SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    January 2015
    M T W T F S S
    « Dec   Feb »
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    262728293031  
  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 2,682 other followers

Jonatan Menang Susah Payah

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on January 15, 2015


KUCHING, Kompas.com – Meski berhasil mengantongi kemenangan di babak pertama Yonex Sunrise Malaysia Masters 2015, Jonatan Christie mengaku tak puas dengan penampilannya hari ini. Jonatan harus terlibat laga tiga gim sebelum mengalahkan Giap Chin Goh, Malaysia, 21-15, 9-21 dan 21-15.

“Saya sangat tidak puas dengan penampilan saya tadi, harusnya kalau melihat lawan, saya bisa menang dengan hasil yang lebih baik. Saya yakin pelatih juga nggak puas dengan permainan saya,” kata Jonatan mengomentari pertandingannya, Rabu (14/01), di Stadium Perpaduan Kuching.

Melihat peluang di atas kertas, Jonatan yang kini berada di peringkat 94 dunia, lebih diunggulkan, dibanding Giap yang berada di peringkat 187 dunia. Namun ternyata ketika di lapangan, Jonatan sempat beberapa kali kesulitan menghadapi permainan lawan.

“Lawan saya tadi cukup kuat, ulet dan ngotot untuk mengejar bola-bola saya. Saya juga sempat terbawa permainannya tadi,” ungkap atlet kelahiran tahun 1997 ini.

“Ibaratnya saya mau perang, saya sudah punya semua senjata lengkap, udah siap turun, tapi pas main saya salah ngeluarin senjata. Strateginya salah. Ya saya merasa seperti itu tadi tampilnya,” jelas Jonatan. “Mungkin kontrol di lapangan saya masih kurang, mentalnya juga, ini jadi pelajaran berharga buat saya,” tambahnya.

Menghadapi laga berikutnya, Jonatan akan berhadapan dengan unggulan tiga asal India, Kashyap Parupalli. Ia berharap di penampilan berikutnya bisa lebih baik dan keluar dari permainan hari ini. Kashyap sendiri sebelumnya telah mengalahkan Shih Kuei Chun, China Taipei, dengan skor 21-17 dan 21-15

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: