SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    April 2015
    M T W T F S S
    « Mar   May »
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    27282930  
  • BADMINTON GAME

  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 2,681 other followers

Memimpikan “Satria” Bulutangkis dari Luar Pulau Jawa

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on April 25, 2015


BALIKPAPAN, KOMPAS.com – Jawara bulutangkis di Tanah Air banyak lahir dari klub-klub besar di Pulau Jawa. Sebaliknya, jarang mengemuka nama-nama pebulutangkis dari luar Pulau Jawa yang menghias kejuaraan nasional apalagi internasional. Apa pasalnya?

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin mengatakan, minimnya pihak swasta yang menumbuhkan klub-klub besar di luar Jawa menjadi salah satu faktor penyebab. Padahal, klub adalah wadah pembinaan atlet.

Tidak tumbuhnya klub bonafit di daerah mengakibatkan talenta muda bulutangkis daerah akan menyeberang ke klub di Jawa. Sejalan dengan itu, pertumbuhan pebulutangkis di daerah bakal semakin tertinggal.

Kompetisi bulutangkis di daerah pun menjadi kurang greget lantaran bibit-bibit terbaiknya menyeberang ke klub di Jawa. “Maka sparring partner menjadi kurang di daerah,” kata Yoppy saat mengungkap rencana gelaran Audisi Djarum Beasiswa Bulutangkis 2015 yang akan berlangsung di Balikpapan pada 6-9 Mei 2015 mendatang.

Yoppy mengatakan, perlu komitmen sangat sangat besar dari Pemerintah hingga pengurus bulutangkis di daerah untuk mengembangkan bulutangkis. Mereka seharusnya bisa menggandeng pihak swasta untuk urusan pembiayaannya. “Harus ada komitmen kelas dunia minimal pembinaan lima tahun ke depan. Kumpulkan perusahaan-perusahaan, buat saja semacam konsorsium. Komitmen lima tahun saja dulu, bila belum berani sampai 10 tahun,” kata Yoppy.

“Jangan berpikir untung rugi dulu dalam pembinaan prestasi. Kita ingin mengibarkan bulutangkis di kancah internasional,” kata Yoppy. “Seharusnya Balikpapan bisa. Di sini kan banyak perusahaan kaya,” ujar dia lagi.

Jurang
Legenda hidup bulutangkis Indonesia Christian Hadinata mengatakan, terdapat jurang yang lebar antara prestasi pebulutangkis di Jawa dan di luar Jawa. Jurang itu terlihat di susunan atlet pelatnas di Cipayung. Mereka yang mengisi pelatnas kebanyakan berlatih di klub di Jawa.

“Di Jawa itu ada delapan klub besar. Kompetisinya tinggi. Kejuaraan antarklub di luar Jawa justru minim,” kata Christian.

Tidak meratanya kelahiran pebulutangkis nasional di negeri ini terus jadi pekerjaan rumah pemerintah dan Pengurus Besar Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia. Hingga kini, kata Christian, “PR” ini tidak terpecahkan.

Talenta Borneo
Menurut Yoppy, PB Djarum kini tengah mencari talenta muda bulutangkis di sembilan daerah, termasuk di Balikpapan, melalui seleksi yang bertajuk Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2015.

Audisi ini semacam seleksi dan pemantauan bakat dari para peserta di sejumlah daerah, mulai dari Medan, Palembang, Jember, Makasar, Manado, Tasikmalaya, Purwokerto, dan Kudus. Audisi di Balikpapan sendiri akan berlangsung di GOR Hevindo pada 6-9 Mei 2015.

Audisi ini akan langsung di bawah pantauan sejumlah jawara bulutangkis Indonesia seperti Alan Budikusuma, Susi Susanti, Fung Permadi, Kartono, Denny Kantono, dan Ivana Lie. “Ajang ini merupakan ke-10 sejak berlangsung pertama di 2006,” kata Yoppy.

Audisi menggunakan pola turnamen. Peserta terbagi dalam kelompok usia 15 (U-15) dan usia 13 (U-13) yang bertanding dalam partai tunggal. Peserta baik putra maupun putri yang lolos tahap semifinal bakal memperoleh tiket khusus untuk mengikuti babak audisi yang lebih berat pada awal September 2015 mendatang.

Audisi sejatinya telah berlangsung di Medan dan Palembang. Di sana, terjaring 15 atlet dari Medan dan 14 atlet dari Palembang. “Hingga akhirnya ada 12 talenta muda di grand final di Kudus,” kata Yoppy.

Pemain-pemain yang merasa berbakat dan ingin ikut seleksi dan berada di kota terdekat di Balikpapan bisa mengikuti audisi ini. Peserta bisa mendaftarkan diri melalui pendaftaran online di http://www.pbdjarum.org atau datang langsung sehari sebelum audisi berlangsung.

“Talenta dari luar Jawa pasti ada yang bagus. Dengan kita datang kemari, mudah-mudahan bisa membantu perkembangan atlet daerah sehingga gab prestasi tidak begitu jauh lagi,” kata Christian lagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: