SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    May 2015
    M T W T F S S
    « Apr   Jun »
     123
    45678910
    11121314151617
    18192021222324
    25262728293031
  • BADMINTON GAME

  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 2,702 other followers

Tontowi/Liliyana Kandas, Indonesia Tanpa Finalis

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on May 30, 2015


SYDNEY, Kompas.com – Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir terhenti di semifinal Australian Terbuka Super Series 2015 dikalahkan pasangan Hong Kong, Lee Chun Hei Reginald/Chau Hoi Wah 8-21, 21-9 dan 15-21.

“Awal gim pertama kami sebenarnya sudah benar mainnya, poinnya merata, tapi masuk pertengahan kami tiba-tiba blank. Mau main apa nggak tau, tiba-tiba mati-mati sendiri, jadinya sudah susah mengatasinya,” kata Liliyana.

Gim pertama dimulai perolehan angka keduanya didapat bergantian. Namun menyentuh angka enam sama, Lee/Chau terus melesat dengan 12-6, 19-7 dan 21-8. Masuk ke gim dua, Tontowi/Liliyana mulai membalikkan keadaan. Kali ini giliran pasangan Indonesia yang jauh meninggalkan perolehan angka dengan 21-9.

Sayang, usai memperpanjang napas ke gim tiga, Tontowi/Liliyana kembali mengulangi kesalahannya seperti pada gim pertama. Mereka seolah tak bisa keluar dari pengaruh lawan, hingga akhirnya kalah 15-21.

“Gim pertama kami tampil tertekan lawan. Gim kedua sudah bisa membalikkan keadaan, tapi game ketiga kami balik lagi tertekan. Sebenarnya di poin-poin sepuluh sudah bisa menguasai keadaan, tapi poin sudah terlalu jauh,” kata Tontowi menambahkan. “Start awal gim ketiga kami terlalu mudah membuang poin,” timpal Liliyana.

Pertandingan ini menjadi yang keempat bagi kedua pasangan tersebut. Tontowi/Liliyana sebelumnya selalu bisa mengantongi kemenangan. Terakhir mereka berhadapan di final Badminton Asia Championships 2015 lalu. Ganda campuran terbaik Indonesia tersebut menang dua gim langsung 21-16 dan 21-15.

Dengan demikian, Indonesia tak lagi memiliki wakil di pertandingan ini. Tontowi/Liliyana menjadi wakil satu-satunya yang bertahan hinggal babak semifinal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: