SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    June 2015
    M T W T F S S
    « May   Jul »
    1234567
    891011121314
    15161718192021
    22232425262728
    2930  
  • BADMINTON GAME

  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 2,708 other followers

Nitya/Greysia Kalah, Indonesia Tanpa Gelar; Momota Juara

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on June 8, 2015


JAKARTA, KOMPAS.com – Indonesia gagal meraih gelar di BCA Indonesia Open Superseries Premier 2015. Satu-satunya wakil Indonesia yang lolos ke final, Nitya Krishinda Maheswari/Greysia Polii, kalah 11-21, 10-21 dari pasangan Tiongkok, Tang Jinhua/Tian Qing, pada laga final di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (7/6/2015).

Nitya/Greysia membuka pertandingan dengan baik. Mereka memimpin dalam perolehan poin hingga Tang/Tian menyamakan posisi 10-10. Pasangan Indonesia menambah satu poin, tetapi Tang/Tian merespons dengan mencatat 11 poin beruntun yang memastikan gim pertama jadi milik Tiongkok.

Pada gim kedua, Tang/Tian sepenuhnya menguasai pertandingan. Mereka terus mendulang poin, sementara Nitya/Greysia seperti menemui jalan buntu. Tang/Tian memenangi gim ini dengan keunggulan mutlak.

Kegagalan NItya/Greysia memastikan Indonesia tidak meraih gelar dalam dua penyelanggaraan terakhir Indonesia Open. Sementara di ganda putri, kali terakhir Indonesia juara pada 2008 lewat Vita Marissa/Liliyana Natsir.

BCA Indonesia Open Superseries Premier 2015 memunculkan juara baru dari nomor tunggal putra. Pemain Jepang, Kento Momota, keluar sebagai juara setelah menundukkan juara bertahan Jan O Jorgensen (Denmark) pada laga final di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (7/6/2015).

Pertarungan keduanya berlangsung ketat selama 66 menit. Momota memastikan gelar perdananya di Istora setelah memenangi pertandingan dengan 16-21, 21-19, 21-7.

Jorgensen yang unggul 3-1 pada empat pertemuan sebelumnya lebih dulu siap menjalani pertandingan dan merebut gim pertama, tanpa memberi kesempatan Momota menyamakan poin.

Pada awal gim kedua, Jorgensen kembali mengancam dengan unggul 5-2. Momota merespons dengan mencatat delapan poin beruntun yang membawanya berbalik unggul 10-5.

Jorgensen segera membalas dengan tambahan delapan poin beruntun. Pebulu tangkis 27 tahun tersebut terus unggul hingga Momota menyamakan posisi pada 16-16.

Momota berbalik unggul dan berhasil bertahan dari tekanan Jorgensen hingga akhirnya memenangi gim ini sekaligus memaksa digelarnya gim ketiga.

Momota membuka gim penentuan dengan bermain bagus dan unggul hingga 9-2. Jorgensen mendekat, tetapi Momota bertahan dan unggul saat interval dengan 11-4. Momota tak lagi terkejar hingga akhirnya memenangi pertandingan.

Indonesia Open merupakan turnamen superseries kedua tahun ini yang dimenangi Momota setelah Australia Terbuka, April lalu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: