SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    May 2015
    M T W T F S S
    « Apr   Jun »
     123
    45678910
    11121314151617
    18192021222324
    25262728293031
  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 2,678 other followers

Tunggal Putra Pelatnas Bertumbangan

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on May 15, 2015


JAKARTA, Kompas.com -– Wakil-wakil tunggal putra Pelatnas akhirnya harus terhenti di babak perempat final Djarum Sirkuit Nasional (Djarum Sirnas) Li Ning DKI Jakarta Open 2015,  setelah Redy Perdana dan Reksy Aureza Megananda kalah, Kamis (14/5) sore.

Redy yang merupakan atlet binaan PB SGS PLN dipaksa mengakui keunggulan wakil Mutiara Cardinal Bandung, Eska Riffan Jaya dengan 13-21 dan 15-21. Eska juga sebelumnya berhasil menjegal atlet Pelatnas lainnya, Panji Ahmad Maulana di babak pertama. Sementara Reksy masih belum mampu membendung ketangguhan salah satu raja Djarum Sirnas, Alamsyah Yunus.

Kalah 17-21 di game pertama, Reksy yang merupakan atlet binaan PB Djarum ini sempat unggul 13-10, tetapi Alamsyah berhasil menyamakan kedudukan dan Reksy pun kembali menyerah 18-21 di game kedua.

Dengan hasil ini, Deni Dawuan, pelatih yang mendampingi mereka di GOR Asia Afrika mengaku akan melakukan evaluasi. “Hasil ini tetap harus kami syukuri, inilah kemampuan mereka untuk saat ini. Di lapangan tadi, kalau Reksy masih kalah pengalaman dan jam terbang, sementara Redy terlihat kurang fokus di lapangan padahal imbang lawannya, setelah turnamen ini tentu akan ada evaluasi termasuk segi kepercayaan diri dan mental bertandingnya, karena terlihat permainan mereka tidak lepas di lapangan,” ujar Deni.

Deni pun menuturkan bahwa Pelatnas sebelumnya membidik gelar juara melalui tangan Enzi Safira dan Reksy. Setelah keduanya berhasil mencatatkan rekor pertandingan baik di turnamen sebelumnya. Enzi sukses menjadi juara di Flypower Open Single Badminton 2015, sementara Reksy berhasil menjadi runner up di USM International Series 2015.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: