SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    January 2015
    M T W T F S S
    « Dec   Feb »
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    262728293031  
  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 2,677 other followers

Praveen/Debby Mengaku Masih Kurang Sabar

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on January 19, 2015


KUCHING, Kompas.com – Tampil sebagai runner up Yonex Sunrise Malaysia Masters 2015, Praveen Jordan/Debby Susanto  mengaku kekurangan dalam hal kesabaran dan konsistensi di lapangan..

“Dari pertandingan hari ini kami kembali belajar untuk lebih sabar dan konsisten di lapangan. Harus optimis tapi tidak boleh over, jadi pukulan di lapangan juga bisa lebih terarah,” kata Praveen.

“Kalau lihat di lapangan tadi sebenarnya kami yakin bisa menang. Apalagi beberapa kali bertemu, ramai terus di lapangan. Tapi saya mungkin banyak nggak sabar, pengen matiin lawan, ujung-ujungnya malah tidak bisa mengontrol bola,” tambah Praveen lagi.

Praveen/Debby terhenti sebagai finalis turnamen usai kalah dari unggulan pertama asal Denmark, Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen. Bermain selama 47 menit, Praveen/Debby terhenti di angka 18-21 dan 18-21. Empat kali bertemu, Praveen/Debby masih belum berhasil untuk mematahkan langkah Joachim/Christinna.

“Tadi terlalu terburu-buru. Seharusnya saya bisa matiin lawan, tapi ujungnya malah buang-buang poin terus. Ini terjadi di beberapa poin. Mungkin karena terlalu ingin menang,” Praveen kembali mengevaluasi penampilannya.

“Secara teknik menurut kami sebenarnya imbang dengan mereka, hanya saja saat di lapangan mereka lebih bisa mengontrol, lebih sabar dan penampilan mereka lebih konsisten. Itu sepertinya yang menjadi kunci kemenangan mereka. Walaupun kita sempat unggul ataupun menyusul, mereka tidak terpengaruh dan tetap konsisten,” kata Debby.

Praveen/Debby mengulang capaiannya di turnamen yang sama tahun lalu. Di 2014, Praveen/Debby menjadi runner up turnamen tingkat grand prix gold ini, setelah kalah dari pasangan China, Yu Xiaohan/Huang Yaqiong dengan skor 20-22, 21-12 dan 18-21.

“Kalau ditanya, tahun ini pasti inginnya bisa juara. Atau paling tidak kami bisa rubber game tadi. Tapi apapun itu kami bersyukur bisa sampai sejauh ini, semoga ke depannya bisa lebih baik,” kata Debby. (*)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: