbut Korea.

“Karena saya, China kalah setelah sekian lama selalu menang,” kata Wang yang saat itu memutuskan untuk menyerah karena mentalnya hancur.

Performa Wang menurun drastis. Ia kalah pada babak kedua World Championships 2010 saat melawan Eriko Hirose dari Jepang. Sejak itu, pelatihnya tak lagi memberi kesempatan pada Wang untuk bertanding di turnamen-turnamen besar.

Wang baru bisa bangkit pada 2011 saat ia memenangi Malaysia Open dan Korea Open di awal tahun. “Itu merupakan titik balik dalam karier saya. Saya senang akhirnya bisa kembali setelah melewati ujian berat,” aku Wang.

Pada World Championships 2011, Wang akhirnya meraih mimpinya sejak kecil. Ia memenangi pertandingan final melawan Cheng Shao Chieh dari Taiwan dan berhak atas medali emas. Wang tak bisa menahan tangis saat menerima penghargaan tersebut. Dia membuktikan sudah kembali ke performa terbaiknya.

Wang sempat menderita cedera lutut cukup parah pada 2011, yang menyebabkan peringkatnya kembali turun drastis. Namun sekali lagi Wang berhasil mengatasi ujian tersebut dan kembali pada 2012. Saat ini ia sudah berada di peringkat empat dunia.

“Sekali saya merasa takut kalah, maka saya akan kalah. Saya menekan diri saya untuk terus bergerak maju. Perjalanan saya masih panjang dan saya tidak akan membiarkan siapa pun memperlambat langkah saya,” tandas Wang dengan penuh percaya diri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: