SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    November 2014
    M T W T F S S
    « Oct   Dec »
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    24252627282930
  • BADMINTON GAME

  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 2,708 other followers

Pelatnas Kebagian Gelar Juara; Sony Bayar Kontan Atas Alamsyah

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on November 10, 2014


SURABAYA, Kompas.com – Pelatnas akhirnya bisa membawa pulang satu gelar juara di putaran terakhir Djarum Sirkuit Nasional Li Ning Open 2014 melalui ganda campuran Hafiz faisal/Shela Devi Aulia.

Di seri yang digelar di GOR Sudirman, Surabaya, Hafiz Faisal/Shela Devi Aulia sukses menjadi yang terbaik setelah di partai final pada Sabtu (8/11) mereka sukses mengalahkan Tri Kushardijanto/Kehsya Hanadia Nurvita (Tjakrindo Masters/PB SGS PLN) dalam drama tiga game.

Gim pertama berlangsung sengit, jual beli serangan terjadi hampir di sepanjang laga. Hafiz/Shela yang sudah menggebrak sejak awal gim akhirnya mampu menang dengan 21-17. Sementara keadaan berbalik di gim kedua, ganda Pelatnas yang diunggulkan di tempat kedua itu tampak tak bisa lepas dari tekanan. Terus tertinggal, mereka pun akhirnya menyerah 11-21 dan harus memainkan gim ketiga.

Di gim penentu ini, Hafiz/Shela yang merupakan juara Djarum Sirnas seri Jawa Barat bulan Mei lalu ini bisa kembali ke permainan semula. Mereka hampir unggul di semua lini, serangan tajam dan pertahanan solid membuat mereka berhak menjadi juara dengan kedudukan 21-11.

“Di gim kedua kami tidak bisa lepas dari tekanan, dan saya pun cenderung agak terprovokasi jadinya malah kesulitan sendiri untuk bisa mengejar ketinggalan. Tetapi akhirnya kami bisa kembali ke permainan kami di gim ketiga, dan mencoba untuk terus menekan mereka sejak awal,” ujar Hafiz usai laga.

Kemenangan ini pun diapresiasi oleh Enroe Suryanto, pelatih yang mendampingi mereka. “Mereka sudah bisa bermain all out sejak pertandingan pertama mereka, tadi di lapangan pun mereka mampu bangkit dari keterpurukan di gim kedua dan ini hal bagus,” ungkap Enroe saat ditemui.

Usai berlaga di Djarum Sirnas Jawa Timur ini, Hafiz/Shela akan bertolak ke Malaysia pekan depan. Mereka akan turun di Malaysia International Challenge yang akan digelar di Kuching, Sarawak pada 12 hingga 17 November mendatang.

“Kami senang dengan gelar kedua Djarum Sirnas ini, dan kami berharap ini bisa menjadi modal bagi kami untuk berlaga di Malaysia, kami berharap ingin bisa masuk babak final,” harap Hafiz.

Senada dengan Hafiz, Enroe pun berharap penampilan baik mereka di Kota Pahlawan ini akan menjadi tambahan modal dan percaya diri mereka untuk bertanding di negeri jiran. “Semoga kemenangan ini akan menjadi modal mereka bertanding di Malaysia,” pungkasnya.

Sementara itu, Tampil dihadapan ribuan pendukungnya, atlet asal Tjakrindo Master Sony Dwi Kuncoro mampu menaklukan si Raja Sirnas Alamsyah Yunus (PB JR Enkei) di final Djarum Sirkuit Nasional (Djarum Sirnas) Li Ning Jawa Timur Open 2014 yang berlangsung Sabtu (08/11) sore kemarin.

Kemenangan Sony ini sekaligus menuntaskan target sebelumnya yang ingin membalas kekalahan sebelumnya di final Djarum Sirnas Bali beberapa bulan lalu, dimana Sony harus takluk di tangan Alamsyah.

“Akhirnya puas bisa membayar kekalahan sebelumnya sesuai target awal di turnamen ini. Tentunya juga kebanggaan tersendiri bisa menjadi juara di tanah kelahiran,” ungkap Sony saat ditemui usai bertanding kemarin.

Sejak dimulainya game pertama, Sony tak ingin memberikan kesempatan bagi lawan hingga mampu terus unggul angka sampai 15-5 dan diakhirinya game pertama tersebut dengan angka telak 21-6.

Lanjut game kedua, Alamsyah sempat memberikan ancaman bagi atlet peraih medali perunggu olimpiade Athena 2004 itu. Untungnya, fokus dan konsistensi Sony di game kedua tidak kendor, sehingga mampu mengakhiri game kedua tersebut dengan 21-19 sekaligus memastikan dirinya menjadi pengisi podium gelar juara tertinggi Djarum Sirnas seri terakhir tahun ini.

“Game kedua, lawan sempat memberikan perlawanan dan beberapa kali kami saling kejar mengejar angka. Untungnya fokus dan konsistensi saya dalam bermain tidak kendor.” Tambahnya.

Dengan hasil ini, dijadikan Sony Dwi Kuncoro untuk bekal dan persiapan menjelang turnamen yang lebih bergengsi lagi yakni di Macau Open GPG dan Hongkong Open Super Series yang akan berlangsung bulan November mendatang.

“Hasil ini akan saya jadikan bekal dan persiapan menjelang turnamen di Macau dan Hongkong. Semoga penampilan saya disana bisa maksima,” pungkas Sony. (djarumbadminton.com)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: