SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    December 2013
    M T W T F S S
    « Nov   Jan »
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    23242526272829
    3031  
  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 2,678 other followers

Hindari Manipulasi Pertandingan, Undian Semifinal Superseries Finals Diacak

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on December 14, 2013


KUALA LUMPUR, KOMPAS.com — Badminton World Federation (BWF) beserta penyelenggara BWF Superseries Finals yang saat ini sedang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, memutuskan untuk mengacak kembali undian bagi para pebulu tangkis yang lolos ke babak semifinal. Hal ini dilakukan untuk menghindari manipulasi pertandingan seperti yang terjadi pada Olimpiade London 2012.

Pada sistem pertandingan round robin, pemenang grup seharusnya bertemu dengan runner-up grup lain di semifinal. Dengan melakukan pengacakan ulang, pemenang grup mungkin saja bertemu dengan pemenang dari grup lain. Beberapa pebulu tangkis menyukai sistem ini karena dianggap lebih adil.

“Saya suka seperti ini,” kata pebulu tangkis ganda putri asal Denmark, Kamilla Rytter Juhl, Jumat (13/12/2013).

“Ini lebih baik, dan lebih adil untuk semuanya,” tambah rekannya, Christinna Pedersen.

“Setelah apa yang terjadi di Olimpiade, kami merasa ini adalah cara paling mungkin untuk menentukan siapa melawan siapa di semifinal,” kata BWF Event Director, Darren Parks. “Kami tidak mengalami masalah di Superseries Finals ini, tapi kami mengantisipasi kemungkinan para pemain untuk menghindari rekannya di semifinal.”

Pada Olimpiade London 2012, aturan round robin ini diakali oleh ganda putri China, Wang Xiaoli/Yu Yang, saat bertanding melawan ganda Korea, Jung Kyung-eun/Kim Ha-na. Wang/Yu sengaja mengalah agar tidak bertemu dengan sesama pemain China yang merupakan runner-up grup lain, Tian Qing/Zhao Yunlei.

Masalah tersebut berbuntut panjang hingga melibatkan dua ganda putri lain, Greysia Polii/Meiliana Jauhari (Indonesia) dan Ha Jung-eun/Kim Min-jung (Korea), yang sama-sama ingin kalah agar tidak bertemu Wang/Yu di babak selanjutnya. Keempat pasangan itu pun akhirnya didiskualifikasi dari turnamen.

Semifinal Superseries Finals (Sabtu, 14 November):
Tunggal Putra:
Lee Chong Wei (Malaysia) vs Jan O Jorgensen (Denmark)
Tommy Sugiarto (Indonesia) vs Kenichi Tago (Jepang)

Ganda Putra:
Ko Sung-hyun/Lee Yong-dae (Korea) vs Kim Ki-jung/Kim Sa-rang (Korea)
Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (Indonesia) vs Mathias Boe/Carsten Mogensen (Denmark)

Tunggal Putri:
Wang Shixian (China) vs Tai Tzu Ying (Taiwan)
Li Xuerui (China) vs Bae Yeon-ju (Korea)

Ganda Putri:
Ma Jin/Tang Jinhua (China) vs Wang Xiaoli/Yu Yang (China)
Christinna Pedersen/Kamilla Rytter Juhl (Denmark) vs Jang Ye-na/Kim So-young (Korea)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: