SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    February 2015
    M T W T F S S
    « Jan   Mar »
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    232425262728  
  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 2,679 other followers

Dua Gelar, Target Indonesia di All England 2015

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on February 26, 2015


JAKARTA, KOMPAS.com – Turnamen bergengsi All England akan segera dihelat di Birmingham, 3-8 Maret 2015. Tim Indonesia menargetkan dua gelar bisa dibawa pulang dari turnamen level superseries premier tersebut.

Turnamen yang digelar di Barclaycard Arena, Birmingham, ini semakin menarik dengan meningkatnya prize money sebanyak 100 ribu dollar AS, menjadi 500 ribu dollar AS.

Menjawab target tersebut, atlet-atlet terbaik Indonesia pun dijadwalkan akan turun, di antaranya Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (ganda campuran), Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan (ganda putra), Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari (ganda putri), serta Simon Santoso (tunggal putra).

“Untuk All England tahun ini, Insya Allah kita bisa membawa kembali gelar keempat bagi Tontowi/Liliyana. All England merupakan bagian dari milestone PBSI tahun 2015,” ujar Anton Subowo, Sekretaris Umum PP PBSI saat konferensi pers di Cipayung.

“Persiapan sejauh ini, semua anggota tim solid, baik untuk yang ditargetkan maupun yang belum ditargetkan. Saya yakin semua pemain punya ambisi untuk mencapai yang terbaik. Ada beberapa pemain yang mendapat drawing yang berat, ada juga yang peluang terbuka,” kata Rexy Mainaky, Kabid Pembinaan dan Prestasi.

“Seperti yang dikemukakan sebelumnya, persiapan kali ini melibatkan tim sport science untuk membantu. Jika tidak ada halangan cedera dan sakit, saya yakin tim bisa memberikan yang terbaik. Target kami, mempertahankan. Namun para pelatih tidak mau menyebut mempertahankan, tapi merebut kembali. Ahsan/Hendra merebut yang kedua kali, Tontowi/Liliyana merebut yang keempat kali,” lanjut Rexy.

Indonesia memiliki catatan yang bagus di perhelatan All England tahun lalu. Tontowi/Liliyana merupakan juara bertahan, tiga tahun berturut-turut pada 2012, 2013, dan 2014. Sementara Hendra/Ahsan menjadi pembuka puasa gelar selama 11 tahun ganda putra tak membawa pulang juara.

“Menghadapi All England kali ini kami sudah melakukan persiapan dengan baik. Tapi seperti biasa, manusia berusaha, tapi yang menentukan Tuhan. Capaian hattrick di All England sudah sangat luar biasa bagi kami, tapi itu tak membuat kami merasa puas. Kalau bisa empat kali, lima kali dan terus berkali-kali, kenapa tidak? Semoga tidak ada halangan, terutama kesehatan, kami bisa berangkat dalam keadaan fit, konsentrasi, dan fokus yang prima,” ujar Liliyana.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: