SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    November 2013
    M T W T F S S
    « Oct   Dec »
     123
    45678910
    11121314151617
    18192021222324
    252627282930  
  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 2,678 other followers

Praveen/Vita Gagal ke Semifinal Kejurnas

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on November 29, 2013


DENPASAR, KOMPAS.com — Sejumlah pasangan unggulan, seperti Praveen Jordan/Vita Marissa (Jawa Tengah) dan Irfan Fadhilah/Weni Anggraini (Kep Riau), harus tersingkir dan gagal melaju ke semifinal Prim-A Kejurnas PBSI 2013.

Praveen/Vita yang merupakan unggulan pertama tak dapat menghentikan laju pasangan Pelatnas Cipayung, Alfian Eko Prasetya/Shendy Puspa Irawati, dan menyerah 15-21, 18-21.

“Kami merasa bermain lebih safe dari Praveen/Vita. Yang paling penting adalah saat servis dan terima servis, tadi kami lebih unggul di pembukaannya,” jelas Shendy ketika ditanya soal kemenangan bersama Alfian.

Alfian yang lebih yunior merasa agak kaget dengan kemenangan dua gim langsung atas pasangan juara Yonex-Sunrise Indonesia Open Grand Prix Gold 2013 di Yogyakarta tersebut. “Agak kaget juga bisa menang dua gim langsung. Praveen/Vita adalah lawan terberat kami. Kemenangan ini membawa keyakinan bagi kami untuk meraih gelar juara,” ujar Alfian.

Sementara menurut Aryono Miranat, pelatih yang mendampingi Alfian/Shendy saat bertanding, kunci kemenangan anak buahnya adalah bisa mengungguli bola-bola depan lawan.

“Alfian/Shendy bisa memegang bola depan, jadi mereka punya kesempatan menyerang lebih enak. Kondisi bola juga sedikit memengaruhi penampilan para pemain, tapi ini tak bisa dijadikan alasan karena lawan juga menggunakan shuttlecock yang sama. Kalau situasi begini, semua harus benar-benar konsentrasi,” papar Aryono.

Senasib dengan Praveen/Vita, Irfan/Weni (Kepri) yang diunggulkan di tempat kedua, dikalahkan oleh wakil Jawa Tengah, Didit Juang Indrianto/Deariska Putri Medita, 18-21, 17-21. (*/)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: