SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    February 2014
    M T W T F S S
    « Jan   Mar »
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    2425262728  
  • BADMINTON GAME

  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 2,681 other followers

Tunggal Putra Yunior Bidik Gelar di World Junior Championships 2014

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on February 23, 2014


TAIPEI, KOMPAS.com – Tunggal putra merupakan salah satu andalan Indonesia di Asia Junior Championships 2014. Jonatan Christie yang merupakan pemain nomor dua dunia yunior jadi tumpuan untuk membawa pulang gelar juara turnamen kelompok U-19 paling bergengsi se- Asia ini.

Sayangnya, langkah Jonatan terhenti di babak delapan besar setelah kalah dari pemain non unggulan asal Hong Kong, Lee Cheuk Yiu, 21-10, 19-21, 16-21. Sebelumnya Lee juga menaklukkan wakil Indonesia, Eska Riffan Jaya, di babak 16 besar lewat permainan rubber game, 17-21, 21-17, 21-16.

“Buat saya, kekalahan Jonatan tidak mengejutkan. Sejak di pertandingan beregu, penampilannya sudah terlihat tidak seperti pada turnamen-turnamen sebelumnya. Sebagai pelatih, saya tahu betul bagaimana kondisi anak didik saya,” kata Imam Tohari, pelatih tunggal putra tim AJC 2014.

“Kekalahan Jonatan dari Lee memang disayangkan. Sebetulnya lawan tidak terlalu istimewa, buktinya Jonatan bisa menang mudah di gim pertama dan di pertandingan beregu. Bahkan Chang En Chia (Taiwan), lawannya di babak 32 besar sebetulnya lebih bagus,” tambahnya.

“Pada gim kedua, saat Lee mulai mengejar, Jonatan terlihat tidak yakin dan tidak percaya diri. Kekalahan Jonatan sepenuhnya disebabkan oleh faktor nonteknis. Ini menjadi pekerjaan rumah yang mesti diselesaikan sebelum World Junior Championships 2014. Jika mau meraih gelar juara di WJC, Jonatan tidak bisa tampil seperti ini lagi, harus berubah,” jelas Imam.

Sementara itu, tunggal putra lainnya Anthony Sinisuka Ginting menelan kekalahan dari Kanta Tsuneyama (Jepang), juga di babak delapan besar, dengan skor 13-21, 15-21. Sedangkan Muhammad Bayu Pangisthu dikalahkan Jonatan di babak 16 besar, 14-21, 20-22.

“Tsuneyama memang lebih unggul dari Anthony dari segi kecepatan. Anthony juga kalah nekad, tidak yakin di lapangan dan sering ragu-ragu mau main apa,” tutur Imam.

Kambali ke Jakarta, tim tunggal putra akan segera melakukan evaluasi menyeluruh. Ajang BWF WJC 2014 sudah di depan mata. Kejuaraan ini akan dihelat di Alor Star, Malaysia, pada 7-18 April. Artinya, tim yunior hanya punya waktu sekitar satu bulan untuk mempersiapkan diri.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: