SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    June 2014
    M T W T F S S
    « May   Jul »
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    23242526272829
    30  
  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 2,678 other followers

Rexy Mainaky : Pemain Indonesia Masih Kurang Inisiatif

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on June 19, 2014


JAKARTA, KOMPAS.com – Turnamen BCA Indonesia Open Superseries Premier 2014 telah berjalan hingga babak kedua, dan sudah banyak pebulu tangkis Indonesia yang gugur. Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI Rexy Mainaky menyayangkan hasil ini.

“Saya baru saja berbicara dengan beberapa pemain. Saya bilang, pelatih itu sama seperti guru, tugasnya hanya mengajarkan. Tetapi semua itu percuma saja kalau dari muridnya tak ada inisiatif sendiri,” aku Rexy di Istora Senayan Jakarta.

Menurut Rexy, pemain tidak boleh hanya menerima saran pelatih saat di lapangan. Mereka juga harus mengeluarkan pendapat dan berinisiatif mengenai strategi yang pas dengan si pemain itu sendiri.

“Percuma dong kalau pelatih bilang A, tapi ternyata pemain tidak nyaman bermain seperti yang dibilang pelatih. Pemain yang harus mencari tahu sendiri bagaimana serangan yang tepat untuknya. Istilahnya, pemain juga harus memberikan feedback untuk pelatih.”

“Kalau saya lihat, kebanyakan pemain kita masih kurang inisiatif. Mereka masih takut kalau kalah nanti ditanya kenapa-kenapa-nya. Inilah yang masih menjadi PR buat kita,” ungkap Rexy.

Sependapat dengan Rexy, Kepala Sub Bidang Pelatnas Ricky Soebagdja juga mengatakan bahwa mental bertarung pemain Indonesia saat ini masih kalah jauh dibanding pemain Thailand dan Jepang.

“Sebenarnya pemain kita mampu. Hanya saja semangat juangnya masih kurang. Seperti Tommy (Sugiarto) kemarin, saya sebenarnya kecewa. Permainan dia seperti tidak ada gregetnya, tidak maksimal. Dia sedang underperformed. Hayom (Dionysius Hayom Rumbaka) juga sebenarnya memiliki potensi yang luar biasa dan teknik yang bagus, tapi ya sampai sekarang gitu-gitu saja,” aku Ricky.

Pada nomor tunggal putra, Tommy, Hayom, dan Sony Dwi Kuncoro, langsung gugur di babak pertama. Sementara di nomor tunggal putri, tidak ada pemain Indonesia yang lolos ke perempat final. Pihak PBSI telah merencanakan evaluasi khusus untuk dua nomor ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: