SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    August 2015
    M T W T F S S
    « Jul   Sep »
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    24252627282930
    31  
  • BADMINTON GAME

  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 2,701 other followers

Setelah Menikah, Pia Belum Ambil Keputusan

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on August 12, 2015


JAKARTA, Kompas.com – Turnamen Total BWF World Championships 2015 menjadi turnamen terakhir bagi pasangan ganda putri Pia Zebadiah Bernadet/Rizki Amelia Pradipta. Keduanya akan berpisah karena Rizki kembali ke Pelatnas Cipayung mulai Juni 2015 dan berpasangan dengan Della Destiara Haris. Sementara Pia baru saja melangsungkan pernikahan pada Juli 2015.

Pia/Rizki menyelesaikan tugas pertama dengan baik. Pada laga melawan Samantha Barning/Iris Tabeling (Belanda), Pia/Rizki menang dengan skor 21-17, 16-21, 21-15.

“Kami memang agak canggung bermain bersama lagi karena sudah lama tidak latihan bareng. Saya sudah latihan di pelatnas sejak Juni 2015 lalu. Di pertandingan tadi, kami lebih berusaha mengontrol angin di lapangan, karena anginnya agak kencang,” ungkap Pia.

Suasana haru menyelimuti momen wawancara Pia/Rizki dengan awak media. Rizki merasa sedih saat disinggung soal perpisahannya dan Pia, ia bersandar di pundak Pia sambil menangis. Apalagi ia dan Pia sudah berpasangan cukup lama sejak 2011 silam. Pia/Rizki tak hanya kompak di lapangan, mereka juga dekat di luar lapangan.

Rizki yang dulu penghuni pelatnas tunggal putri, dipulangkan ke klubnya Jaya Raya Jakarta pada tahun 2010. Sedangkan Pia mengundurkan diri dari tim ganda campuran pelatnas dan juga kembali ke Jaya Raya Jakarta pada tahun 2011.

Setelah berpasangan selama lebih dari empat tahun, Pia/Rizki telah menjadi juara di Malaysia Open Grand Prix Gold 2012 dan Chinese Taipei Open Grand Prix Gold 2012.

“Saya mendukung Rizki kembali ke pelatnas, semoga prestasinya semakin bagus dan tambah dewasa. Setelah menikah, saya masih belum tahu mengenai karier saya ke depannya, lihat nanti saja,” kata Pia.

“Rasanya memang berat, kami sama-sama berjuang dari nol. Di awal berpasangan, kami bermain dari level sirkuit nasional, kami bahkan pernah berminggu-minggu ikut pertandingan. Begitu banyak kenangan sudah kami lewati bersama, memang rasanya sedih sekali untuk berpisah,” ucap Rizki seraya menyeka air matanya.

Di turnamen terakhir mereka, Pia/Rizki berharap dapat menampilkan performa terbaik. Meskipun tak memasang target, Pia/Rizki ingin menutup partnership mereka dengan manis.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: