SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    February 2015
    M T W T F S S
    « Jan   Mar »
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    232425262728  
  • BADMINTON GAME

  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 2,700 other followers

Bermain Ragu-ragu, Edi/Gloria Kalah Lagi dari Pasangan Hongkong

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on February 26, 2015


MULHEIM, KOMPAS.com – Edi Subaktiar/Gloria Emanuelle Widjaja gagal menaklukkan pasangan Hongkong, Chan Alan Yun Lung/Tse Ying Suet, pada babak kedua Jerman Terbuka, Kamis (26/2/2015). Bermain ragu-ragu, Edi/Gloria kalah 15-21, 21-13, 14-21.

“Dari pertandingan di Austria sebenarnya kami merasa agak ragu-ragu di lapangan, seperti yang enggak yakin sama diri sendiri. Hanya untungnya di Austria mungkin lawannya masih di bawah kami levelnya,” kata Edi.

“Di babak pertama Jerman Terbuka (Rabu) kami lawan pemain Rusia, kami menang rubber game. Padahal di Austria Terbuka kemarin kami bisa menang straight game. Kami merasa mainnya kayak enggak seratus persen yakin, mainnya ragu-ragu,” tambah Edi.

Bermain hampir satu jam, Edi/Gloria seperti tak mampu mengembangkan permainan pada gim pertama. Berhasil memenangi gim kedua, pasangan muda ini kembali kehilangan konsentrasi, terutama setelah dua kali servis Gloria di-fault wasit.

“Gim kedua sebenarnya kami sudah dapat pola permainan yang enak. Hanya pas di gim ketiga kami merasa wasit enggak adil. Servis Gloria dua kali di-fault, padahal Gloria tidak melakukan servis yang berbahaya. Sementara lawan beberapa kali nyolong, enggak dapat peringatan apa-apa dari wasit,” keluh Edi.

Hasil ini membuat rekor pertemuan Edi/Gloria dan Chan/Tse menjadi 0-3. Pertemuan sebelumnya terjadi di Taiwan Terbuka 2014, di mana Edi/Gloria kalah 16-21 dan 21-23.

“Ke depannya kami harus mengontrol emosi, menjaga stamina, dan menjaga hawa pertandingan. Jangan mudah terpengaruh sama keputusan wasit yang mungkin merugikan kami,” kata Gloria.

Pada pertandingan ganda campuran lainnya, Ronald Alexander/Melati Daeva Oktavianti berhasil mengalahkan Fran Kurniawan/Komala Dewi, 21-12 dan 21-18. Ronald/Melati melaju ke perempat final dan akan menghadapi unggulan pertama asal Denmark, Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: