SEJAHTERA BADMINTON

BERSAMA MEMBANGUN BULUTANGKIS INDONESIA

  • Meta

  • TIRTA SPORT ONLINE SHOP

    Promo Tirta
  • WIDE SCREEN FORMATED

    August 2015
    M T W T F S S
    « Jul   Sep »
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    24252627282930
    31  
  • BADMINTON GAME

  • JADILAH PEMENANG

    Pemenang selalu memiliki program

    Pecundang selalu memiliki alasan

    Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”

    Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan,
    ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen

    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan

    Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

    Pemenang membuat sesuatu terjadi

    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

  • BWF

    bwf-logo1
  • Archives

  • Top Posts

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 2,702 other followers

Febby Kukuhkan Gelar Keempat

Posted by SEJAHTERA BADMINTON on August 30, 2015


Febby Angguni berhasil menambah pundi gelar juara Djarum Sirkuit Nasional (Djarum Sirnas) Li Ning Open 2015. Di seri keenam yang digelar di Magelang, Jawa Tengah, Febby kembali masih belum terkalahkan.

Bertanding pada Sabtu (29/8) siang, Febby menantang atlet muda Pelatnas, Gregoria Mariska di partai final. Atlet Tjakrindo Masters itu sempat tertinggal 6-11 di awal laga, tetapi berkat pengalaman dan kematangannya di arena, Febby yang merupakan alumnus PB Djarum ini berhasil memenangkan game pertama dengan 21-17.

“Ini baru kali pertama saya bermain lawan Gregoria. Jadi di awal pertandingan saya masih melihat bagaimana permainan dia, setelah saya mulai mengerti permainan dia, saya mencoba untuk mengubah pola permainan saya. Setelah itu, Gregoria sepertinya malah tidak sengotot sebelumnya,” ujar Febby usai laga.

Kemenangan di game pertama membawa Febby semakin berada diatas angin. Unggulan ke dua ini berhasil mendominasi jalannya laga. Unggul jauh 15-7, Febby akhirnya mengukuhkan gelar Djarum Sirnas keempatnya dengan 21-13.

“Di game kedua saya hanya memanfaatkan kesempatan yang ada. Mungkin faktor pengalaman juga yang membuat saya bisa menang di pertandingan tadi,” tambahnya.

Disisi lain, Gregoria menuturkan bahwa kekalahannya di final lebih karena dirinya tidak berani mengubah pola dan tempo permainan.

“Di lapangan tempo mainnya terlalu lambat, saya tidak berani mempercepat tempo permainan. Jadinya saya tidak bisa keluar dari tekanan,” ujar Gregoria usai laga.

Dengan hasil ini, Gregoria mengaku tidak puas dengan permainannya di partai final. Tetapi ia mengaku bersyukur bisa sampai ke partai puncak.

“Kecewa dengan permainan hari ini, tetapi saya tetap bersyukur bahwa saya bisa sampai final,” pungkasnya.

Setelah Djarum Sirnas yang digelar di GOR Magelang ini berakhir, keduanya akan bertolak ke Surabaya untuk mengikuti Indonesia International Challenge yang mulai digelar pada Selasa (1/9) mendatang.

“Di Surabaya sudah harus siap bertanding lagi,” pungkas Febby.

Ini menjadi raihan gelar ke empat yang diraih oleh Febby. Sebelumnya, Febby turun di lima seri Djarum Sirnas. Ia berhasil meraih gelar di Palembang, Manado, Yogyakarta dan Magelang, sementara di seri Jawa Barat, Febby terhenti di perempat final. Sedangkan di arena Djarum Sirnas Jakarta, Febby harus absen karena belum kembali dari Polandia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: