SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    May 2014
    M T W T F S S
    « Apr   Jun »
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    262728293031  
  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 2,682 other followers

Jonatan Christie Kalahkan Raja Sirnas

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on May 18, 2014


2037198Jon780x390JAKARTA, Kompas.com – Jonatan Christie berhasil membuktikan diri untuk menjadi yang terbaik di Djarum Sirkuit Nasional (Djarum Sirnas) Li Ning Jakarta Open 2014. Di babak final yang digelar Sabtu (17/5) sore, ia berhasil menaklukan sang raja Sirnas, Alamsyah Yunus dengan 21-23, 21-12 dan 21-10.

“Di gim pertama, saya memang sempat memimpin dan terus berbalik, mencoba mengejar lagi, ya ternyata memang malah kalah. Padahal saya sebenarnya berfikir harus bisa meraih kemenangan game pertama,” ujar atlet yang akrab disapa Jo ini.

Ia pun menuturkan usai kekalahannya di gim pertama, ia kemudian mencoba untuk bermain dengan pola yang lebih sederhana. “setelah kalah di game pertama, berikutnya saya mencoba untuk berfikir lebih simple. Yang penting saya bisa menahan permainan Bang Alam, dan ternyata ini lebih ampuh dan dia mulai kecapean,” lanjutnya.

Di sisi lain, Alamsyah pun menuturkan bahwa stamina menjadi salah satu faktor kekalahannya hari ini. “Di semifinal saya bermain lama, memang belum benar-benar recovery, tapi disisi lain Jonatan memang bermain bagus. Saya sendiri bangga, Indonesia bisa memiliki bibit yang bagus. Semoga kedepannya dia bisa menjadi pengganti kami dan bisa lebih berprestasi lagi,” ujar Alamsyah.

Jonatan pun menuturkan bahwa apa yang telah dicapainya hari ini tak lantas membuat dirinya puas. Ia mengaku memang telah melampaui target yang dibebankan pelatih. “Target dari pelatih memang semifinal. Tapi saya berusaha untuk bisa menampilkan yang terbaik, di turnamen kali ini pun saya merasa lebih diuntungkan karena dari babak awal saya bertemu dengan pemain yang seangkatan. Dan di final ini saya senang karena semua permainan saya bisa keluar,” ujarnya.

Ini merupakan kali kedua Jonatan bisa mengatasi Alamsyah. Pertemuan pertama keduanya terjadi di ajang Indonesia Challenge tahun 2013 lalu di Surabaya, kala itu, Jonatan pun mampu mengatasi Alamsyah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: