SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    February 2014
    M T W T F S S
    « Jan   Mar »
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    2425262728  
  • BADMINTON GAME

  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 2,708 other followers

Pemain-pemain Muda Unjuk Gigi di Djarum Superliga 2014

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on February 8, 2014


SURABAYA, KOMPAS.com – Djarum Superliga Badminton 2014 merupakan wadah bagi para atlet-atlet Indonesia, khususnya pemain-pemain muda untuk memperkaya pengalaman. Bukan cuma bisa bertemu dengan pemain-pemain top, mereka juga bisa mencicipi rasanya berlaga di pertandingan beregu.

Sejumlah pemain-pemain muda tercatat tampil luar biasa selama ajang Djarum Superliga 2014. Setyaldi Putra Wibowo yang turun membela tim Guna Dharma Bandung, membuat kejutan dengan menumbangkan lawan-lawan yang di atas kertas jauh lebih dijagokan.

Pemain kelahiran Semarang, 29 Desember 1994 ini berada di peringkat 225 dunia. Pada laga penyisihan, Setyaldi mampu menekuk Robin Gonansa dari Koh Bros Singapore (ranking 119 dunia), Alamsyah Yunus dari Musica Flypower Champion (ranking 51 dunia), serta Takuma Ueda dari Unisys Japan (ranking 17 dunia).

“Penampilan pemain-pemain muda seperti Setyaldi memang luar biasa, dia bisa menang dari pemain-pemain yang lebih diunggulkan. Kami berharap ada perhatian dari PBSI kepada pemain-pemain muda untuk dipertimbangkan kembali bergabung ke tim nasional,” kata Yudi Iskandar, manajer tim Guna Dharma Bandung.

Di sektor ganda putri ada Rosyita Eka Putri Sari dan Melati Daeva Oktavianti dari Djarum Kudus yang mendapat kesempatan berduet dengan pemain-pemain kawakan seperti Vita Marissa dan Liliyana Natsir. Buat Rosyita, berpasangan dengan Vita seperti mimpi yang jadi kenyataan.

“Dulu saat masih kecil, saya suka menonton pertandingan Cik Vita di televisi. Waktu di Djarum Sirkuit Nasional, saya juga sering berharap untuk bisa bertanding melawan Cik Vita. Eh sekarang malah dapat kesempatan jadi pasangannya. Rasanya kaget, saya pikir Cik Vita akan bermain dengan Cik Butet (Liliyana Natsir),” ungkap Rosyita, pemain kelahiran Sleman, 6 Juli 1996.

“Cik Vita kayaknya sadar kalau saya sempat kagok di awal-awal. Dia minta saya untuk konsentrasi satu demi satu poin. Kata Cik Vita, satu poin itu mahal harganya,” imbuh Rosyita.

Senada dengan Rosyita, Melati juga tak menyangka dirinya akan dipasangkan dengan pemain sekelas Liliyana. Begitu banyak ilmu yang didapat pemain kelahiran Serang, 26 Oktober 1994 ini dari seorang Liliyana.

“Cik Butet banyak kasih tahu cara main dan cara mengembalikan bola yang tidak menyusahkan pasangan. Pemain senior seperti dia kan punya akurasi pukulan yang lebih matang. Cik Butet juga tak jarang memuji kalau pukulan saya menghasilkan poin. Katanya ‘bagus, siap terus ya!'” beber Melati kepada Badmintonindonesia.org.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: