SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    June 2014
    M T W T F S S
    « May   Jul »
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    23242526272829
    30  
  • BADMINTON GAME

  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 2,681 other followers

Tontowi/Liliyana Masih Penasaran Juara di Kandang

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on June 4, 2014


JAKARTA, KOMPAS.com – Pasangan ganda campuran terbaik Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, mengaku masih penasaran untuk bisa naik podium juara di ajang BCA Indonesia Open Superseries Premier 2014 (BIOSSP). Tiga kali berlaga di kandang, pasangan ranking dua dunia ini belum berhasil meraih titel.

“Jujur saja, kami masih merasa penasaran. Hat-trick di All England saja kami bisa, masa sih di kandang sendiri tidak bisa? Mungkin sebagai tuan rumah, kami maunya menampilkan yang terbaik, tetapi malah jadi beban,” ujar Liliyana pada konferensi pers BIOSSP di Hotel Kempinski, Senin (2/6/2014).

“Walaupun penasaran, kami tak mau terlalu berlebihan. Kalau sudah maksimal dan belum juara juga, mungkin memang belum saatnya. Makanya sekarang kami harus bisa tampil maksimal dulu,” sambungnya

Pada 2011, Tontowi/Liliyana dikalahkan Zhang Nan/Zhao Yunlei (Tiongkok) di final. Tahun berikutnya, pasangan Juara Dunia 2013 ini juga terhenti di partai puncak oleh pasangan gaek asal Thailand, Sudket Prapakamol/Saralee Thoungthongkam.

Sedangkan pada 2013, ganda campuran yang berhasil mencetak hat-trick di All England pada 2012, 2013, dan 2014 tersebut dikalahkan oleh Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen (Denmark) di semifinal.

Demi membayar rasa penasaran tersebut, Tontowi/Liliyana mengaku lebih mempersiapkan diri jelang turnamen berhadiah total 750 ribu dollar AS tersebut. Tak cuma berlatih teknik dan fisik, Tontowi/Liliyana juga bakal lebih fokus menjaga konsentrasi jelang pertandingan.

“Sebetulnya ada atau tidak ada pertandingan, kami selalu bersiap dengan latihan teknik dan fisik, tetapi kalau jelang pertandingan besar, kami lebih menjaga fokus. Kekalahan-kekalahan sebelumnya kami jadikan pelajaran, kami tidak mau memikirkan hal lain diluar pertandingan yang dapat mengganggu konsentrasi,” ungkap Liliyana.

“Tentunya kami tergetnya mau juara, tapi kami tak mau terlalu menggebu-gebu. Persiapan kami sudah matang, tinggal memaksimalkan penampilan di lapangan. Kami juga tak mau menganggap enteng lawan, siapa pun yang kami hadapi, kami harus siap dan waspada,” Tontowi menambahkan.

BIOSSP 2014 akan digelar di stadion Istora Senayan, Jakarta, pada 17-22 Juni 2014. Selain Tontowi/Liliyana pasangan ganda putra ranking satu dunia Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan juga akan berlaga di turnamen ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: