SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    February 2015
    M T W T F S S
    « Jan   Mar »
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    232425262728  
  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 2,679 other followers

Musica Champion “Hattrick” Juara Beregu Putra Superliga

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on February 1, 2015


dbsmusicaDenpasar – Tim Musica Champion Kudus, Jawa Tengah, jadi juara turnamen Djarum Superliga Badminton 2015 untuk kategori beregu putra setelah mengalahkan tim putra Djarum Kudus di GOR Lila Bhuana Denpasar, Bali, Minggu (1/2) malam.

“Target Musica adalah mempromosikan bulu tangkis di Indonesia serta mengantarkan pemain-pemain muda, seperti Fajar, Marcus, Jonatan, dan Simon dapat lebih baik bagi bulu tangkis Indonesia,” kata tim Manajer Tim Musica Champion Kudus Effendy Widjaja selepas pertandingan di Denpasar.

Meski telah tiga kali memenangi turnamen Superliga Badminton, Effendy mengatakan bahwa pihaknya tidak berniat membentuk klub untuk pembinaan atlet karena tidak dapat membantu klub lain.

“Jika saya membentuk klub sendiri, saya tidak dapat membantu klub dan atlet lain karena hanya akan fokus pada pemain-pemain dari klub saya sendiri. Saat ini, saya dapat memilih pemain-pemain berpotensi untuk lebih mengangkat bulu tangkis Indonesia,” kata Effendy.

Pada babak final beregu putra, Simon Santoso yang turun pada partai pertama kehilangan kesempatan untuk membuka keunggulan Musica Champion setelah kalah dari atlet Korea Selatan Son Wan Ho yang mewakili Djarum Kudus dengan skor 21-16, 9-21, dan 17-21 dalam waktu satu jam lima menit.

Pada partai kedua, ganda Lee Yong Dae/Fajar Alfian menyeimbangkan kedudukan untuk Musica Champion selepas menaklukkan ganda Djarum Kudus Mohammad Ahsan/Berry Angriawan dengan skor 16-21, 21-14, dan 21-15 selama satu jam tujuh menit pertandingan.

Tunggal putra Korea Selatan Lee Hyun-il menyumbang poin untuk Musica Champion lewat kemenangannya dari atlet tunggal Djarum Kudus Dionysius Hayom Rumbaka dengan skor 21-10 dan 21-7 dalam 31 menit pertandingan.

Namun, pasangan Marcus Fernaldi Gideon/Wahyu Nayaka Arya gagal memberikan perlawanan dari ganda Djarum Kudus Kevin Sanjaya Sukamuljo/Fran Kurniawan setelah kalah 17-21 dan 11-21 selama 36 menit pertandingan.

Partai penentuan antara Jonatan Christie untuk Musica Champion dan Ihsan Maulana Mustofa untuk Djarum Kudus yang berlangsung satu jam lima menit diakhiri dengan kemenangan Jonatan sekaligus kemenangan Musica untuk ketiga kalinya dalam Superliga Badminton sejak 2013.

Jonatan unggul 14-21, 21-11, dan 21-18 dalam pertandingan selama satu jam lima menit.

Effendy telah memperkirakan persaingan antara Musica Champion dan Djarum Kudus akan ketat pada partai final karena kekuatan masing-masing tim merata.

“Sebenarnya kami berharap dapat menyelesaikan pertandingan saat Marcus/Wahyu turun pada partai keempat. Akan tetapi, sepertinya susah,” kata Effendy.

Tim Musica Champion, lanjut Effendy, tidak menurunkan pemain asal Rusia Vladimir Ivanov pada partai final untuk berpasangan dengan Lee Yong Dae karena tidak dapat mengontrol bola-bola depan.

“Saya melihat Fajar justru bisa menang saat berpasangan dengan Lee pada babak semifinal. Kami tidak akan mengubah formasi itu,” kata Effendy.

Tim Musica Champion berhak atas hadiah sebesar US$ 50 ribu dalam kemenangan ketiganya berturut-turut pada kategori beregu putra Superliga Badminton 2013, Superliga Badminton 2014, dan Superliga Badminton 2015.

Sementara itu, tim putra Djarum Kudus berhak atas hadiah US$ 25 ribu setelah meraih peringkat kedua dalam turnamen berhadiah total 200 ribu dolar AS itu.

Sebelumnya, tim putra Jaya Raya Jakarta meraih peringkat ketiga Djarum Superliga Badminton 2015 setelah mengalahkan tim Tonami Jepang 3-0.

Tim putra Jaya Raya Jakarta berhak atas hadiah sebesar US$ 15 ribu, sedangkan tim Tonami Jepang berhak atas hadiah sebesar US$ 10 ribu.

Penulis: /FQ

Sumber:Antara

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: