SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    March 2014
    M T W T F S S
    « Feb   Apr »
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    24252627282930
    31  
  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 2,678 other followers

Kido/Fernaldi: Kami Akan Coba Lagi Tahun Depan

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on March 9, 2014


0239068fernaldi-kido-0803780x390BIRMINGHAM, KOMPAS.com – Perjalanan ganda putra Markis Kido/Marcus Fernaldi Gideon di ajang All England 2014 harus terhenti di babak semifinal. Pasangan asal klub Jaya Raya Jakarta ini dikalahkan sesama pemain Indonesia, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan 7-21, 12-21, Sabtu (8/3/2014).

“Ahsan/Hendra memang pasangan yang bagus. Kami sudah tahu permainan mereka, ternyata mereka lebih tahu lagi permainan kami seperti apa,” kata Kido kepada Badmintonindonesia.org.

Kido juga mengatakan bahwa banyak pelajaran yang bisa dipetik, khususnya buat Fernaldi yang belum sesenior Kido. Menurut Kido, secara mental Fernaldi masih belum siap menghadapi tekanan yang besar di turnamen besar ini. Apalagi jika ia mendapat kesulitan di lapangan.

“Ini adalah All England pertama buat Fernaldi, jadi dia masih belum siap. Andalannya adalah smes kencang. Ketika tidak mendapat kesempatan untuk itu, dia frustrasi di lapangan, permainannya jadi tidak keluar. Hal ini wajar, dia kan masih muda. Semakin banyak pengalaman, dia akan lebih bisa mengontrol di lapangan,” jelas Kido.

“Fernaldi sepertinya terlalu menggebu-gebu ingin mematikan bola, terlalu terburu-buru. Ini jadi pelajaran untuk dia. Yang dilawan kan seniornya semua, lagipula dia belum pernah ke semifinal turnamen sekelas All England,” tutur Kido yang bersama Fernaldi menjuarai French Open Superseries 2013.

Kido yang sebelumnya berpasangan dengan Hendra Setiawan, sempat menjadi pasangan terbaik dunia. Mereka adalah Juara Dunia 2007 dan peraih medali emas Olimpiade Beijing 2008. Namun, baik Hendra maupun Kido belum pernah menjuarai All England.

“Penasaran juga sih, Olimpiade saja yang empat tahun sekali sudah pernah juara. Sementara All England setiap tahun diikuti malah belum pernah juara. Kami akan coba lagi tahun depan,” tambah Kido.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: