SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    March 2014
    M T W T F S S
    « Feb   Apr »
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    24252627282930
    31  
  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 2,677 other followers

Sebelum Juara All England, Ahsan Kirim SMS kepada Seniornya

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on March 19, 2014


2035418ahsan-sigit780x390JAKARTA, KOMPAS.com — Juara ganda putra All England 2014, Mohammad Ahsan, mengakui sempat mengirim pesan pendek (SMS) kepada pelatih sekaligus seniornya, Sigit Budiarto, sebelum menghadapi pertandingan final, Minggu (9/3/2014).

Bersama pasangannya, Hendra Setiawan, Ahsan menjuarai ganda putra All England 2014 dengan mengalahkan ganda Jepang, Hiroyuki Endo/Kenichi Hayakawa, 21-19, 21-19, dalam pertandingan yang berlangsung di National Indoor Birmingham, Inggris.

Keberhasilan Hendra/Ahsan menjadi juara ganda putra All England ini sekaligus menghapus dahaga gelar di nomor tersebut setelah kali terakhir direbut oleh Sigit Budiarto/Candra Wijaya pada 2003 lalu.

Padahal, antara dekade 1970-1990-an, ganda putra Indonesia berganti-ganti menjadi juara di All England, yaitu sejak zaman Christian/Ade Chandra pada 1972 hingga Ricky Subagja/Rexy Mainaky pada 1990-an.

Kondisi inilah yang agaknya membuat Mohammad Ahsan merasa perlu meminta “restu” dari Sigit, yang kini jadi pelatih. Setidaknya inilah yang diungkapkan Ahsan dan juga Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Joppy Rosimin, saat pemberian bonus juara All England oleh Djarum Foundation dan Yayasan Jaya Raya kepada Ahsan/Hendra, Selasa (18/3/2014).

“Ya saya memang merasa perlu meminta restu kepada Mas Sigit dan koh Candra agar bisa mengulang prestasi yang terakhir mereka raih pada 11 tahun lalu,” kata Ahsan. Restu pastinya diberikan dan percaya tidak percaya restu itu “bertuah” pada permainan Ahsan/Hendra di final.

Pasangan Hendra/Ahsan bersama ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir mendapat bonus total Rp 1 miliar yang diberikan oleh Djarum Foundation, Yayasan Jaya Raya, serta BliBli.com.

Dalam acara yang berlangsung di Galeri Indonesia Kaya, Mall Grand Indonesia, ini hadir para mantan juara All England, seperti Tan Joe Hok, Kartono/Heryanto, Haryanto Arbi, Sigit Budiarto, Eddy Hartono, serta Imelda Wiguna Kurniawan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: