SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    August 2014
    M T W T F S S
    « Jul   Sep »
     123
    45678910
    11121314151617
    18192021222324
    25262728293031
  • BADMINTON GAME

  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 2,708 other followers

Tak Bisa Temukan Cara Kalahkan Nitya/Greysia, Juhl/Pedersen Frustrasi

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on August 29, 2014


KOPENHAGEN, KOMPAS.com – Kejutan terus terjadi di nomor ganda putri Kejuaraan Dunia 2014 yang berlangsung di Kopenhagen, Denmark (25-31 Agustus). Setelah unggulan pertama, Bao Yixin/Tang Jinhua (Tiongkok) gugur pada babak kedua, Rabu (27/8/014), kali ini giliran unggulan kedua, Christinna Pedersen/Kamilla Rytter Juhl (Denmark) yang terhenti di babak ketiga, Kamis (28/8/2014).
,
Serunya, kedua unggulan teratas tersebut sama-sama takluk di tangan pasangan Indonesia. Bao/Tang kalah dari Anggia Shitta Awanda/Della Destiara Haris, sementara Pedersen/Juhl harus mengakui keunggulan Nitya Krishinda Maheswari/Greysia Polii dengan 15-21, 19-21.

“Kami sangat fokus di pertandingan kali ini. Tentu saja kami sangat kecewa dengan kenyataan bahwa kami gagal dan tidak memiliki kesempatan memenangi medali,” aku Pedersen usai pertandingan.

Sebelumnya, kedua pasangan ini pernah tiga kali bertemu dan Nitya/Greysia belum pernah menang sekali pun. Hal itulah yang membuat Juhl/Pedersen cukup percaya diri bisa mengalahkan pasangan Indonesia, sebelum bertanding.

Pedersen mengakui bahwa laga babak ketiga ini merupakan pertandingan kunci untuk bisa melaju jauh hingga akhir Kejuaraan Dunia.

“Kami tidak berpikir mereka (Nitya/Greysia) lebih baik dari kami. Tetapi sekarang kami jadi tahu bahwa kami harus bermain lebih baik lagi, lebih dari yang sekarang kami lakukan. Sebenarnya kami tahu taktik apa yang mereka mainkan. Tetapi entah kenapa kami tidak bisa menemukan cara untuk mengatasinya,” tambah Juhl.

Sepanjang pertandingan tersebut, Pedersen/Juhl memang lebih mendominasi pertandingan. Mereka lebih banyak menekan pertahanan lawan.

Dalam posisi tertekan, Nitya/Greysia tetap bermain tenang. Mereka berhasil menahan serangan-serangan ganda Denmark dan melakukan pengembalian dengan penempatan-penempatan bola yang cerdik. Ganda Denmark akhirnya banyak melakukan kesalahan sendiri.

Usai pertandingan, Juhl dan Pedersen mengaku belum bisa menerima kekalahan ini. Rasa kesal juga menguasai mereka ketika melakukan wawancara usai pertandingan.

“Saya memikirkannya berkali-kali, apa yang salah, kenapa kami tidak bisa bermain baik? Sampai saat ini saya belum tahu jawabannya, tetapi tentu saja saya kecewa. Sangat kecewa,” ujar Juhl gusar.

Ganda putri Denmark lainnya, Line Damkjaer Kruse/Marie Roepke, juga gagal melaju ke perempat final setelah kalah dari pasangan Indonesia, Anggia/Della, dengan dua gim langsung, 18-21, 16-21.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: