SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    April 2014
    M T W T F S S
    « Mar   May »
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    282930  
  • BADMINTON GAME

  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 2,709 other followers

Rian/Rosyita Raih Perak di WJC 2014

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on April 20, 2014


2104271rian-rosyita-18041780x390ALOR STAR, KOMPAS.com – Ganda campuran Muhammad Rian Ardianto/Rosyita Eka Putri Sari gagal meraih gelar juara pada ajang BWF World Junior Championships 2014. Di babak final yang berlangsung di Stadion Sultan Abdul Halim, Jumat (18/4/2014), Rian/Rosyita dihentikan unggulan pertama, Huang Kaixiang/Chen Qingchen (Tiongkok), 12-21, 17-21.

“Kami kecewa dengan hasil ini, karena ini adalah WJC terakhir buat kami. Kami juga belum bisa meraih gelar juara dunia yunior seperti senior-senior kami di tahun 2011 dan 2012,” kata Rosyita, pemain kelahiran Sleman, 6 Juli 1996.

Rian/Rosyita tidak bermain dalam penampilan terbaik mereka. Pada gim pertama, mereka seringkali melakukan kesalahan tidak perlu. Pada pertengahan permainan, Rian/Rosyita sempat mengimbangi Huang/Chen. Namun, setelah menyamakan kedudukan 12-12, Rian/Rosyita membuang banyak poin dengan melakukan kesalahan sendiri.

Pada gim kedua, Rian/Rosyita sempat unggul hingga 7-2. Namun Huang/Chen yang merupakan juara bertahan, terus menggempur pertahanan Rian/Rosyita. Smes Huang yang terkenal keras, seringkali diarahkan ke pertahanan Rosyita dan gagal dikembalikan dengan baik. Huang/Chen berbalik unggul 15-14 dan terus berlari hingga kembali merebut gim kedua.

“Permainan kami tidak keluar. Kami banyak melakukan kesalahan sendiri. Mainnya tidak enak, gerakan dan pukulannya tidak pas semua. Lawan juga tampil lebih baik. Chen permainan depannya bagus, Huang punya smes kencang yang sulit dikembalikan,” jelas Rosyita kepada Badmintonindonesia.org.

“Lawan sepertinya sudah mempelajari permainan kami, pola kami sudah ketebak. Smes Huang yang kencang sering menembus pertahanan kami, defense kami harus diperkuat lagi. Kami juga mesti bisa jaga fokus, sudah sering unggul tapi tersusul lawan,” kata Rian, pemain kelahiran Bantul, 13 Februari 1996.

Meskipun masih berstatus pemain yunior, Huang/Chen sudah melanglang buana ke turnamen senior hingga di kelas grand prix gold. Huang/Chen juga tercatat pernah mengalahkan pasangan ganda campuran senior Indonesia, Riky Widianto/Richi Puspita Dili yang juga finalis Singapore Open Superseries 2014.

Indonesia masih memiliki satu wakil lagi di final yaitu pasangan ganda putri Rosyita Eka Putri Sari/Apriani Rahayu yang akan menghadapi wakil Tiongkok, Chen Qingchen/Jia Yi Fa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: