SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    April 2014
    M T W T F S S
    « Mar   May »
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    282930  
  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 2,681 other followers

Kalahkan Lee Chong Wei, Simon Juara Singapore Open

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on April 14, 2014


1918467simon-1304780x390SINGAPURA, KOMPAS.com – Tunggal putra Indonesia Simon Santoso keluar sebagai juara Singapore Open Superseries 2014 setelah mengalahkan pemain nomor satu dunia, Lee Chong Wei, 21-15, 21-10 di Indoor Stadium, Minggu (13/4/2014).

Pertemuan Simon dan Lee jadi partai terakhir final Singapore Open. Simon yang turun di turnamen ini dari babak kualifikasi, bermain baik pada gim pertama. Unggul 11-8 pada jeda interval, mantan pemain pelatnas ini terus melaju dan memenangi gim pertama.

Gim kedua bahkan berjalan lebih mudah bagi Simon. Pebulu tangkis 28 tahun unggul jauh 11-4 dan tak pernah terkejar hingga akhirnya memenangi pertandingan.

Ini adalah kemenangan kedua Simon atas Lee dari 11 kali bertemu. Kemenangan pertamanya didapat di Japan Open 2009.

“Saya sangat senang dan bangga karena sudah lama tidak mengalahkan Lee Chong Wei. Saya berharap prestasi saya lebih stabil di waktu ke depan,” tutur Simon.

“Saya minta Simon bermain safe. Tidak boleh buru-buru menyerang atau memaksa cepat mendapat poin. Tempo permainan juga tidak boleh lambat dan memperbanyak variasi pukulan,” ungkap Hendry Saputra, pelatih Simon.

Pujian untuk Simon juga datang dari sang lawan. “Saya cukup kaget dengan kebangkitan Simon. Ia tampil sangat percaya diri,” kata Lee.

Dengan kemenangan Simon, berarti Indonesia meraih dua gelar juara di turnamen Singapore Open Superseries 2014. Gelar lainnya dipersembahkan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dari nomor ganda campuran.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: