SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    September 2014
    M T W T F S S
    « Aug   Oct »
    1234567
    891011121314
    15161718192021
    22232425262728
    2930  
  • BADMINTON GAME

  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 2,681 other followers

Jonatan dan Anthony Tersingkir

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on September 11, 2014


PALEMBANG, KOMPAS.com — Dua tunggal putra harapan masa depan, Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting, tersingkir pada babak pertama Yonex-Sunrise Indonesian Masters 2014, Rabu (10/9/2014).

Jonatan disingkirkan rekan senegaranya, Firman Abdul Kholik, lewat pertandingan rubber game, 21-17, 18-21, 18-21. Sementara langkah Anthony Sinisuka Ginting harus terhenti pada babak pertama dari Loh Kean Yeaw (Singapura), 21-17, 18-21, 18-21.

Kemenangan Firman ini memupuskan harapan Jonatan yang tahun lalu berhasil menembus babak perempat final. Namun, sejak awal, Jonatan memang telah mewaspadai rekan sepelatnasnya tersebut. “Tidak mudah melawan Firman, dia pemain yang cukup bagus. Dari awal saya memang mewaspadai dia juga kok,” ucap Jonatan.

Firman mengatakan, ia memang punya target untuk lolos ke babak kedua dan melewati Jonatan pada babak pertama. Kejuaraan Yonex-Sunrise Indonesian Masters 2014 adalah pengalaman pertama buat Firman berlaga di turnamen kelas grand prix gold. Ia mengaku sempat kaget bisa lolos dan mengikuti kejuaraan ini karena turnamen international challenge yang dua tingkat di bawah grand prix gold saja belum pernah diikutinya.

Firman baru beberapa kali terjun di turnamen kelas yunior. Dua gelar berhasil disabetnya pada ajang Asia Youth U-17 Championships 2013 serta Jaya Raya Indonesia Junior International Challenge 2014. Pemain kidal kelahiran Banjar, 11 Agustus 1997, ini sudah mengetahui seluk-beluk permainan Jonatan. Maklum saja, keduanya sudah sering latihan bersama di Pelatnas Cipayung.

“Melawan Jonatan, saya yakin menang, tetapi siap kalah. Saya yakin karena saya tahu di mana saja kelemahannya dia. Di gim pertama saya kalah, bahkan saya tertinggal jauh di gim kedua dan ketiga, tetapi saya bermain sabar dan akhirnya Jonatan membuat kesalahan sendiri,” beber pemain asal klub Mutiara Cardinal Bandung ini.

Pada babak kedua, Firman akan berhadapan dengan unggulan kesepuluh asal Hongkong, Tam Chun Hei. Di atas kertas, lawan memang jelas lebih diunggulkan, tetapi Firman tak mau menyerah begitu saja. Firman bertekad ingin menunjukkan kemampuan terbaiknya.

“Pokoknya main lepas saja. Walaupun dia lebih diunggulkan, bukan berarti di lapangan dia pasti menang, saya mau berusaha saja dulu,” pungkas Firman.

Muhammad Bayu Pangisthu menyusul Firman ke babak kedua setelah mengalahkan Calvin Ryan Mamonto (Indonesia), 21-16, 18-21, 21-15. Riyanto Subagja juga lolos dengan memenangi laga kontra pemain kualifikasi, Niovin Ermansyah, 21-12, 21-11.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: