SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    May 2015
    M T W T F S S
    « Apr   Jun »
     123
    45678910
    11121314151617
    18192021222324
    25262728293031
  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 2,682 other followers

Djarum Sirnas 2015: Pembuktian Mental Para Atlet

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on May 25, 2015


1039027im-780x3902780x390CIPAYUNG, KOMPAS.com – Seorang atlet tak bakal terpengaruh faktor nonteknis saat sudah bertanding di lapangan. Mereka akan selalu penuh semangat dan siap berjuang untuk menjadi yang terbaik.

Semangat seperti itu juga tampak di Pelatnas Cipayung, antara
18 – 23 Mei 2015, saat sejumlah atlet bulu tangkis bertanding di Djarum Sirkuit Nasional seri Jawa Barat. Meski penyelenggaraan dipindah dari GOR Pajajaran Bogor ke Pelatnas Cipayung, para atlet tetap menunjukkan performa terbaik ketika sudah memukul raket.

Mereka malah terlihat semakin bersemangat untuk menunjukkan yang terbaik. Bukan sebuah rahasia apabila di hati mereka tertanam tekad untuk menjadi atlet bulu tangkis yang mengharumkan Indonesia, dan Pelatnas Cipayung merupakan kawah candradimukanya.

Ketiadaan tribun penonton di Pelatnas Cipayung tak menjadi masalah bagi keluarga dan kerabat atlet untuk memberikan dukungan. Justru sebaliknya, lantaran berada tepat di samping lapangan – bahkan kadang sampai harus lesehan, dukungan itu terdengar nyata di telinga para atlet. Gairah mereka pun tersulut.

 Perang Saudara

Final di Cipayung menyajikan enam partai final dari sesama klub. PB Djarum Kudus mendominasi final nomor ganda remaja campuran, ganda taruna campuran, ganda remaja putra, dan ganda taruna putra. Sedangkan final nomor tunggal remaja putra dan ganda remaja putri dikuasai wakil PB Exist Jakarta.

Salah satu atlet PB Djarum, Andika Ramadiansyah, terlibat dalam dua nomor sekaligus, yakni ganda remaja putra dan ganda taruna putra. Tak mudah bagi Andika menjalani dua pertandingan penting dalam kurun satu hari. Terlebih untuk nomor ganda campuran yang berlangsung memasuki sore hari.

Andika terlihat menahan keram di pahanya. Namun, rasa nyeri itu ternyata tidak menjadi masalah. Dia dan pasangannya, Rinov Rivaldy, tetap bisa keluar sebagai juara, mengalahkan Bagas Maulana dan Calvin Kristanto dengan skor 11-21, 21-14, dan 21-17.

“Kami sudah berlatih bersama. Jadi, kami juga sudah tahu kelebihan dan kekurangan masing-masing. Stamina agak terkuras, tapi kami paksakan dan akhirnya menang,” ucap Andika.

Menariknya, Andika dan Rinov berseberangan saat final ganda taruna campuran. Di nomor ini, Andika berpasangan dengan Mychelle Christine Bandaso, sedangkan Rinov berduet dengan Vania Arianti Sukoco. Andika/Mychelle menang 21-11 dan 22-20 dalam nomor ini.

Rentet Tiga

Seri Jawa Barat juga menjadi penegasan atas dominasi Vioni Florencya di nomor tunggal taruna putri. Ia mengalahkan Ni Made Pranita Sulistya Devi dengan skor 21-17 dan 22-20 di final.

Inilah kali ketiga Vioni menjuarai nomor tunggal taruna putri secara beruntun. Sebelumnya, ia juga mengalahkan Ni Made Pranita di seri Manado dan Aurum Oktavia Winata dari Jayaraya Jakarta di seri Jakarta.

Vioni pun bangga. Terlebih, catatan terbaiknya tahun lalu hanya mencapai babak semifinal. “Senang bisa meraih gelar untuk ketiga kalinya dan bisa mencapai target dari pelatih di Djarum Sirnas Jabar kali ini,” ujarnya.

Atlet PB Tangkas Jakarta itu mengaku tak punya resep khusus. Ia hanya berlatih keras sejak Januari sehingga berhasil mendominasi nomor tunggal taruna putri.

Masih ada enam seri tersisa. Terdekat adalah Yogyakarta pada Agustus mendatang. Namun, Vioni tak sesumbar menargetkan sapu bersih gelar di seri sisa. “Yang terbaik saja lah. Tetapi, kalau bisa juara di Yogya,” ujarnya.

Lampaui Ekspektasi

Sejatinya, duet Dian Fitriani dan Nadia Melati dari Pertamina Fastron juga berpeluang meraih catatan serupa dengan Vioni. Namun, ia takluk dari Pia Zebadiah Bernadet dan Weni Anggraini dari PB Jaya Raya Jakarta di final ganda dewasa putri dengan skor 21-17, 12-21, dan 13-21.

Bagi Weni, keberhasilan ini tidak disangka-sangka. Selain status lawan yang menjadi juara di seri Jakarta dan Manado, Pia dan Weni juga belum lama berduet.

“Senang sekali bisa juara di Djarum Sirnas Jabar. Kami tidak menyangka karena hanya iseng-iseng saja mengikuti turnamen,” ucap Weni.

Sekitar tiga jam sebelum menjalani final dengan Weni, Pia sukses meraih gelar juara di nomor ganda dewasa campuran bersama Irfan Fadhillah. Serupa dengan Weni, Pia menjalani duet di nomor ganda hanya untuk mengisi kekosongan waktu.

“Kami tidak menargetkan apa-apa sebenarnya. Sebab, saya hanya ingin latihan saja untuk persiapan turnamen Australia Open Super Series Premier pekan depan bersama pasangan tetap saya, Markis Kido,” paparnya.

Menebus Kegagalan

Perjuangan atlet melawan faktor nonteknis juga ditunjukkan Hera Desiana Rachmawati. Pekan lalu, atlet asal Mutiara Cardinal Bandung itu gagal menuntaskan final seri Jakarta karena fisik tak merestui sehingga kalah WO. “Sebenarnya, saya masih terkena demam karena kurang istirahat di seri Jawa Barat ini,” kata dia.

Akan tetapi, peruntungan Hera lebih baik kali ini. Ia sukses menaklukkan unggulan pertama Aprilia Yuswandari di nomor tunggal dewasa putri dua set langsung 21-17 dan 21-18.

“Saya cuma mencoba enjoy dan fokus sepanjang final. Pertandingan sangat melelahkan karena lawan sulit dimatikan. Jadi kemenangan ini sebetulnya tidak disangka,” jelas Hera.

Begitu pula dengan Setyaldi Putra Wibowo dari Guna Dharma. Ia sukses membalaskan kekalahan dari Alamsyah Yunus di seri Jakarta lalu. Kali ini, ia menang 18-21, 21-18, dan 21-15.

“Saya sebenarnya sempat kesal karena arah bola selalu bisa dijangkau Alamsyah. Cukup sulit mengalahkan lawan sekelas dirinya,” ucap Setyaldi.

Lebih dari itu, inilah kali pertama Setyaldi meraih gelar juara Djarum Sirnas. “Semoga bisa mempertahankan gelar di seri berikutnya,” tandasnya.

Seri Jawa Barat kali ini ditutup dengan 15 partai final. PB Djarum Kudus meraih empat nomor di antaranya. Itu belum termasuk pasangan beda klub antara Fran Kurniawan dan Tri Kusuma Wardhana. Sedangkan PB Jaya Raya Jakarta dan PB Mutiara Cardinal Bandung menguntit dengan gelar juara di tiga nomor.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: